The Corrs — The Hardest Day

One more day, one last look before I leave it all behind
And play the role that’s meant for us, that said we’d say goodbye
One more night by your side where our dreams collide
And all we have is everything
And there’s no pain there’s no hurt, there’s no wrong it’s alright

If I promise to believe, will you believe
That there’s nowhere that we’d rather be
Nowhere describes where we are
I’ve no choice, I love you, leave, love you, wave goodbye
And all I ever wanted was to stay
And nothing in this world’s gonna change, change

Never wanna wake up from this night
I never wanna leave this moment
Waiting for you only, only you
Never gonna forget every single thing you do
When loving you is my finest hour
Leaving you, the hardest day of my life
The hardest day of my life

I still breathe, I still eat
And the sun it shines the same as it did yesterday
But there’s no warmth, no light, I feel empty inside
But I never will regret a single day
It isn’t gonna go away, what I’m feeling for you
I will always love you, leave, love you, wave goodbye
And all, and all I ever wanted was to stay
Nothing in this world’s gonna change

Barry Manilow — Even Now

Even now
When there’s someone else who cares
When there’s someone home
who’s waiting just for me

Even now
I think about you as
I’m climbing up the stairs
And I wonder what to do so she won’t see

That even now
When I know it wasn’t right
And I found a better life
than what we had

Even now I wake up crying
in the middle of the night
And I can’t believe it still could hurt so bad

Even now when I have come so far
I wonder where you are
I wonder why it’s still
so hard without you

Even now when I come shining through
I swear I think of you and how I wish you knew
Even now

Even now
When I never hear your name
And the world has changed
so much since you been gone

Even now I still remember
and the feeling’s still the same
And the pain inside of me
goes on and on
Even now

Bruno Mars — Just The Way You Are

Oh, her eyes, her eyes make the stars look like they’re not shinin’
Her hair, her hair falls perfectly without her tryin’
She’s so beautiful
And I tell her everyday

Yeah, I know, I know when I compliment her, she won’t believe me
And it’s so, it’s so sad to think that she don’t see what I see
But every time she asks me do I look okay?
I say

When I see your face
There’s not a thing that I would change
‘Cause you’re amazing
Just the way you are

And when you smile
The whole world stops and stares for awhile
‘Cause girl, you’re amazing
Just the way you are

Her lips, her lips, I could kiss them all day if she’d let me
Her laugh her laugh, she hates but I think it’s so sexy
She’s so beautiful

Oh, you know, you know, you know I’d never ask you to change
If perfect’s what you’re searching for, then just stay the same
So don’t even bother asking if you look okay
You know I’ll say

Untuk Indonesia yang Kuat

Judul : Untuk Indonesia yang Kuat

Penulis : Ligwina Hananto

Penerbit : Literati

—————————————————————————

Buku ini saya beli di sekitar bulan Maret lalu, setelah membaca review-nya di www.theurbanmama.com. Ditulis oleh Ligwina Hananto, seorang financial planner. Nama mbak Wina sudah sering saya dengar tapi memang sambil lalu saja. Nah, membaca review di TUM, sepertinya buku ini menarik untuk dibaca.

Tidak sampai 3 hari, saya sudah kelar membacanya. Hal pertama yang saya rasakan setelah selesai adalah : SAYA MERASA TERTAMPAR TERTEGUR! (dengan cara yang indah tapinya 🙂 ) Uurghh…, ternyata saya selama ini masih sedikit sangat menyepelekan untuk urusan perencanaan finansial.

Buku ini terdiri dari 6 bab. Dimulai dari pemaparan tentang visi besar mbak Wina tentang mewujudkan “Stronger Middle Class” di Indonesia. Middle class ya seperti kita-kita pada umumnya. Semakin kuat middle class maka akan memperkuat perekonomian negara. Di buku ini juga dijelaskan bagaimana kontribusi dan pengaruh middle class bagi orang-orang disekitarnya.

Di bab ke-3, dijelaskan beberapa pandangan tentang bagaimana sebaiknya kita merencanakan dan mengelola finansial baik sebagai (status) single maupun berkeluarga. Bagaimana tips merencanakan dana pensiun, dana pendidikan anak, mengelola arus kas bulanan, bagaimana berinvestasi.

Bahasa yang digunakan mbak Wina enak buat dibaca dan dipahami, jadi menggelitik untuk tidak berhenti membacanya (sambil “tertampar” berkali-kali :p ). Ada bonus tick list 100 Langkah Rencana Aksi Keuangan yang bisa kita jadikan panduan untuk merencanakan pengelolaan keuangan. Sampai dengan hari ini, dari 100 tick list, kurang dari 15 yang bisa saya centang…hadeehh…. 😦 Tapi justru karena baru segitu yang bisa saya centang, saya jadi bersemangat untuk segera bisa centang point-point yang lainnya 🙂

Sejak membaca buku ini, saya jadi lebih perhatian mengenai financial planning. Jadi lebih rajin hunting informasi yang berkaitan baik melalui website maupun forum diskusi. Oya, mbak Wina punya website tentang perencanaan keuangan, silakan bisa disimak di http://qmfinancial.com.  Ada beberapa thread di website-nya, salah satunya adalah quick check up, semacam kalkulator pengelolaan keuangan yang kita lakukan saat ini. Dari hasilnya, kita bisa punya gambaran, apakah pengelolaannya sudah optimal. Bila belum, kita perlu mulai merencanakan langkah-langkah apa yang harus dilakukan. Awalnya saya sempat apriori jangan-jangan bakalan ribet nih untuk membuat perencanaan, tapi ternyata tidak juga lho. Senang sudah mendapatkan pencerahan dari buku ini 🙂

Filosofi Pensil dan Kehidupan

Pada suatu sore yang teduh, seorang nenek tampak berkutat asyik dengan kegiatannya di halaman belakang sebuah rumah. Ia tampak sedang menuliskan sesuatu pada sebuah kertas. Kala itu, kemudian si cucu datang menghampiri dan bertanya, “Nenek sedang menulis apa Nek, sepertinya asyik sekali. Pensilnya baru ya Nek?”

Sambil tersenyum sabar, si nenek menjawab. “Nenek sedang menulis tentang kamu, cucu nenek yang cantik dan pintar,” ucapnya penuh sayang. “Tetapi, sebenarnya ada yang lebih penting lho dari isi tulisan ini, yaitu pensil yang nenek pakai untuk menulis ini.”

Si cucu sejenak merasa kebingungan mendengar penuturan nenek. Ia pun dengan saksama mengamati sesaat pensil yang ada di tangan nenek. Tak lama, si cucu berkata, “Selain pensilnya masih baru, rasanya tidak ada yang istimewa dari pensil Nenek. Memang apa hebatnya pensil Nenek dibandingkan dengan pensil yang lain?”

“Benar cucuku. Pensil nenek sama saja dengan pensil yang lain. Maksud nenek, sebatang pensil bukan hanya dinilai dari bentuk fisiknya, warna, atau panjang pendeknya, tetapi sebatang pensil sebenarnya mempunyai 5 kualitas unggulan yang bisa menjadi pedoman saat kita menjalani kehidupan ini,” jelas nenek sembari mengelus lembut rambut cucu kesayangannya.

“Memangnya selain untuk menulis, kualitas apa lagi yang dipunyai oleh sebatang pensil Nek?” tanya si cucu penasaran.

“Dengarkan baik-baik ya…” ungkap nenek.

Kualitas pertama yang perlu diperhatikan yaitu bahwa pensil dapyt menjadi pengingat kita kalau kita bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Yakni, mengingatkan bahwa seperti sebuah pensil ketika menulis, kita tidak boleh lupa bahwa ada tangan yang selalu membimbing langkah kita dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan. Dia selalu membimbing kita sesuai dengan ajaran-ajaranNya.”

Kualitas kedua, Kamu bisa memperhatikan, bahwa saat proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil kita. Rautan itu seakan membuat si pensil menderita. Tetapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kehidupan manusia. Kita harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, termasuk berbagai ujian dan tantangan, karena itu semua yang akan membuat kita menjadi manusia yang lebih baik dan berkualitas.”

Kualitas ketiga yang perlu kamu camkan adalah bahwa pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk menggunakan penghapus sebagai upaya memperbaiki kesalahan. Oleh karena itu, memperbaiki kesalahan dalam hidup ini bukanlah hal yang jelek atau buruk. Itu bahkan membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar. Hal ini sekaligus mengingatkan bahwa kita tak pernah luput dari berbagai jenis kesalahan.”

Kualitas keempat yakni tentang bagian yang paling penting dari sebuah pensil. Jika kamu perhatikan, bagian yang paling bermanfaat bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalamnya. Begitu pula dengan kita. Karenanya, kita harus selalu memupuk hal-hal baik yang ada di dalam diri kita dengan terus meningkatkan kualitas dalam diri. Karena itu, kita perlu terus memupuk kekayaan mental dalam setiap tindakan kita.”

Kualitas kelima adalah bahwa harus kita sadari jika sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga manusia, kita harus selalu sadar dan waspada karena apa pun yang kita perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan dan goresan. Maka berhati-hatilah dalam berpikir, berucap, dan bertindak. Sehingga, goresan yang kita tinggalkan akan menjadi guratan yang memberi manfaat bagi diri dan orang lain.”

Mendengar ucapan itu, si cucu pun berterima kasih pada nenek. “Akan saya ingat terus ucapan Nenek ini. Semoga, saya juga bisa menjadi ‘pensil’ yang berkualitas Nek…”

Sahabat yang luar biasa,
Hidup adalah proses belajar dan berjuang tanpa batas! Dan, setiap saat kita tak bisa lepas dari berbagai unsur yang ada di sekeliling kita.

Sebagai manusia yang ber-Tuhan, kita harus memiliki nilai spiritual untuk mengajarkan diri agar selalu rendah hati. Kemudian, dalam menjalani kehidupan, kita selayaknya terus berusaha memoles diri secara kontinu agar dapat meningkatkan kualitas pribadi.

Tak lupa, saat melakukan berbagai kesalahan, kita belajar berbenah diri untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik. Saat kita maju, tak lupa untuk tetap belajar. Melalui sikap belajar yang konsisten, semoga apa yang telah dan akan kita pikir, ucapkan, dan perbuat, mampu menjadi berkat bagi diri sendiri danbermanfaat untuk orang lain. Sehingga, hidup kita akan jauh lebih berarti.

(Andrie Wongso)