The Hunger Games – trilogy

Gara-gara kuis di blog-nya Arman Tjandrawidjaja, kenalan deh sama buku yang berjudul The Hunger Games ini. Kalau lihat bukunya di Gramedia mah sudah sering, tapi saya ngga pernah tertarik buat nyomot soalnya kesan pertamanya, ih…ini buku kayak novel-novel biasa deh…. *sok berbobot*. Waktu kuis itu berlangsung pun, saya juga tidak tertarik buat ikutan…..sampai ketika kuisnya dimenangkan oleh mbak Erlia dan dibikinlah resensinya. Uhuyyy…..ternyata menarik sekali bukunya 🙂

Must have books dah….

Eng…ing…eng….si ratu onlensop pun beraksi. Bukannya hunting di toko gramedia, malah hunting di gramedia onlen-nya (lagi kumat malas jalan-jalan). Langsung deh pesan 3 buku triloginya Hunger Games (The Hunger Games, Cathing Fire, Mockingjay). Pengalaman pertama nih belanja onlen di gramedia dan ternyata tidak ribet sodara-sodara 🙂 Akhir januari, 3 buku itu pun sampai di tangan saya, daaan…..saya tumpuk dulu di atas filing cabinet saya, masih ngantri sama buku bacaan yang lain soalnya… *grin*

Akhirnya, setelah selesai membaca buku Notes From Qatar dan Indonesia Mengajar, pertengahan Maret kemarin, saya mulai membaca buku pertamanya, The Hunger Games. Ngga sampai seminggu, lanjut buku keduanya, Catching Fire. Dan kemarin saya baru mulai membaca buku terakhirnya, Mockingjay. FYI, setiap buku rata-rata sampai 400 halaman. Ya…ya…ya…,bisa ditebak dong ya betapa mengasyikannya buku itu 😀 (FYI juga, saya sedang tidak ambil cuti lhooo…..tapi ya jadi begadang gitu deh!).

Belum bisa cerita dulu ya….,kan masih baca buku terakhirnya. Nanti kalau sudah kelar semua, (dan kalau saya sedang rajin menulis) akan saya ceritakan disini ya…. 😀

Ini lho buku-bukunya…..

The Hunger Games - trilogy

Notes : filmnya sudah tayang di XXI sejak 23 Maret kemarin lho…. 🙂

Advertisements

Looking through the eyes of love

Please, don't let this feeling end
It's everything I am, Everything I wanna be;
I can see what's mine now
Finding out what's true, Since I've found you
Lookin' through the eyes of love.

Now I can take the time,
I can see my life as it comes up shining now;
Reachin' out to touch you,
I can feel so much, Since I've found you
Lookin' through the eyes of love.

And now, I do believe,
That even in a storm, we'll find some light;
Knowin' you're beside me, I'm alright.

Please don't let this feelin end,
It might not come again and I want to remember
How it feels to touch you;
How I feel so much, Since I've found you
Lookin' through the eyes of love.

Reaching out to touch you,
I can feel so much, Since I've found you
Lookin' through the eyes of love

- one of my everlasting song -

She’s officially a playgroup student…

Pada awalnya saya merencanakan Alin mulai bersekolah pada saat dia berusia 4 tahun, yang berarti masuk di TK. Menurut saya untuk pendidikan anak di usia dini dapat dilakukan di rumah, oleh orang tua maupun lingkungan di sekitarnya, sehingga tidak menjadikan keharusan bagi orang tua mengikutkan anaknya di kelas nursery, toddler ataupun playgroup. Kekhawatiran saya di sisi lain, ketika anak masuk sekolah terlalu dini, ketika masa-masa SLTP atau SLTA justru menjadi masa antiklimaksnya. Jadi saya pikir, selama Alin bisa terfasilitasi baik di rumah, baik untuk sosialisasi maupun belajar hal baru dan belajar kebiasaan baik, saya bisa menanti sampai saat dia masuk TK nantinya.

Tapi, kemudian sedikit demi sedikit keadaan berubah. Setahun yang lalu, hampir setiap hari ada beberapa teman (anak tetangga) yang selalu bisa bermain bersama baik pagi maupun sore. Kadang mereka bermain di rumah dan terkadang Alin yang bermain ke rumah salah satunya. Namun, pada tahun ajaran baru yang lalu, teman-teman tersebut mulai bersekolah. Ada yang di TK dan ada yang masuk SD. Hal ini membuat secara otomatis, teman bermain Alin berkurang. Sudah bisa dipastikan kalau pagi hari, Alin tidak ada teman bermain karena teman-temannya bersekolah. Kompensasinya menjadi Alin sering sekali berdiam di depan TV kalau sudah bosan bermain dengan si Mbak. Dan acara menonton itu bisa jadi berjam-jam. Alarm bahaya saya berbunyi! Saya kemudian berusaha menyediakan beberapa fasilitas yang bisa membuat dia sibuk, dari buku stiker, buku gunting menempel, buku gambar, finger printing art, puzzle, flip book, play dough (lilin malam). Sampai sekitar bulan Desember (setelah ulang tahunnya yang ketiga), dia mulai bertanya, “Alin sekolah apa?” 🙂 Dan dari awal tahun kemarin, saya pun semakin sering diberondong dengan pertanyaan itu (apalagi setiap pagi dia melihat anak tetangga yang dijemput mobil jemputan sekolah :D)

Saya pun sedikit meluntur (baca : fleksibel). Lebih baik dia aktivitas di luar daripada harus berjam-jam di depan TV!

Cari info sana sini, akhirnya saya naksir dengan sekolah Bukit Aksara, yang terletak di daerah Tembalang, Semarang, sekitar 10 km dari rumah menuju Semarang. Dengan tagline Creative School, saya pikir sekolah ini memiliki program yang berbeda. Saya pun janjian untuk trial di BA 2 minggu yang lalu. Anak-anak usia Alin masuk di kelas playgroup. Pada saat trial, awalnya Alin masih yang tegang, tapi setelah itu dia malah maju pengen jadi polisi (kebetulan hari itu temanya adalah bermain peran sebagai polisi) dan bundanya pun dilupakan selama kurang lebih 1 jam *geleng-geleng*. Setengah jam terakhir acaranya makan siang bersama! Ya..ya…ya…, karena saya ngga tahu kalau ada jam makan, kita pun tidak persiapan bawa makan. Olala…ada salah satu anak yang baik hati memberikan wafer ke Alin untuk dimakan 🙂

Melihat bagaimana Alin saat trial (ditambah rongrongan pernyataannya setelah hari itu “Alin mau sekolah“), minggu lalu Alin didaftarkan di Bukit Aksara dan mulai efektif hari ini!

Yay! Hari ini, Alin resmi jadi anak sekolahan (bahasa si Doel) 🙂

As I predicted, she’s just doing fine…. *erangan emak yang dicuekin hampir 2 jam*

Sampai dengan bulan Juni, jadwal Alin adalah 3 kali seminggu, dari pukul 10.00 s.d 11.30. Mulai bulan Juli, dia akan masuk setiap hari dari pukul 07.30 s.d 11.30. PR saya sampai dengan bulan Juni adalah membiasakan Alin makan lebih cepat (ya..ya..ya..dia masih hobby ngemut sehingga acara makan rata-rata bisa sampai 1 jam 😦 ). Nah, tadi saat jam makan bersama, Alin makan sendiri lho. Sepertinya dia semangat karena teman-temannya juga makan bareng. Walaupun ngga habis maemnya, saya sudah senang sekali dia bisa melakukannya sendiri. Aiiihhh……putri cilikku sudah mulai gedhe…. *jadi terharu sendiri* :’)

Semoga Alin selalu diberi kemudahan untuk proses-proses berikutnya ya….. 😀

By the way, ini foto-fotonya ya (diambil diam-diam sama emak yang dicuekin anaknya yang asyik main) 😀

walah, si Mbak motoinnya gerak ituu....

main....main.....main.....

makan bersama....nom...nom...

Beta Cinta Indonesia

Berawal dari niat ingin hunting CD Twilight Orchestra-nya Addie MS di Disc Tarra yang ternyata belum launching, tangan saya secara sadar mencomot album ini dari rak-nya 🙂

CD album berjudul BETA CINTA INDONESIA ini berisi kompilasi beberapa karya dari Guruh Sukarno Putra dari 1971 sampai 2011, 40 TAHUN saudara-saudara! Memang Oom yang satu ini, bakat dan karya seninya seperti tidak ada habis. Dilengkapi dengan 2 keping CD yang masing-masing berisi 15 lagu, album ini jelas disiapkan dengan tidak main-main. Aranger yang ikut utak atik saja ngga hanya satu orang, tapi beberapa, ada Elfa Secioria, Erwin Gutawa, Andi Rianto, Addie MS dan Candra….hebaatt…. 😀

Dibuka dengan “Zamrud Khatulistiwa” yang sangat fenomenal dan (bagi saya) everlasting, telinga kita pun dibawa berpetualang menikmati karya-karya Oom Guruh. Saya yakin setiap orang pasti akan memiliki kesan yang bermacam-macam ketika menikmati album ini, tapi kesan kuat yang saya tangkap adalah betapa besarnya cinta terhadap Indonesia. Tidak berlebihan, buat saya, mendengarkan lagu-lagu didalamnya membuat saya semakin cinta Indonesia (melupakan sejenak pemberitaan-pemberitaan media akhir-akhir ini yang sedikit banyak membuat orang apatis 😦 ).

Hampir semua lagu diaransir ulang sehingga kita dapat merasakan kesan megah, kolosal namun ada sentuhan tradisionalnya juga. Vina Panduwinata oke banget ketika membawakan “Melati Suci” dan “Cinta Indonesia“….sukaaa…..! Lalu ada Akang Denny Malik yang nge-top dengan “JJS” nya….jadul tapi tetap asyiiik! Mendengar “Gilang Indonesia Gemilang” dan “Indonesia Jaya” membuat saya membayangkan seandainya lagu-lagu itu dibawakan oleh Marching Band, pasti kereeenn!!!

BCI ini sendiri sempat dipentaskan pada konser “Pagelaran Beta Cinta Indonesia“nya GSP bulan Oktober 2011 lalu di Jakarta. Ngga nonton langsung sih, tapi bisa searching di yutup dan seperti yang diduga, pagelarannya lebih seru karena dibarengi dengan visualisasi. Two thumbs up deh!

Tetap berkarya, Oom Guruh…. 😀