Merepih Alam

Ngga tahu kesambet apa, nada-nadanya Merepih Alam tiba-tiba menggema di kepala saya seharian tadi. Lagi kangen dengerin lagu-lagunya Chrisye sepertinya πŸ™‚ Tapi padha setuju kan ya kalau albumnya Oom Chrisye di soundtrack film Badai Pasti Berlalu itu keren-keren! Saya masih ingat pas lagi boomingnya film ini di tahun 2000-an kemarin, beberapa band marching mencomot lagu-lagu di dalamnya untuk dijadikan lagu ataupun tema penampilan mereka. Dan….itu keren lhoh!! πŸ˜€ Aiiiih… kangen beneran ini sama lagu-lagunya Oom Chrisye 😦

Lepasin kangen sama yang ini ya….

merepih alam… dimalam berselubung kabut kelam
wajah pun meredup… tercermin haus cahaya meremang gulana…menatap reruntuhan dalam duka

kunanti fajar berkawan angin malam merindukan belaianmu oh asmara oh … asmara
insanmu menanggung rindu….

kunanti fajar berkawan angin malam merindukan belaianmu oh asmara oh … asmara benamkan diriku dalam dekapan, tanganmu
tanganmu yang hangat… penyegar cita rasaku, bukakan pintumu….
kan kujelang kau pelita hidupku….

bawa aku serta berlayar menuju pantai harapan bersamamu oh asmara oh .. asmara
insanmu menanggung rindu

πŸ™‚

Alin dan Kartun Animasi Kegemarannya

He…he..he…, sempat terpikir, penting ngga sih ini postingan? Setelah dipikir-pikir, PERLU! Sekilas tampat tidak penting, tapi buat saya perlu, karena saya bukan Ibu yang sa’klek anak tidak boleh nonton TV. Selama yang ditonton oke (bukan sinetron abal-abal ngga jelas) dan frekuensi bisa diatur, oke-lah πŸ™‚

Hanya ingin share, serial/film animasi yang sempat dan (beberapa) masih disukai Alin sampai sekarang. Nih dia….

Dunia Elmo

Yup! Tokoh Elmo termasuknya generasi lama tetapi ternyata Alin justru menyukai tokoh ini untuk kali pertamanya. Kalau dulu kita mengenalinya lewat Muppet Show yang lalu berubah generasi menjadi Sesame Street, maka sekarang tokoh Elmo pun dimunculkan secara independen, dikenal dengan Dunia Elmo (Elmo’s World). Alin kenal dengan si Elmo melalui DVD yang saya beli. Elmo bersama sahabatnya, Dorothy (si ikan emas) dan Mr. Noodle mengantarkan anak-anak untuk belajar hal baru. Dari belajar tentang buah-buahan, tanaman, persahabatan, menyanyi, menari dan banyak hal lain. Satu hal lagi, Elmo suka bernyanyi dan selalu memainkan piano-nya di setiap akhir episode (berharap Alin juga ketularan suka main piano nantinya :D). Mau lebih tahu lagi, silakan klik yang ini ya…. πŸ™‚

The Backyardigans (Kanada)

The Backyardigans bercerita tentang 5 sahabat yang terdiri dari Pablo (si Pinguin kuning yang suka gampang panik), Tyrone (si Rusa orange yang kalem), Uniqua (si makhluk berwarna pink yang tomboy dan pintar), Tasha (si Hippo kuning yang girly, formal dan cenderung mudah marah πŸ™‚ ) dan Austin (si Kangguru ungu yang pemalu namun bersahabat) . Mereka berlima senang bermain di halaman belakang rumah. Mereka berimajinasi bahwa halaman belakang rumah adalah Β tempat petualangan yang mengasyikkan. Halaman belakang rumah bisa berubah menjadi lautan luas, hutan belantara, ruang angkasa, peternakan kuda dan banyak lagi. Bermain peran dan berpetualang disertai dengan menari dan bernyanyi dan diakhiri dengan snacking di salah satu rumah. Menyenangkan!

Charlie and Lola

Charlia dan Lola berkisah tentang kehidupan sehari-hari sepasang kakak beradik. Charlie si Kakak adalah sosok yang selalu sayang, melindungi, membantu dan siap berkorban untuk sang Adik, Lola. Lola sendiri digambarkan sebagai adik yang ceriwis, punya keingintahuan yang besar dan senang berimajinasi. Cerita kehidupan sehari-hari, dari Lola yang tidak suka makan tomat sampai Lola berimajinasi ingin melestarikan Panda. Dari kisah mereka bermain ke kebun binatang sampai Lola yang belajar banyak tarian karena ingin menjadi penari. Selain Charlie dan Lola, di serial ini juga ada Marv (sahabatnya Charlie yang mempunyai seekor anjing bernama Sizzles), Lotta (sahabatnya Lola yang memiliki rambut ikal hitam) serta Soren Lorenson (teman imajinasi-nya Lola :D) Nah! Alin ini paling suka meniru si Lola. Jadi terkadang suka tiba-tiba, anak kecil ini ambil holahop dan menari-nari ngga jelas gitu (niruin Lola) atau tiba-tiba si anak kecil jadi hobby jepret-jepret kamera HP karena terinspirasi Lola yang potret-potret di episode kebon binatang. Btw, lebih lengkap silakan meluncur ke sini ya πŸ™‚

Pororo (Korea)

Pororo adalah seekor penguin kecil yang hidup bertetangga dengan Crong (si Dinosaurus hijau yang suka bermain Trumpet), Poby (si Beruang yang suka memancing, fotografi dan bermain Drum), Eddy (si Rubah yang senang pamer dan suka bermain Xylophone), Loopy (si Berang-Berang yang pemalu, sensitive dan suka bermain Piano), Petty (si Penguin kuning yang tomboy, takut pada laba-laba dan senang bermain Violin) dan Harry (si Burung Kolibri yang sedikit temperamental dan suka bernyanyi)

Angry Birds

Yess! Demam Angry Birds pun menyambar si anak kecil. Kali pertamanya karena lihat boneka-boneka Angry Birds dan baru akhir-akhir ini ikutan main game-nya. Main game-nya sih cuma kejadian kalau pas Ayahnya di rumah atau pas main ke sepupunya di Pekalongan.Walaupun ngga main setiap hari, tetap aja wajib hukumnya untuk menggambar (baca : mewarnai) angry birds sebanyak-banyaknya. Dari sekian jenis angry birds, dia paling suka angry bird boomerang, yang warnanya hijau itu lho…. Kalau tentang game-nya, silakan meluncur kemari

Charlie Chaplin

Yay! Jangan dibayangin Charlie Chaplin edisi hitam putih lho ya. Charlie Chaplin pun sekarang ikutan update lho….dibuat versi animasinya. Nah, versi animasi ini yang sedang digandrungi Alin beberapa waktu terakhir. Tetap slapstick dan membisu sih ya, tapi tetap lucu juga J Kira-kira apa yang ditiru Alin dari serial yang satu ini? Yup, cara jalannya si Charlie, yang kakinya rada miring-miring gitu πŸ˜€ Jadi, Alin suka sekali tuh, tiba-tiba ambil jepet rambut-nya yang berwarna merah dan berbentuk topi, ambil gulungan kertas kado, terus jalan sana sini semacam cara jalan Charlie Chaplin deh.

Tom and Jerry

Everlasting beneran mah yang ini. Dari zaman dahoeloe kala sampai dengan sekarang, Tom and Jerry tetap diminati anak kecil, termasuk Alin. Pertempuran sengit (baca : kejar-kejaran) antara Tom dan Jerry sepertinya menaikkan kadar adrenalin-nya anak kecil πŸ˜€ Berasa seru aja lihat kejar-kejaran dua binatang itu.

Yup! Itulah beberapa animasi favoritnya Alin πŸ˜€

Sebuah Percakapan (2)

Pukul 20.00 ketika saya baru saja masuk rumah sepulang kerja.

 

Alin (A) : Bunda…. Mimi kasihan, ngga bisa gerak (Notes : Mimi adalah nama salah satu hamster peliharaannya)

Saya (B) : Mimi kenapa? (sambil saya menuju ke kandangnya)

A : Mimi diem aja…. kasihan, ngga bisa gerak

B : (melihat ke kandang dan menemukan Mimi sudah terbujur kaku) Innalilahi… Mimi nya sudah mati, Alin (sambil saya angkat kandang Mimi dan berusaha memindahkan bangkai Mimi ke tissue untuk saya letakkan ke luar rumah)

A : (mencermati perilaku saya) Mati? Mimi bobok ya Bunda?

B : (mulai bingung bagaimana menjelaskan kematian ke anak kecil ini) Hmmm…. iya Alin, Mimi-nya bobok tapi bobok yang lama sekali, karena Mimi dipanggil pulang sama Allah

A : Berarti Mimi mau pergi ke Masjid ya? (selama ini dia dalam pengertiannya, dipanggil Allah sama dengan shalat di Masjid πŸ™‚ )

B : Ngga pergi ke Masjid, Alin. Mimi disuruh pulang ke Allah karena mau dibuatkan taman yang luas buat Mimi mainanΒ (emaknya mulai mengarang indah….)

A : Ngga kayak kalo ada suara dari Masjid, ada yang mati ya, Bunda? (di kompleks kami, terkadang berita duka cita disampaikan ke warga melalui pengeras suara masjid)

B : Ngga mesti Alin. Kan bisa aja suara dari Masjid itu suara adzan atau pas Alin sama teman-teman belajar ngaji. Kadang-kadang aja berita ada orang yang meninggal-nya

A : Ooh… makanya ngga boleh teriak-teriak di Masjid ya Bunda, biar ngga kedengeran ke rumah ya…

B : Hmm…iya, kalau di Masjid jangan teriak-teriak, ngomongnya yang pelan-pelan aja (sambil mulai kerasa ngga nyambungnya….Yang pasti sih saya masih belum menemukan cara yang tepat buat menjelaskan pertanyaan mengagetkannya tadi πŸ™‚ )

Aiiiiih…..harus sudah mulai siap-siap ditodong pertanyaan-pertanyaan mengejutkan lainnya mah ini πŸ™‚

Trip to Singapore – 4

Senin, 2 April 2012

Setelah sarapan di stasiun MRT Geylang (akhirnya menemukan menu nasi hainan lumayan di dekat penginapan :)), kami melenggang di sepanjang Orchard Street, menuju Lucky Plaza, hunting for another ”three for ten”. Iyaa….oleh-oleh berasa masih kurang aja ituh. Mbakyu yang satu ini malah sempat nge-borong coklat macam-macam juga tuh di Lucky Plaza. En yu nou….ngeborong di pagi hari itu sangat tidak disarankan. Kenapa? Karena pagi-pagi barang bawaannya jadi buanyaaak ya bo’, sampai-sampai tas doraemon pun harus dikeluarkan. En yu nou egein….secara mister-nya cuma satu, dia deh kebagian keseringan disuruh bawa-bawa itu tas doraemon ha..ha..ha..ha.. *diselepet si mister*

Puas ngeborong, kami beranjak menuju Singapore Botanical Garden. Perjalanan MRT-nya dekat sih, cuma ketika turun di gerbang Botanical (kalau tidak salah melalui Melati Gate – dekat dengan stasiun MRT), ternyata perjalanan masuknya (which is harus berjalan kaki) itu jauh sekali, Jenderal! Tetap terasa senang karena hawanya sejuk, pohon-pohon dimana-mana, teduh penuh udara segar πŸ™‚

Sampai di gerbang masuk Orchid Garden, kami bertiga pun masuk dan mulai berpetualang di kebun anggrek kebanggaan warga Singapore ini. Yup! Si Mister tidak cukup tertarik buat ikutan masuk di kebun anggrek, selain karena sudah pernah dan tidak tertarik, dia sudah cukup kelelahan harus membawa tas doraemon πŸ˜€

Well, tentang orchid garden ini, saya patut acungkan jempol. Indah dan oke banget! Kebunnya luas, jenis anggreknya banyak, berwarna-warni dan dipelihara dengan baik. Saya bukan penggemar tanaman, tetapi menjelajahi kebun anggrek ini membuat saya senang dan takjub. Disetiap sudut ditata dengan baik sehingga membuat orang nyaman berjalan dan menikmati dengan tenang.

Di kebun ini, ada satu bangunan semacam aula kecil bernama VIP Orchid Garden. Didalamnya terpampang bagaimana melakukan hibrida anggrek, memelihara anggrek sampai dengan macam-macam anggrek eksklusif yang disandingkan dengan sinonim tokoh atau tokoh inspirasi anggrek tersebut. Profesional sekali!

Di sisi lain ada area bernama Celebrity Orchid Garden. Di area taman ini, berisi hibrida-hibrida anggrek baru yang diberi nama sesuai nama para tokoh yang berkunjung ke sana sebagai bentuk kehormatan telah bersedia hadir di taman tersebut.

Terdapat pula Tan Hoon Siang Mist House, sebuah area tertutup berisi jenis-jenis anggrek langka yang sedang dibudidayakan. Cakep-cakep euy…. πŸ™‚

Tidak terasa kurang lebih satu jam mengelilingi kebun anggrek yang indah itu, saya yang bukan penggemar bunga saja merasa PUASS!!, apalagi si ibu satu ini dan yang ini, yakin bener deh kalau mereka merasa PUAAAASSSSS!!! secara mereka berdua tuh penggemar berat tanam-tanaman πŸ˜€

Usai makan siang, saatnya menuju…..Universal Studio!! Yay!

Oke…oke….ke Universal Studio ini bukan untuk bermain di wahananya lho ya. Tujuan utamanya adalah nonton Song of The Sea πŸ™‚

Nah, secara Song of The Sea baru akan dimainkan setelah langit gelap, sementara kami sudah sampai di Universal Studio pukul 4 sore waktu sono, akhirnya sejenak end up di Coffee Bean.

Jam 7, kami beranjak menuju lokasi. Belum begitu ramai sehingga lumayan bisa dapat tempat duduk yang pas lurus dengan tengah panggung. Sambil menunggu acara dimulai, session foto pun dibuka πŸ˜€ Secara lokasinya dipinggir laut, foto-foto pun bertema sunset gitu deh πŸ˜€Β  Jam 7 waktu sono pun itu langit masih terang yah. Meredup perlahan dan akhirnya sekitar jam 8 kurang, acara dimulai.

Wew! Pertunjukannya oke, saya suka ini. Ceritanya apa, nonton sendiri deh ya hehehe….nggak mau dianggap spoiler ntar ah! πŸ˜€ Yang pasti, pertunjukkannya digarap dengan profesional, dikemas menarik dan heboh. Agak sulit juga untuk ngejepret gambar, secara mereka bergerak terus (alasan mah itu, padahal saya nya aja yang ngga expert ngambil gambar πŸ™‚ ), jadi gambar seadanya saja ya. Pertunjukkannya cuma setengah jam saja, tapi puas nontonnnya.

Puas menyaksikan Song of The Sea, kami mampir di food court Food Republic di Vivo City. . Food Republic Food Court yang terletak di lantai 3 Vivo City ini merupakan salah satu unit bisnis yang dikelola group-nya Bread Talk. Stall nya banyak, dekorasi/lay out nya menggambarkan tentang perkampungan zaman kuno. Interiornya dikemas dengan menarik, cuma tidak sempat foto-foto karena badan sudah terasa lelah sekali dan saat itu sedang ramai pengunjung. Well, it’s our last dinner, soalnyah besok pagi kita sudah pencar buat pulang di kota masing-masing 😦

to be continued…..

Trip to Singapore – 3

Minggu, 1 April 2012 …. april mop? Nay!

Pagi ini kami berencana untuk sarapan di Chinatown. Tiba di Chinatown sekitar pukul 9 waktu Singapore, langsung nangkring di Da Dong Restaurant. Si restoran ini sudah sepuh juga lho, dibuka tahun 1926! Terkenal dengan dimsum-nya maka makanan yang kami pesan pun menjadi serba dimsum ditambah baked egg tart yang yummy πŸ™‚Β  Tidak terlalu berat untuk sebuah sarapan rasanya.

Selesai sarapan, saatnya berburu pernik-pernik oleh-oleh khas Singapore. Yup! Cari oleh-oleh nya di Chinatown. Banyak β€œthree for ten” hehehe….murce…murce…. Satu setengah jam cukup buat ngubek pernak pernik itu, kami sempatkan mampir di Buddha Tooth Relic Temple, sebuah kuil berlantai empat yang terletak di kawasan Chinatown. Kuil ini sangat eye-catching dengan dominasi warna merah dan emas. Nice temple!

Meneruskan itinerary berikutnya, kami beranjak menuju Jurong Bird Park. Menggunakan MRT, turun di stasiun Boonlay, siap-siap lunch dahulu di Jurong East Mall. Menu siang itu….Thai Food πŸ™‚ dan saya tetap saja tidak suka sama daun ketumbar ituh *pucat.com* Selesai makan, kita langsung menuju bus stop. Yup! Untuk menuju Jurong Bird Park, kita menggunakan transportasi bus. Bus-nya nyaman bo’….kenyang dan dingin adalah kombinasi yang ampuh untuk membuat mata kriyip-kriyip sepanjang perjalanan menuju JBP πŸ˜€

Tiba di Jurong Bird Park sekitar jam 2 waktu Sono, langsung deh menuju loket tiket. Ada jadwal Birds n Buddies Show di jam 3, so…segera setelah mendapat tiket, kami bergegas menuju Pools Amphitheatre, tempat pertunjukkan. Syukurlah, setiba di sana, masih belum begitu ramai pengunjung sehingga kami bisa memilih tempat yang representatif untuk menonton pertunjukkan. Oh iya, selain Birds n Buddies Show, JBP juga punya 2 pertunjukan menarik lainnya. Ada Kings of the Skies Show (at Hawk Walk) dan Lunch with Parrots (at Songbird Terrace). Kings of the Skies Show digelar setiap pukul 10 pagi dan 4 sore sementara Lunch with Parrots digelar pukul 1 siang. Secara kami tiba di JBP jam 2-an siang, show terdekatnya memang yang Birds n Buddies πŸ™‚

Tepat jam 3, pertunjukkan dimulai. Beberapa jenis burung ditampilkan di pertunjukkan tersebut. Dikemas dengan menarik dan lucu, penonton dibuat terkesima. Presenternya juga komunikatif dan untuk beberapa atraksi, penonton diminta terlibat. Tidak terasa, setengah jam berlalu, pertunjukkan pun usai. Ok, saatnya untuk mengelilingi taman burung yang satu ini.

Bila dibandingkan dengan Batu Secret Zoo yang ada di Malang, Jurong Bird Park tidak terlalu luas. Selain itu, di beberapa area, tampak tidak terurus dengan baik. Beberapa fasilitas juga tidak bisa digunakan. Sayang sekali sebetulnya, padahal hari itu hari libur ketika banyak wisatawan yang mengunjungi. Dalam 1 jam, kami selesai mengelilingi Jurong Bird Park ini. Well, lebih karena kaki sudah lelah juga sih ya πŸ™‚

Take off dari Jurong Bird Park, kami menuju Bugis Street. Untuk apa? Cari oleh-oleh lagi tentunya. Kali ini, yang dituju adalah oleh-oleh yang berupa makanan/cemilan. Ngga terlalu lama putar-putar di Bugis Street (sumpek yah ternyata), kami pun melanjutkan perjalanan ke….IKEA!!!

Yippie…..IKEA adalah satu agenda utama saya dalam perjalanan ke Singapore. Selama ini cuma tahu IKEA dari majalah, katalog, website. Membacanya saja membuat saya penasaran dan akhirnya bisa kesampaian kesana juga… *lebay.com*Β  Kita pilih mengunjungi IKEA Tampines. Lumayan jauh juga perjalanannya. Sampai di sana, dengan semangat, kami putar-putar dari 1 set design ke set design yang lain. Wew….memang keren-keren!! Ada kurang lebih 1 jam mengelilinginya, saya pun (cuma) berhasil comot 2 buah hanger lucu :)….(ya iyalah…memang kalau borong, barang-barangnya mau dibawa pake apaan?) πŸ˜€

Hehe….yang pasti hepi banget deh…kesampaian ke IKEA-nya!!

to be continued…..