Little photographer :)

Kemarin sabtu, Alin tiba-tiba minta pinjam BB, mau foto-foto katanya. Ini kali pertama Alin ambil foto dengan BB, sebelumnya pernah sekali dia coba-coba motret dengan HP Nokia saya yang memang beda pengoperasiannya. Berkali-kali Alin perlu diingatkan untuk tidak menggeser trackpad supaya bisa langsung jepret 🙂

Ini beberapa hasil jepretan Alin, si fotografer cilik 😀

Ya, sebagian besar masih kabur karena setiap kali dia akan shoot, tangannya bergerak 🙂

Tapi, lumayanlah untuk anak seumuran dia kan 🙂

Advertisements

Resolusi 1 : Membaca minimal 1 buku setiap bulan

Well, segala hal yang kita lakukan harus selalu ada tujuan dan target.  Termasuk salah satunya adalah kegiatan MEMBACA! Nah, seperti di postingan sebelumnya, saya sempat singgung sedikit tentang BAD HABIT saya he..he..he.. 😀

Saya paliiiiing hobby jalan-jalan ke toko buku dan beli buku baru. Sekilas tampak seperti hobby yang bagus. Iya siiihh, selama itu buku memang dibaca tuntas 🙂 That’s the problem! Sejak saya mulai bekerja, saya jarang sekali bisa menyelesaikan 1 buku sampai tuntas. Biasanya kalau engga karena waktu yang sempit atau juga karena sering tergoda untuk melakukan hal lain di waktu senggang, salah satunya ya begini ini…blogwalking….download-download lagu….maen sama Alin….masak (cieee….gaya amat ini mah yang terakhir 🙂 ). Dengan kondisi beginian, buku-buku itu tetap tertata rapi dan tidak tersentuh.

Nah, entah kesambet apa, muncul deh kesadaran saya untuk harus menata & membiasakan kembali kegiatan membaca. Kenapa harus ditata lagi? Karena eh karena ….

1. Supaya saya terbiasa membaca lagi, sehingga otak dan pikiran tetap terasupi dengan baik dan siapa tahu bisa mengurangi penyakit saya yang easy come easy go…a.k.a pelupa akut 😀

2. Supaya Alin juga terbiasa untuk membaca. Di umurnya sekarang, Alin sedang menjelma menjadi plagiator ulung! Apapun yang dia lihat orang lain lakukan, pasti dia akan ingin sekali mengikutinya. So, sebagai emak yang teladan budiman handai tolan, harus kasih contoh yang baik, salah satunya dengan membaca. Psstt, karena hobby saya yang suka beli-beli buku baru, koleksi buku Alin yang masih tertata rapi ngga kalah tingginya dengan punya saya 🙂

3. Pengisi waktu perjalanan rumah – kantor sehari-hari. Sebagai customer tetap Bang Daiat (singkatan dari Daiatsu a.k.a Daihatsu), sehari-hari perjalanan ke kantor (yang saya tempuh antara 45 – 60 menit) dilalui dengan duduk anteng dan terkadang pakai acara merem mengantuk juga… Ngga produktip sodara-sodara…. Makanya sekarang mulai dibiasain duduk anteng sambil baca buku 🙂

4. Supaya kelihatan intelek aja gitu, kemana-mana bawanya buku…. *tepok jidat tetangga*

Alasan-alasannya simple saja kan?

Untuk menjalankan resolusi yang satu ini, tentunya saya perlu sesuatu yang bisa memonitor / melakukan kontrol kegiatan ini. Akhirnya saya sign up di portal yang ini.

Di goodreads, salah satu programnya adalah Reading Challenge. Jadi, kita diminta untuk menentukan tujuan (goal setting) berapa buku yang akan kita baca dalam 1 tahun ini. Lalu kita bisa update tentang buku yang rencana akan kita baca, buku yang saat ini sedang dibaca dan buku apa saja yang sudah dibaca. Nanti akan muncul prosentase gitu. Kita bisa menuliskan resensi buku dan memberikan rating terhadap buku yang sudah kita baca. Kita juga bisa membaca komentar-komentar dari team member yang lain. Seru kan?

Saya gabung di goodreads awal Januari 2012 dan sampai dengan sekarang, sudah 4 buku yang selesai saya baca. Yayy!!! Buku yang pertama kali saya selesaikan judulnya “2” karya Donny Dhirgantoro. Setelah itu ketawa ketiwi bersama bukunya Indra Herlambang (Kicau Kacau) dan bukunya Raditya Dika (Manusia Setengah Salmon). Buku terakhir yang saya selesaikan sore ini adalah Notes From Qatar punyanya Muhammad Assad. Untuk buku Kicau Kacau sudah saya posting di sini beberapa minggu yang lalu. Nah, buku yang sedang saya baca saat ini judulnya Klub Film. Seperti apa ceritanya? Nanti saya posting setelah kelar bacanya ya…. 😀

Happy reading everyone…. 🙂

Butterfly on my stomach……Go away!!

Huwaaaa….awal tahun yang menguras energi!

Kata orang bijak, tidak ada yang pasti di dunia ini… Yang pasti adalah PERUBAHAN! Setuju….saya setuju…. Namanya orang hidup pasti berubah, kalau ngga berubah mah ngga ada bedanya sama yang sudah mati kan…

Begitu juga di kehidupan saya awal tahun ini. Banyak perubahan yang (sedang) terjadi, baik di kehidupan pribadi, pekerjaan dan organisasi. Secara menurut DISC, saya adalah tipe Peacemaker (SC) – orang yang sangaaaaaddd menyukasi comfort zone – jadilah saya orang yang tidak begitu nyaman dengan perubahan.

Pemikiran-pemikiran skeptis saya suka berkeliaran tiba-tiba. padahal sudah tahu tuh teori menghadapi perubahan dan beberapa kali menjadi agent of change. Teteuuup euy….kupu-kupu beterbangan di dalam perut saya. Tidak nyaman! *sigh*

Btw, it’s just a little self talk 🙂

Berusaha berdamai dengan kupu-kupu yang sedang “beterbangan” itu 🙂

Kicau Kacau-nya Indra Herlambang

Saya termasuk tipe orang yang suka mengkoleksi buku. Hobby sekali membeli buku tetapi….jarang-jarang yang bisa eksekusi tuntas membacanya. Masih banyak buku-buku berplastik di rak buku saya :p

Nah, sekitar 6 bulan terakhir saya berusaha untuk disiplin membaca, yah…paling tidak 1 bulan 1 buku terbaca. Hasilnya lumayan lah….buku berplastiknya mulai berkurang he..he..he.. Buku-buku yang sudah saya baca akan saya review di blog ini ya….dalam urutan yang random :p

Buku terakhir yang saya baca di bulan Januari 2012 ini adalah bukunya Indra Herlambang yang berjudul Kicau Kacau — Curahan Hati Penulis Galau. Awalnya saya lihat buku ini di pertengahan tahun 2011. Eye-catch sekali buku ini, dengan sampul warna kuning terang dan gambar Indra berpakaian burung…. Tergoda buat ngambil, tapi masih bertanya-tanya seperti apa isinya? Jangan-jangan sama kayak bukunya Raditya Dika — ngocol n curhat ngga jelas gitu hehehe…. (tapi saya suka tulisannya Dika lho….benar-benar menghibur *bukan untuk sesuatu yang harus dicermati serius itu mah*). Dan akhirnya baru nyomot bukunya Indra di akhir tahun 2011 kemarin!

Apakah langsung saya baca? Tentunya….TIDAK! Masih ngantri dulu sama buku 2 nya Donny Dhirgantoro 🙂 *kapan-kapan saya tulis review buku 2 nya Donny di sini ya…*

Dan akhirnya baru sekitar minggu lalu saya baca buku Kicau Kacau ini.

Oww….oww….oww…., ternyata saya salah mengira.

Orang yang cukup kritis dengan pemikiran yang oke, saya rasa. Di buku ini, Indra menceritakan tentang kehidupannya, pengamatan terhadap lingkungan di sekitarnya, tentang keluarga….so daily life… Saya jadi berasa melihat kehidupan sehari-hari dengan baca buku ini. Terbagi menjadi 4 bagian (life style, relationship, Jakarta, family), semua kisah adalah nyata Indra. Nyata dia alami, nyata dia rasakan, nyata dia amati dan nyata dia pikirkan. Sekarang saya cuplik 1 kisah dari setiap bagian itu yang paling “nendang” buat saya 😀

Di bagian life style, salah satu tulisan berjudul “Kacamata Tiga Dimensi di Hidung, Klepon Lezat di Mulut”. Tulisan ini bercerita tentang Indra yang bertanya-tanya kenapa cemilan (sepertinya) menjadi barang wajib kalau kita nonton? Kalau kita perhatikan di sekitar kita (dan diri kita sendiri ya…), memang seperti itu kan? Padahal ngga ada tuh pakemnya, kalau nonton wajib ngemil…hehehe… Nah, si Indra kasih contoh waktu dia nonton bioskop 3D sama temannya, pas tengah-tengah nonton, si teman nawarin klepon gitu ke Indra…widiiiwww….ada yang bawa klepon ke bioskop euy…. 😀  Cerita ini juga mengena buat saya karena saya jadi teringat cerita salah seorang sahabat saya yang pernah bawa ikan asin goreng buat camilan nonton bioskop! Indraaaa…..temanku ada yang lebih dasyat lagi ini, bawanya ikan asiiiinn….. 😀

Di bagian relationship, salah satu tulisannya berjudul “Satu Telunjuk untuk Menjawab Banyak Pertanyaan”. Intinya sih bercerita kelakukan orang-orang “kepo” kalau lihat ada orang lain makan di food court sendirian, nonton bioskop sendirian, liburan ke luar negeri sendirian — dan biasanya akan langsung menunjukkan ekspresi wajah dahi berkerut, pandangan heran seakan bertanya, “Sendirian???” Aiiiihhh…memang kepo sekali mah kalau begitu 🙂 Dan sekali lagi, tulisan ini mengingatkan saya pada sahabat saya yang di atas tadi….hehehehe….

Di bagian ketiga tentang Jakarta, Indonesia dan Kesehatan Jiwa, ada tulisan berjudul “#Indonesiaunite”. Naaaahh…kalau yang ini juga pernah dibahas sama Pandji Pragiwaksono di buku Nasional.is.me. Tulisan ini bercerita tentang kejadian bom kuningan 2009 lalu. Hashtag twitter ini memang mengguncang pemuda Indonesia saat itu, membakar semangat untuk menunjukkan ke dunia bahwa Indonesia tidak takut terhadap teroris, bahwa Indonesia akan melawan teroris. #Indonesiaunite ini seakan / semacam menjadi sumpah pemuda zaman sekarang 🙂

Nah…di bagian terakhir yang ber-genre tentang keluarga, semua tulisannya “nendang” sekali buat saya. Ada cerita tentang “salim” (menyalami orang tua dengan cium tangan), ada tentang injak-injak badan ayah&ibu (dan sama Indra….,saya juga dulu termasuk yang malaaaasss sekali kalau sudah disuruh injak-injak dan…cabut uban…hehehe…), ada tentang bapak yang masih begadang nungguin anaknya pulang (I’ve been there…) dan lain-lain…. Saya jadi agak berkaca-kaca membaca bab terakhir buku ini.

Overall, saya suka buku ini. It’s all so real…. 🙂