Praja Muda Karana

Selamat Hari Pramuka!!

Telat euy postingannya tapi ngga apa apa lah ya, masih tetap pada semangat dirgahayu nya Praja Muda Karana πŸ™‚

Kenapa saya semangat banget dengan hari Pramuka?

Yup, saya semangat karena jadi ingat zaman ‘keemasan’ aktif di Pramuka ketika masih duduk di bangku SMP dan SMA. Bukan hanya aktif pas kelas 1 nya saja ya (which is dulu Pramuka adalah ekskul wajib buat setiap siswa kelas 1 kan…..), tapi juga berlanjut ke kelas 2 dan 3.

Pas SD sih ikutan Pramuka nya biasa saja, senang bisa main-main sama teman, ikutan persami di sekolah dan seseruan (baca: merinding disko) kalau sudah waktunya jerit malamΒ  πŸ˜€

Nah, pas SMP, ceritanya saya pindahan sekolah nih (kenaikan kelas 1 ke kelas 2). Di sekolah baru, teman baru, lingkungan baru, pelajaran baru (saya pindah dari sumatera ke jawa tengah yang TERNYATA ada pelajaran bahasa Jawa sebagai muatan lokal….. *sigh*), membuat saya ekstra beradaptasi. Beruntungnya saya bertemu dengan teman-teman yang baik, salah satunya bernama Ayiek. Dari Ayiek lah, saya kemudian diajak untuk ikutan ekskul Pramuka dan mulai aktif di bidang itu. Masa-masa Pramuka di SMP memang lebih menarik daripada waktu SD. Acara Persami tetap dilakukan di sekolah tetapi kita ada games Mencari Jejak dimana semua regu berlomba-lomba menyelesaikan tugas dan membaca sandi di setiap pos untuk menuju pos-pos berikutnya. Menariknya kegiatan Pramuka masa SMP mungkin juga karena saya bertemu dengan teman-teman baru yang mengasyikan πŸ™‚

Lepas SMP, masuklah ke SMA. Saya menjalani Pramuka di kelas 1 sebagai ekskul wajib. Gojlokan Persami buat kelas 1 mulai terasa lebih ‘seram’ buat saya. Lebih ke penempaan mental kalau yang saya rasakan. Saya bukan orang yang pemberani, namun tempaan-tempaan itu entah bagaimana membuat saya semakin tertarik dengan ekskul ini. Rasa kebersamaan juga terasa kental di setiap kegiatan (semacam esprit de corps yang saya juga dapatkan di UKM Marching Band ketika kuliah nantinya). Ketertarikan ini yang membuat saya meneruskan ekskul Pramuka di kelas 2.

Tidak hanya aktif di Gugus Depan SMA, saya juga mulai tertarik untuk bergabung di Pramuka Teritorial (Gugus Depan Pramuka yang tingkatnya ada di Kabupaten/Kotamadya – menghimpun Gudep-Gudep dari sekolah-sekolah se Kabupaten/Kodya). Di Pramuka Teritorial ini saya mendapatkan lebih banyak wawasan dan tempaan tentunya sampai akhirnya pada kelas 2 SMA, saya dipercaya menjadi Pradana Putri di sana. Pradana adalah istilah untuk ketua di organisasi Pramuka. Setiap Gudep memiliki 2 ambalan, ambalan putra dan ambalan putri, sehingga ketuanya pun ada 2, Pradana Putra dan Pradana Putri.

Selama masa aktif di kepengurusan ambalan, saya pun sempat ikutan di Satuan Karya (Saka) Bhayangkara. Jadi, di beberapa instansi departemen juga memiliki semacam Pramuka yang dikelola oleh instansi departemen tersebut yang bernama Saka. Misalnya Saka Bakti Husada milik Dinas Kesehatan, Saka Bahari milik Kelautan, Saka Wanabakti milik Dinas Kehutanan dan beberapa lainnya. Nah, Saka Bhayangkara ini adalah Saka milik Kepolisian. Jadilah kami yang aktif di Saka Bhayangkara juga diajari tentang sistem keamanan di masyarakat, pengaturan lalu lintas dan lain-lain. Oh iya, kalau pas lagi lebaran ataupun natal, biasanya kan sering kita lihat ada anak-anak muda berseragam Pramuka ikut mengatur lalu lintas didekat posko-posko polisi, yup, mereka adalah anggota Saka Bhayangkara yang bertugas membantu pengaturan lalu lintas. Yup (lagi), saya pernah juga bertugas yang sama saat itu πŸ™‚ (notes: buat saya, ngga gampang lho meniup peluit dengan benar πŸ˜€ )

Pramuka banyak berperan membentuk pribadi saya menjadi lebih terbuka, berhati-hati, percaya diri dan tentunya menambah banyak wawasan dan pertemanan. Menyenangkan sekali pernah menjadi bagian dari kegiatan-kegiatan itu πŸ™‚

“Kami Pramuka Indonesia…..
manusia Pancasila…..
setiaku kudharmakan….
dharmaku kubaktikan….
agar jaya Indonesia…..Indonesia tanah airku…..
kami jadi pandumu…..” (hymne Pramuka)

Brokoli Putih – Percakapan Absurd

Setting : Lebaran hari ketiga di sebuah pasar rakyat di Pekalongan. Ada saya, Alin, ayahnya Alin dan eyang putrinya Alin.

Saya (B) : “Ayah, coba tolong lihatkan di kios yang sana, ada brokoli ngga? Di (kios) sini ngga ada.”
Ayah (A) : (sambil menggendong Alin beranjak menuju kios yang saya tunjuk)
B : (bersama eyang putri masih sibuk memilih kentang dan tempe)
A : (datang mendekat)
B : “Brokolinya ada disana?”
A : “Ada, brokoli warna putih, sama kayak brokoli yang ini” (menunjuk di kios tempat saya bertransaksi)
B : “Owalah, itu kembang kol, bukan brokoli Ayah…..” πŸ˜€ πŸ˜€

Kedepannya, untuk pelajaran sayur mayur sama Bunda saja ya Alin daripada nanti muncul istilah brokoli putih….hahahaha…… πŸ˜€

Bulan Juli Kemarin…..

*elap-elap blog yang berdebu karena selama bulan Juli kemarin ngga kesentuh*

Bulan Juli kemarin…..

Si anak kecil menutup masa playgroup nya dengan kostum terong di pesta kostum tutup tahun ajaran πŸ˜€ Yup, tahun ajaran kemarin ditutup dengan acara pesta kostum. Anak-anak diminta untuk memakai kostum yang berhubungan dengan sayur-sayuran. Tentunya para emak-emak bahagia ini ikutan heiboh aja gitu. Untung saja Mak Anggie punya kenalan penjahit yang mau dimintai tolong buat prepare kostum, dan alin pun kebagian kostum terong, serba unyuuuu…. πŸ˜€ Sebelum liburan dimulai, pembagian Laporan Perkembangan Anak pun dilakukan sekaligus miss Iin (guru kelompoknya Alin) pamitan karena beliau akan berhenti bekerja untuk mengurus Raesha, putranya. Sempat ikutan mbrambang bombay juga secara selama setahun terakhir beliau sudah berperan banyak juga di perjalanannya Alin.

Bulan Juli kemarin…..

Akhirnya kesampaian juga buat liburan bertiga ke Pulau Dewata. Mepet banget waktunya antara Alin mulai liburan dengan awal bulan puasa. Tapi syukurlah bisa dieksekusi juga. Cerita tentang liburan akan ada di postingan terpisah ya….

Bulan Juli kemarin…..

Kami memasuki bulan Ramadhan, menjalankan ibadah puasa. Alin belum ikutan puasa tapi kadang suka ikut kebangun kalau pas sahur πŸ™‚ Entah kenapa, Ramadhan tahun ini terasa lebih cepat dengan kegiatan yang ketat juga. Beberapa jadwal keluar kota tetap dilakukan. Lalu si anak kecil mulai ikutan belajar mengaji di masjid, walaupun belum rutin setiap hari πŸ™‚

Bulan Juli kemarin…..

Saya kembali riweuh urusan ART. Yup, si mbak pulang karena anaknya sudah tidak ada yang momong. Sempat mendapat “pinjaman” ART dari mbak ipar sampai akhirnya saya memutuskan memakai jasa infal yang mahalnya ampun-ampun *sigh*. Masa-masa bulan puasa begini memang biasanya agak paceklik urusan pencarian ART. Nanti setelah lebaran, biasanya baru akan lebih mudah karena kemungkinan para ART yang mudik dari ibukota dan tidak mau kembali ke ibukota. Hari ini infal saya mudik ke wonosobo, so status quo starting from now!

Bulan Juli kemarin…..

Beberapa perubahan tugas dan tambahan tanggung jawab baru di pekerjaan membuat saya beradaptasi lebih lagi. Secara saya ini pencinta stabilitas, jadi memang relatif perlu waktu ekstra untuk bisa adaptasi dengan hal baru. Rasa ragu apakah saya mampu atau tidak terkadang muncul di awal-awal bulan kemarin, namun semakin kemari, alhamdulillah semakin berkurang. Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan baik πŸ™‚

Bulan Juli kemarin…..

Keriuhan situasi-situasi di atas membuat saya tidak sempat posting blog ataupun blogwalking (tapi masih sempat mainan candy crush aja gitu—pelarian stress instan itu mah hehehehe……). Makanya saya mendorong diri untuk posting ini supaya hiatusnya ngga kelamaan πŸ˜›