Rindu

Detik ini saya rindu….
….bercerita tentang si anak kecil di sini
….hunting foto untuk ikutan weekly photo challenge
….atau sekedar share video clip favorit

Detik ini saya rindu….
….blogwalking ke blog-blog sebelah
….menyapa dan meninggalkan jejak komentar di blog tetangga
….atau sekedar mengagumi isi blog tetangga

Ehmm…., saya rindu nge-blog!
Mungkin saya harus kembali memulainya sebagai salah satu penyeimbang hidup saya saat ini πŸ™‚

Pentatonix

PENTATONIX!!!

Hehehe….lagi suka sama group acapella asal Texas ini πŸ™‚

Beranggotakan 5 orang, Scott Hoying, Kirstie Maldonado, Mitch Grassi, Avi Kaplan (sang empunya suara bass yang oke banget) dan Kevin Olusola (si jago beatboxing). Sudah beberapa lagu yang mereka covered dengan gaya acapella yang unik. Suka deh!! πŸ™‚

Berikut beberapa cover mereka yang saya suka :))

Royals

 

Happy

 

Medley Beyonce

 

Medley NSYNC

 

Yay!!!

Happy Anniversary…..

….with wordpress.com…. πŸ˜€ πŸ˜€

Lama ngga nge-blog (baik posting maupun blogwalking), tiba-tiba dapat notifikasi begitu tuh…..selamat ulang tahun yang ketiga katanya si wordpress mah πŸ˜€ *kelihatan banget masih piyik nya blog ini*

Well, hello blog….. *sambil usap-usap blog yang berdebu karena kelamaan didiemin*

Semoga saya cepat bangun dari fase hibernasi ini yaaaah…… πŸ™‚ πŸ™‚

Safety card….safety flight

ready for take off

Ini adalah kali kedua aku naik pesawat terbang.

Sama seperti pengalaman yang pertama, aku masih suka mengamati kertas yang terselip di kantong kursi depanku.

Gambar-gambarnya banyak, aku suka.

Ada tulisan-tulisannya juga sih, tapi aku belum mengerti karena aku belum bisa membaca.

Karena aku tidak mengerti, aku bertanya ke Bunda dan Bunda menerangkan satu persatu gambar yang ada disana.

Cerita yang aku ingat ada tentang seat belt, pelampung, masker, pintu pesawat dan lampu.

Semua tentang keselamatan penumpang, kata Bunda.

Bunda bilang padaku untuk selalu melihat kertas itu setiap kali aku naik pesawat terbang.

Lalu Bunda juga berpesan padaku untuk selalu memperhatikan bila oom dan tante pramugari memperagakan sesuatu sebelum terbang

Aku masih belum mengerti mengapa aku harus membaca kertas itu dan kenapa aku perlu memperhatikan oom dan tante pramugari

Yang aku tahu, apa yang Bunda katakan padaku pasti baik untukku. Mungkin nanti kalau aku sudah jadi kakak TK B, aku akan mengerti.

Sambil menunggu aku jadi kakak TK B, aku akan mengikutinya.

*postingan ini diikutkan pada project #PeopleAroundUs nya @aMrazing *

Praja Muda Karana

Selamat Hari Pramuka!!

Telat euy postingannya tapi ngga apa apa lah ya, masih tetap pada semangat dirgahayu nya Praja Muda Karana πŸ™‚

Kenapa saya semangat banget dengan hari Pramuka?

Yup, saya semangat karena jadi ingat zaman ‘keemasan’ aktif di Pramuka ketika masih duduk di bangku SMP dan SMA. Bukan hanya aktif pas kelas 1 nya saja ya (which is dulu Pramuka adalah ekskul wajib buat setiap siswa kelas 1 kan…..), tapi juga berlanjut ke kelas 2 dan 3.

Pas SD sih ikutan Pramuka nya biasa saja, senang bisa main-main sama teman, ikutan persami di sekolah dan seseruan (baca: merinding disko) kalau sudah waktunya jerit malamΒ  πŸ˜€

Nah, pas SMP, ceritanya saya pindahan sekolah nih (kenaikan kelas 1 ke kelas 2). Di sekolah baru, teman baru, lingkungan baru, pelajaran baru (saya pindah dari sumatera ke jawa tengah yang TERNYATA ada pelajaran bahasa Jawa sebagai muatan lokal….. *sigh*), membuat saya ekstra beradaptasi. Beruntungnya saya bertemu dengan teman-teman yang baik, salah satunya bernama Ayiek. Dari Ayiek lah, saya kemudian diajak untuk ikutan ekskul Pramuka dan mulai aktif di bidang itu. Masa-masa Pramuka di SMP memang lebih menarik daripada waktu SD. Acara Persami tetap dilakukan di sekolah tetapi kita ada games Mencari Jejak dimana semua regu berlomba-lomba menyelesaikan tugas dan membaca sandi di setiap pos untuk menuju pos-pos berikutnya. Menariknya kegiatan Pramuka masa SMP mungkin juga karena saya bertemu dengan teman-teman baru yang mengasyikan πŸ™‚

Lepas SMP, masuklah ke SMA. Saya menjalani Pramuka di kelas 1 sebagai ekskul wajib. Gojlokan Persami buat kelas 1 mulai terasa lebih ‘seram’ buat saya. Lebih ke penempaan mental kalau yang saya rasakan. Saya bukan orang yang pemberani, namun tempaan-tempaan itu entah bagaimana membuat saya semakin tertarik dengan ekskul ini. Rasa kebersamaan juga terasa kental di setiap kegiatan (semacam esprit de corps yang saya juga dapatkan di UKM Marching Band ketika kuliah nantinya). Ketertarikan ini yang membuat saya meneruskan ekskul Pramuka di kelas 2.

Tidak hanya aktif di Gugus Depan SMA, saya juga mulai tertarik untuk bergabung di Pramuka Teritorial (Gugus Depan Pramuka yang tingkatnya ada di Kabupaten/Kotamadya – menghimpun Gudep-Gudep dari sekolah-sekolah se Kabupaten/Kodya). Di Pramuka Teritorial ini saya mendapatkan lebih banyak wawasan dan tempaan tentunya sampai akhirnya pada kelas 2 SMA, saya dipercaya menjadi Pradana Putri di sana. Pradana adalah istilah untuk ketua di organisasi Pramuka. Setiap Gudep memiliki 2 ambalan, ambalan putra dan ambalan putri, sehingga ketuanya pun ada 2, Pradana Putra dan Pradana Putri.

Selama masa aktif di kepengurusan ambalan, saya pun sempat ikutan di Satuan Karya (Saka) Bhayangkara. Jadi, di beberapa instansi departemen juga memiliki semacam Pramuka yang dikelola oleh instansi departemen tersebut yang bernama Saka. Misalnya Saka Bakti Husada milik Dinas Kesehatan, Saka Bahari milik Kelautan, Saka Wanabakti milik Dinas Kehutanan dan beberapa lainnya. Nah, Saka Bhayangkara ini adalah Saka milik Kepolisian. Jadilah kami yang aktif di Saka Bhayangkara juga diajari tentang sistem keamanan di masyarakat, pengaturan lalu lintas dan lain-lain. Oh iya, kalau pas lagi lebaran ataupun natal, biasanya kan sering kita lihat ada anak-anak muda berseragam Pramuka ikut mengatur lalu lintas didekat posko-posko polisi, yup, mereka adalah anggota Saka Bhayangkara yang bertugas membantu pengaturan lalu lintas. Yup (lagi), saya pernah juga bertugas yang sama saat itu πŸ™‚ (notes: buat saya, ngga gampang lho meniup peluit dengan benar πŸ˜€ )

Pramuka banyak berperan membentuk pribadi saya menjadi lebih terbuka, berhati-hati, percaya diri dan tentunya menambah banyak wawasan dan pertemanan. Menyenangkan sekali pernah menjadi bagian dari kegiatan-kegiatan itu πŸ™‚

“Kami Pramuka Indonesia…..
manusia Pancasila…..
setiaku kudharmakan….
dharmaku kubaktikan….
agar jaya Indonesia…..Indonesia tanah airku…..
kami jadi pandumu…..” (hymne Pramuka)

Brokoli Putih – Percakapan Absurd

Setting : Lebaran hari ketiga di sebuah pasar rakyat di Pekalongan. Ada saya, Alin, ayahnya Alin dan eyang putrinya Alin.

Saya (B) : “Ayah, coba tolong lihatkan di kios yang sana, ada brokoli ngga? Di (kios) sini ngga ada.”
Ayah (A) : (sambil menggendong Alin beranjak menuju kios yang saya tunjuk)
B : (bersama eyang putri masih sibuk memilih kentang dan tempe)
A : (datang mendekat)
B : “Brokolinya ada disana?”
A : “Ada, brokoli warna putih, sama kayak brokoli yang ini” (menunjuk di kios tempat saya bertransaksi)
B : “Owalah, itu kembang kol, bukan brokoli Ayah…..” πŸ˜€ πŸ˜€

Kedepannya, untuk pelajaran sayur mayur sama Bunda saja ya Alin daripada nanti muncul istilah brokoli putih….hahahaha…… πŸ˜€