Trip to Jekardah – a short weekend gateaway

— late post —

Setelah usai membaca buku biografinya Pak Jonan, sang direktur KAI, saya pun tergelitik untuk menggunakan kembali fasilitas kereta api, sambil memberikan pengalaman ber-kereta api ke Alin, si anak kecil. Kami pun mencuri-curi salah satu weekend di bulan Januari kemarin untuk bepergian dengan kereta api πŸ™‚ Judulnya “a short weekend getaway

12/01/14

Alin tanpa pakai acara rewel bangun dengan sukarela ketika saya bangunkan dia di jam 03.00. Iyah, jam 03.00 pagi, karena jadwal kereta berangkat jam 05.30. Dengan semangat pula, byar byur mandi dan berpakaian. Kami bepergian bertiga, saya, Alin dan Adit, adik saya. Ayahnya Alin sudah menunggu di Jakarta sementara Uti akan menyusul dari Semarang dengan menggunakan kendaraan sendiri (kebetulan juga akan mengantar Eyang Buyut yang lebih suka perjalanan darat menggunakan mobil).

Kereta Agro Muria berangkat tepat waktu! Pada awal perjalanan, ada sambutan dari crew KA kepada penumpang melalui pengeras suara yang ada di masing-masing gerbong. Sambutannya mirip dengan ketika pramugari melakukan safety demo di pesawat terbang (tanpa safety demo tentunya πŸ™‚ ). Feel different!

Bagaimana si anak kecil sepanjang perjalanan? Sampai dengan stasiun Tegal, masih enjoy lah dia, setelah itu mulai gelisah. “Masih lama ngga Bunda, sampainya?”, “Masih berapa menit lagi sampai di Jakarta?”, “Ini sudah mau sampai ya Bunda?”, pertanyaannya seputaran hal yang sama dan berkali-kali πŸ˜€ Lepas dari stasiun Cirebon pun saya memintanya untuk tidur. Awalnya dia menolak, tetapi the power of emak, “memaksa” dia untuk rebahan….dan tidur beneran deh! Lha iya lah yaw, bangun jam 3 pagi, sekitar jam 10.30 sudah pasti kantuknya πŸ™‚

20140112_102342Sekitar pukul 12.00, kereta api tiba di stasiun Gambir. Si Ayah sudah menunggu di stasiun, makan siang di Soto Kriuk di stasiun lalu kami pun langsung capcus ke hotel. Saya memilih hotel Ibis Tamarin yang relatif dekat kemana-mana (baca: 7 eleven, emak-emak yang sangat butuh dekat dengan minimarket πŸ˜€ ). Ibis Tamarin juga menjadi pilihan karena dekat dengan Sabang dimana kamu mau makan apa saja, ada di sana πŸ˜€ Tiba waktu makan malam, saatnya berkeliaran di jalan Sabang.Β Kopitiam Oey tentu tidak bisa saya lewatkan πŸ™‚

Roti Telor Belanda @ Kopitiam Oey

Roti Telor Belanda @ Kopitiam Oey

20140112_171456

Anak kecil dengan Milo Dinosarus-nya

13/01/14

Si Ayah ulang tahun hari ini! Tapi acara tiup lilinnya mau dilakukan di rumah Eyang Buyut di Rawamangun. Pagi setelah sarapan, kami pun pergi menuju Rawamangun. Acara tiup-tiup lilin cantik, hari ini kami akan berpetualang ke…. Taman Mini Indonesia Indah!!! Yay! Terakhir kali saya ke TMII pada saat study tour SMA, 18 tahun yang lalu aja gitu. Jadi penasaran seperti apa TMII yang sekarang.

Alhamdulillah, lalu lintas padat lancar. Tiba di TMII jam 10.00. Wahana pertama yang kami kunjungi adalah Kereta Gantung yang mengitari TMII. Tidak perlu ditanyakan lagi bagaimana riangnya Alin naik kereta gantung.

20140113_103850Setelah menikmati satu putaran kereta gantung, kami kemudian mulai menjelajahi anjungan-anjungan nusantara. Salah satu anjungan yang menarik perhatian adalah anjungan Sumatera Barat. Yup, rumah gadang nya yang tampak megah pernuh warna benar-benar eye catching sekali.

20140113_110402 20140113_110633

Kemudian kami melanjutkan kunjungan ke Istana Anak. Di dalam istana, ada semacam pendopo atau aula yang biasanya dipakai untuk atraksi pertunjukan. Hanya saja pada waktu kami di sana, tidak ada jadwal pertunjukan. Di Istana Anak juga terdapat museum wayang.

20140113_111713 20140113_112340

Tempat terakhir yang kami kunjungi sebelum pulang adalah Museum Ilmu Pengetahuan & Teknologi. Alin tertarik sekali ketika berkunjung di museum ini. Di beberapa spot di halaman museum terdapat alat-alat peraga sains yang menarik buat anak-anak. Tidak terkecuali Alin tentunya πŸ™‚ Pengunjung hari itu tidak terlalu ramai sehingga kami lebih leluasa untuk mencoba bereksperimen dengan peraga-peraga yang disediakan.

20140113_121755Tidak semua wahana kami kunjungi di TMII karena waktu yang sudah terlalu siang dan Uti pun harus segera menemani Eyang Buyut. Lain waktu, rasanya bisa dijadwalkan kembali kunjungan ke TMII nya πŸ™‚

14/01/14

It’s time to go home….

Si Ayah tetap tinggal di Jakarta, sementara kami pulang menuju Semarang dengan menggunakan mobil (yang dibawa Uti saat berangkat sebelumnya). Sempat mampir beli telur asin di Brebes πŸ™‚ dan mampir bertemu Eyang di Pekalongan sebelum akhirnya tiba di rumah.

Very short weekend gateaway and we’re sooo happy… πŸ™‚

Advertisements

Rayuan Pulau Dewata

Postingannya telat euy…… πŸ˜€

Mau cerita-cerita liburan kenaikan kelas kemarin. Liburan kemarin sudah kami rencanakan dari awal tahun. Kalau biasanya liburan keluarga di bulan November (bertepatan dengan ulang tahunnya si anak kecil), mulai tahun ini, bakalannya sih ikut aliran mainstream. Liburan di bulan Juni-Juli pas liburan anak sekolah, secara Alin sudah mulai sekolah kan yah πŸ™‚

Akhirnya tahun ini, kami bisa mengeksekusi liburan ke Pulau Dewata πŸ˜€ Berikut cerita perjalanannya…

Day 1 – 03/07/13

Berhubung bakalan terbang berdua dengan Alin (si Ayah berangkat langsung dari Palembang ke Bali), saya pun memilih penerbangan langsung dari Semarang ke Bali yang notabene hanya ada 1 maskapai, yaitu Wings Air pagi. Berangkat pukul 06.00 dari Semarang, tiba di Ngurah Rai pukul 09.40 waktu sana. Kami dijemput Pak Ardhika (rental mobil langganan kantor si Ayah) lalu mencari tempat untuk sarapan pagi. Sarapan pagi ini penuh nuansa paksaan karena Alin sedang ngantuk hebat (dia bangun pukul 03.00 soalnyah :D) sehingga semakin sulit untuk makan. Selesai sarapan, kami pun menuju ke toko Krisna πŸ˜€ Yeeep….belum apa-apa sudah cari oleh-oleh aja gitu yah. Pertimbangannya sih lebih karena saya tidak mau repot di hari terakhir untuk cari oleh-oleh. Lagipula penerbangan si Ayah baru tiba pukul 12.30, jadi putar-putarnya di sekitaran bandara saja πŸ™‚

Nah, begitu kita masuk ke halaman toko Krisna, si anak kecil langsung sumringah. Gara-gara apa? Patung Krisna!! Serial Little Krisna adalah salah satu film kesukaannya Alin. Jadi selama di toko Krisna, Alin cengar cengir senang melihat banyak patung dan foto Krisna bertebaran. Ngga ketinggalan pula untuk foto di patung Krisna yang di depan dong yah πŸ˜€

Krisna

Setelah menjemput Ayah, kami pun menuju ke penginapan terlebih dahulu untuk check in dan istirahat siang. Untuk penginapan kali ini, saya tertarik dengan promonya Kuta Central Park Hotel di area Kuta. Promo early bird nya sungguh menawan bagi emak-emak seperti saya ini πŸ˜€ Lokasinya bukan di pusat Kuta sehingga suasananya tenang. Kamarnya cukup luas dan bersih. Kebetulan kami mendapatkan kamar tepat di depan kolam renang. Disana juga tersedia playground yang tertata apik. Sarapan pagi nya pun cukup enak ditambah dengan pelayanan hotel yang ramah dan menyenangkan.

KCP 1

KCP Playground

KCP 2

Siang itu saya berharap Alin bisa tidur siang (karena dari bangun dini hari, dia belum tidur sama sekali) tapi harapan tinggal harapan. Alin sangat excited, bersemangat dengan liburannya kali ini sehingga berulang kali bertanya kapan mau jalan-jalannya πŸ˜€

Sekitar jam 4 sore, kami pun beranjak dari hotel mencoba mengejar matahari tenggelam di Tanah Lot. Ternyata oh ternyata, jalanannya macet banget. Setelah menempuh separoh jalan, si anak kecil mulai gaduh gelisah karena tidak segera sampai. Sempat tergoda untuk kembali ke Kuta saja dan membatalkan tujuan Tanah Lot, tapi kok sayang juga yah kalau tidak jadi ke Tanah Lot. Akhirnya sembari tetap mengajak Alin bermain, perjalanan pun dilanjutkan.

Alhamdulillah, Tanah Lot masih rezeki kami untuk melihatnya. Suasana masih cukup terang. Tidak sampai turun ke Pura Tanah Lot karena battery si anak kecil mulai melemah. Alin sempat menangis ngambek karena berulang kali diminta Ayahnya untuk foto. Dia sedang bad mood πŸ™‚ Jadilah, foto-foto di Tanah Lot absen dari senyuman si anak kecil πŸ™‚ Kami tidak mendapatkan pemandangan matahari tenggelam yang oke karena langit setengahnya mendung. Walau begitu, rasanya sudah cukup senang bisa sampai di sini πŸ™‚

Sunset @ tanah lot

Ketika langit mulai menggelap, kami pun bergegas pergi dari Tanah Lot. Saatnya makan malam! Saya cukup penasaran dengan warung made dan berniat untuk mencobanya. Perjalanan kembali terasa lebih lama, merambat habis di jalanan πŸ˜€ Setelah kurang lebih 2 jam, kami tiba di Warung Made di Seminyak. Sempat khawatir tidak dapat tempat (karena situasinya sedang ramai dan bertepatan dengan jam makan malam), akhirnya tidak menunggu begitu lama, tersedia satu meja dengan 4 kursi di dekat panggung yang biasanya digunakan untuk pertunjukan tarian Bali. Bagaimana dengan makanan-makanannya? Saya waktu itu pesan banana pancake (yang ternyata size nya sepiring lebar) sementara Ayah pesan nasi goreng (yep! Jauh-jauh kesini, pesannya nasi goreng πŸ˜€ ). Rasa makanannya biasa saja yah buat lidah antik saya πŸ™‚ Pertunjukan tarian nya yang cukup menarik si anak kecil, sampai dia mendekat ke panggung dan jongkok di pinggir sambil menikmati tarian tradisional Bali itu πŸ™‚

Warung Made

============================================================================================

Day 2 – 04/07/2013

Si anak kecil tampaknya memang sangat bersemangat di liburan kali ini. Dia bangun pagi-pagi karena ingin mencoba playground yang ada di hotel. Saya menemaninya bermain sebentar sebelum kemudian mengajaknya mandi pagi dan sarapan. Hari ini, acaranya adalah bermain air πŸ˜€

Yep! Kami akan bermain di New Kuta Greenpark yang terletak di daerah Pecatu. Kenapa ngga main di waterboom yang di Kuta saja yang lebih dekat? Saya memang tidak memilih ke sana karena tiket masuknya mahal yaaaa….secara yang bakalan main cuma Alin sama Ayah dan palingan juga main cemplung-cemplung biasa serta pastinya tidak akan semua wahana dicoba, makanya emak yang bijaksana ini berpikir not worth it lah πŸ˜€ Atas petunjuk mbah gugel ketika saya mencari wahana air yang sesuai dengan kebutuhan kami (cieee….) muncullah nama waterboom yang ini πŸ™‚

Tempatnya apik dan tertata rapi. Di sana disediakan loker penyimpanan dan kamar ganti plus kamar mandi yang cukup banyak dan bersih. Terdapat pula saung-saung di seputaran kolam yang bisa disewa, hanya saja untuk fasilitas snack dan minuman tidak banyak pilihan. Hari itu, cuacanya terang dengan angin yang cukup kencang (sampai membuat beberapa payung meja goyah dan jatuh). Seperti yang diduga, Alin hanya bermain dengan menggunakan ban, naik turun tangga dan menunggu ember tumpah πŸ˜€ Setelah 1,5 jam, Alin minta mandi dan ganti baju.

NKG

NKG 2

Ketika kami berjalan menuju pintu gerbang keluar, ternyata kami mendapatkan ada wahana flying fox dan trampoline. Setengahnya penasaran, kami mampir ke wahana trampoline. Kebetulan saat tiba disana, sedang ada anak laki-laki yang bermain trampoline. Melihat dan mendengar jejeritan seru si anak laki-laki itu, Alin pun tertarik untuk mencoba trampoline. Eeaaa…..jadilah dia main trampoline πŸ˜€

trampoline

Nah, lepas dari New Kuta Greenpark ini, battery si anak kecil melemah. Kecapekan. Dia tidur sepanjang jalan kami menuju Uluwatu. Rencana awal, kami ingin menghabiskan waktu sampai sore di Uluwatu karena ingin melihat pertunjukan Tari Kecak. Namun ketika tiba di Uluwatu, Alin menjadi tambah rewel mengeluhkan rasa capeknya. Walhasil, saat kami berjalan menuju Pura Uluwatu, dia minta digendong, tidak mau jalan kaki. Bergantianlah saya dengan si Ayah menggendong Alin πŸ™‚ Tiba di Pura Uluwatu pun, kami tidak bisa terlalu lama. Alin kembali merengek ingin masuk di mobil. Rewel sekali lah dia sore itu 😦 Rencana menonton Tari Kecak rupanya harus ditunda dulu untuk trip berikutnya πŸ™‚

Dalam perjalanan kembali ke Kuta, kami melewati jalur Sanur. Iyah, saya pengen mencoba cupcake Beecup yang katanya enyaak. Sempat bingung juga mencarinya karena ternyata tempatnya kecil. Masuk ke cakeshop-nya, disambut ramah oleh mbak-owner-yang-saya-lupa-namanya. Di etalase cake, ada berbagai macam cupcakes dengan beraneka ragam rasa. Alin langsung menunjuk mau cupcake coklat! Setelah bingung mau pilih yang mana saja, kami keluar dari sana dengan membawa selusin cupcake aneka rasa πŸ™‚ Si anak kecil pun langsung melahap cupcake coklatnya di perjalanan πŸ™‚

beecup

nom nom

============================================================================================

Day 3 – 05/07/2013

Setelah kemarin bermain di air, hari ini kita akan bermain-main di…. KEBUN BINATANG! Yay!!!

Kebun binatang adalah satu lokasi yang wajib dikunjungi Alin setiap liburan. Kali ini, kami akan mengunjungi Bali Safari & Marine Park yang berada di daerah Gianyar.

Tiba di sana sekitar pukul 10 WITA. Cukup kesiangan sebetulnya gara-gara mesti ambil pesanan Pia Legong yang antriannya ampuuuuun banget! Saya dapat informasi pia Legong ini dari teman kantor yang mati-matian promosiin kalau ini adalah pia terlezat yang pernah ada πŸ˜€ Jadilah saya ikutan pesan disamping dia memang juga mau pesan. FYI, kami pesan melalui telepon tepat sebulan sebelum saya berangkat liburan. Dan memang seperti itulah seharusnya, pesan sebulan sebelumnya. Bersyukurlah saya mengikuti saran teman tadi karena ketika saya datang untuk mengambil pesanan pia, di depan tokonya, sudah mengular antrian orang yang akan membeli pia Legong secara langsung (semacam walk in customer gitu yah). Ada lebih dari 50 orang kalau dihitung. Dan sodara-sodara, tokonya baru buka belum ada 30 menit ituh *sigh* Rasanya pia Legong bagaimana? Silakan bisa mencoba sendiri-sendiri yaaaah…. *berbau sponsor* πŸ˜€ πŸ˜€

Setelah selesai urusan pia, barulah kami menuju ke Bali Safari. Setelah membeli tiket, kami kemudian masuk menuju shuttle kereta yang mengantarkan kami ke pos awal petualangan taman safari ini. Selain melihat-lihat binatang yang ada, kami juga sempat menyaksikan pertunjukan pengenalan binatang dan pertunjukan gajah. Alin cukup terkesima dengan gajah sehingga dia meminta untuk diperbolehkan memberi makan gajah. Kebetulan memang ada satu wahana yang memfasilitasi pengunjung untuk memberi makan gajah. Taman safarinya tidak terlalu besar (bila dibandingkan dengan Batu Secret Zoo di Malang) sehingga sekitar 1 jam, hampir semua binatang sudah kami lihat (kami tidak menjamah Mara River Safari Lodge yah).

bali safari

mamam gajah

Berkeliling dengan berjalan kaki membuat perut mulai bernyanyi. Dan di Uma Restaurant lah perut kami berlabuh he..he..he.. πŸ˜€ Uma Restaurant adalah salah satu pondok makan yang ada di Bali Safari. Kami memilih di Uma karena dekat dengan Fun Zone, yang akan kami datangi setelah makan siang.

Uma Resto

Usai makan, kami menuju Fun Zone, lokasi wahana-wahana permainan berada. Di sana terdapat climbing car, komedi putar, spinning coaster, flume ride dan water park. Alin sebenarnya berminat untuk bermain di water park, tetapi saya memang tidak sarankan karena hari sudah terlalu siang. Kalau memang mau main air, toh setelah ini, pantai Kuta sudah menanti πŸ™‚

Iyes! Pantai Kuta menjadi tujuan kami sore itu. Dan disinilah, Alin berpuas-puas ria bermain air sambil berusaha membuat istana dari pasir (dimana susah sekali yah bikin istana dari pasir basah hanya dengan menggunakan tangan πŸ˜€ )

Kuta

kuta 2

Puas bermain air, kami mampir di toko Joger dan mampir membeli nasi pedas Bu Andika yang berada tepat di depan toko Joger πŸ™‚ Yup, hari ketiga ditutup dengan huhahuha gara-gara nasi pedas itu πŸ˜€

joger

nasi pedas bu andika

==========================================================================================================

Day 4 – 06/07/2013

Liburan telah usaiiii…….

Hari ini kami harus meninggalkan pulau Dewata. Sebetulnya masih banyak lagi tempat yang ingin dikunjungi, tapi apa daya, waktu memang terbatas. Rasanya perlu dijadwalkan trip Pulau Dewata tahap 2 ini mah…. #kode hahahaha….. πŸ˜€

Untuk kepulangan, kami memilih penerbangan dari Denpasar menuju Yogyakarta. Jadi liburannya dilanjutkan dengan liburan di Yogyakarta selama …. 3 jam saja πŸ˜€ πŸ˜€

Tidak sabar menunggu liburan tahun depan….. πŸ˜€ πŸ˜€

Trip to Belitung Islands – 2

Day 2 – 10/05/13

Hari ini acara kami adalah……keliling-keliling pulau!!

Yup, kami akan seharian mengelilingi pulau dengan menggunakan kapal yacht sederhana πŸ˜€

Perjalanan diawali dari naik kapal di Tanjung Kelayang. Semua orang bergembira karena pagi ini cuaca sangat cerah dan berharap tetap terang sampai perjalanan kembali.

Sebetulnya jarak antar pulau di Belitung tidak terlalu jauh (paling jauh sekitar 15 menit) sehingga kami bisa melihat gugusan pulau-pulau itu ketika sedang menjelajahi laut. Salah satunya adalah Batu Garuda. Samudra Pasific tenang hari ini. Langit pun terang dengan awan biru dan putih yang indah πŸ™‚

DSC_0163

Kurang lebih 10 menit berjalan dari Tanjung Kelayang, sampailah kami di Pulau Pasir. Pulau ini tidak berpenghuni dan hanya berisi hamparan pasir putih. Biasanya pulau Pasir akan bisa dikunjungi bila air laut surut. Kebetulan sekali, hari ini pulau Pasir tampak dan kami bisa bermain disana. Bermain apa? Foto-foto (pastinya! πŸ˜€ ) dan hunting bintang laut! Iyah, di sini banyak sekali Patrick dan teman-temannya. Bintang lautnya serupa, berwarna nuansa merah muda. Bagus sekali πŸ™‚

Pulau Pasir

Star fish at Pulau Pasir

Puas potoh-potoh di Pulau Pasir, perjalanan berlanjut ke Pulau Lengkuas. Nah, pulau Lengkuas ini yang terkenal dengan mercu suar nya. Pulau Lengkuas adalah pulau terluar di bagian utara Belitung. Batu-batuan besarnya banyak dan tersebar. Tiba disana, mulailah kami naik turun gunung batu mencari photo spot yang apik. Hanya saja disini kami harus tetap memakai alas kaki ketika masuk ke air karena karangnya tajam-tajam. Beberapa batunya juga kasar karena banyak kerang-kerang yang sudah mati yang menempel di bebatuan itu. Pulau Lengkuas seringkali digunakan sebagai lokasi pemotretan pre-wedding.

pulau Lengkuas

pulau lengkuas

Kami makan siang di pulau Lengkuas. Hari ini ramai sekali, beberapa rombongan tour berbarengan dengan jadwal kami rupanya. Ada group yang mengadakan team building, ada juga pasangan yang melakukan pemotretan pre-wedding serta beberapa group lainnya. Betul-betul ramai siang ini di pulau Lengkuas. Setelah makan siang, sebetulnya kami ditawari untuk naik ke mercu suar yang tingginya sekitar 60 meter itu untuk mendapatkan view maksimal laut Samudra Pasific dan pulau-pulau di sekitar pulau Lengkuas, tetapi kami sepakat menolak karena membayangkan harus menaiki ratusan anak tangga! Dan kesininya, saya rada menyesal juga kenapa ngga dilakoni itu naik ke mercu suar (setelah melihat beberapa hasil foto yang diambil dari atas mercu suar) 😦

mercu suar pulau lengkuas

mercu suar 60 meter

Sekitar jam 1 siang kami pun kembali berlayar menuju lokasi snorkeling yang tidak jauh dari pulau Lengkuas. Awalnya saya membayangkan bahwa lokasi snorkeling itu ya di pinggir-pinggir pulau (dimana kita masih bisa nginjak pasir deh), ternyata lokasinya di tengah laut (dimana itu pasti dalem!! ). Saya kembali maju mundur maju mundur buat snorkeling. Kenapa? 1) Saya tidak bisa berenang! 2) Saya belum pernah snorkeling! 3) Lautnya pasti dalem! Tetapi setelah diajari dan diyakinkan oleh Agung dan mas Vicky bagaimana bernafas dan bahwa kami akan tetap safe karena menggunakan life vest, saya dan mbak Dian pun memberanikan diri buat nyemplung. Bagaimana dengan Robert? Dia juga ngga bisa berenang, tapi dia sudah pernah snorkeling, jadi ya bisa nyemplung sendiri.

Ketika saya nyemplung pun, saya tetap berpegangan ke Agung (karena hanya dia yang saya kenal dan tahu pasti bisa berenang dengan baik! πŸ˜€ ) Sementara mbak Dian di assist mas Vicky. Sementara Robert sudah sliweran sana sini sambil sesekali nanya ke saya, “Belum berani lepas sendiri? ” *Robert minta disenggol pakai bulu babi kayaknya deh* πŸ˜€ πŸ˜€ Dan sodara-sodara, snorkeling itu ternyata asyik ya (selama kita tidak panik!). Saya bisa lihat karang-karang di bawah laut dan beberapa ikan kecil yang berdatangan (karena kita sebar-sebarin remah roti πŸ™‚ ) Tapi katanya Agung dan Robert, ikan-ikannya masih lebih banyak dan lebih berwarna yang di Bunaken. Ngga papa sih, saya sudah happy bisa snorkeling untuk pertama kali. Yippie…. πŸ™‚

snorkeling

Kami beranjak naik ke kapal setelah langit mulai gelap dan gerimis datang. Hiyaah…..hujan deras pun tiba. Sempat menunggu di kapal sekitar setengah jam karena pulau-pulau terdekat tidak tampak. Setelah itu kapal pun berjalan setelah bapak perahu bisa melihat pulau. Kapal berjalan masih dalam kondisi hujan menuju pulau Burung. Nah di pulau Burung ini terdapat beberapa cottage yang disewakan. Pulau ini pulau yang (katanya) digunakan sebagai lokasi syuting film The Philospher yang dimainkan Cinta Laura. Kami hanya berteduh di salah satu pondok dan tidak bisa berfoto-foto ria secara hujan masih deras 😦

Perjalanan berlanjut menuju Pulau Babi. Pulau ini tidak berpenghuni. Berpasir putih dengan bebatuan besar dan terdapat beberapa pohon disana. Sementara yang lain asyik berenang, saya sibuk mencari kerang-kerang lucu yang tersebar di tepian pantainya. Disini juga tidak ada photo session karena masih gerimis kecil (sayang kamera dan sayang hape kalau dipakai hujan-hujanan πŸ˜€ )

Sekitar pukul 16.00, kami tiba di pulau terakhir yang kami kunjungi. Pulau Batu Berlayar. Kenapa namanya Batu Berlayar? Karena di pulau ini terdapat batu-batu besar yang bentuknya seperti layar, makanya diberi nama Batu Berlayar. Kita bisa snorkeling disini, tetapi hati-hati, di beberapa tempat terdapat bulu babi. Berhubung ini adalah pulau terakhir dari rangkaian island hopping hari ini dan cuaca yang mulai cerah, session potoh-potoh pun dimulai πŸ˜€

Dalam perjalanan pulang menuju Tanjung Kelayang, kelapa muda fresh pun disajikan untuk kami. Complete! πŸ˜€

Dalam keadaan masih basah (tetapi sudah tidak kuyup), kami langsung menuju Mie Belitung Atep. Makanan khas Belitung yang wajib dicoba. Mie Belitung ini mirip-mirip mie Ongklok-nya Wonosobo. Kuahnya agak kental. Isinya ada mie, kentang, tahu, udang dan emping. Endeus sodara-sodara….secara dimakannya juga dalam kondisi lapar teramat sangat sih ya πŸ˜€

mie belitung

===================================================

Day 3 – 11/05/13

Pagi ini terasa lebih terik dari sebelumnya. Setelah sarapan seadanya di penginapan, kami pun berburu Suto Belitong, dan terdamparlah kami di Warkop Mak Janah. Suto Belitong mirip-mirip lontong kari dengan tambahan bihun, daging sapi dan emping. Rasanya cucok juga di lidah πŸ™‚

Kenyang dengan suto, kami menuju ke Rumah Adat. Rumah asli Belitung adalah rumah panggung. Di rumah adat ini isinya cukup lengkap. Dari meja kursi tamu, perkakas-perkakas dapur, perkakas kerja, ranjang pengantin dan pernik khataman Quran. Lagu daerah pun diperdengarkan bagi pengunjung rumah adat.

rumah adat

Pendaratan berikutnya adalah Danau Kaolin. Danau Kaolin dulunya adalah tambang kaolin (sejenis tanah liat) yang sempat menjadi mata pencaharian utama masyarakat Belitung. Tambang itu kemudian menyisakan lubang-lubang besar berisi air yang menyerupai danau. Konon katanya, ketika cuaca terang (baca:terik), maka air danau akan berwarna biru tosca. Paduan warna air dengan batuan putih dan pohon-pohon yang tumbuh di sekitarnya akan memunculkan pemandangan indah yang sering kali diincar oleh para fotografer. Sayang sekali, saat kami kesana, langitnya lagi mendung. Namun, walau viewnya ngga maksimal, danau ini tetap tampak unik πŸ™‚

danau kaolin

Berteduh sebentar di kantor Belitung Island, kami pun melanjutkan perjalanan ke Tanjung Pendam. Main air lagi? Nggaaaa….. Kami hanya nangkring di salah satu booth makanan yang menjual empek-empek. Iya, sebetulnya kami ingin mencicipi empek-empek mama Rio yang khas Belitung, tetapi mama Rio baru buka berjualan di sore hari 😦

Pukul 12.00 kami diantar ke penginapan untuk beristirahat sebentar sebelum check out pukul 13.00. Capcus langsung menuju bandara yang ternyata masih tutup pada jam itu. Iyah, ternyata bandara hanya buka menjelang waktu-waktu jam terbang maskapai. Karena pesawat kami dijadwalkan boarding puku 15.30, jadilah bandara baru buka menjelang pukul 15.00 πŸ™‚

Secara keseluruhan, kami semua senang dan menikmati petualangan kali ini. Perjalanan kali ini semakin membukakan mata saya bahwa Indonesia memang benar-benar indah. Ketika infrastruktur bisa dikelola dengan baik sehingga terjangkau (bak fasilitas, waktu, biaya dan sebagainya), menjelajahi Indonesia akan terasa lebih menantang πŸ™‚

bye belitung

Trip to Belitung Island – 1

Tidak terasa ternyata sudah setahun lebih dari trip terakhir bersama teman-teman kantor, saatnya eksekusi trip yang baru di tahun ini πŸ™‚

Yep! Ke Pulau Belitung lah tujuan kami kali ini dan inilah petualangan kami di negeri Laskar Pelangi πŸ™‚

Day 1 — 09/05/13

Karena tidak ada penerbangan langsung dari Semarang ke Tanjungpandan maka kami pun harus transit ke Jakarta lebih dahulu. Penerbangan dari Semarang menggunakan maskapai AirAsia menuju Jakarta kemudian lanjut dengan maskapai Sriwijaya Air untuk penerbangan menuju Tanjungpandan. Oh iya, sebelum tahun 2013, kalau tidak salah hanya 2 maskapai saja yang melayani penerbangan rute Jakarta – Tanjungpandan, yaitu Sriwijaya Air dan Batavia Air. Namun kemudian Batavia dinyatakan pailit sekitar awal 2013, rute yang dimiliki Batavia Air pun diambil oleh Citilink. Kemudian per bulan Mei ini, Garuda pun ikut meramaikan rute Jakarta – Tanjungpandan. Belitung semakin mudah dicapai dan semakin ramai sepertinya yah πŸ™‚

Kami tiba di Bandara Hanandjoeddin menjelang pukul 12.00. Cuaca agak berawan ketika kami mendarat. Walaupun tidak terlalu besar, bandara Hanandjoeddin cukup bersih. Modelnya mirip-mirip seperti bandara Supadio Pontianak.

Setelah beres dengan bagasi, guide dari Belitung Island pun sudah menanti kami. Ya, untuk trip kali ini, kami menggunakan jasa tour guide dan menemukan Belitung Island sebagai tour yang banyak direferensikan orang πŸ™‚ Dari bandara, kami check in di Grand Pelangi untuk menyimpan koper sebelum memulai kunjungan-kunjungan. Hotel Grand Pelangi adalah hotel bintang 3 yang cukup nyaman dan bersih. Kamarnya luas, air berfungsi baik dengan view laut di belakang hotel. Selesai check in, petualangan pun dimulai πŸ™‚

Tujuan pertama adalah rumah makan Mabai, di sekitar Tanjung Tinggi, untuk makan siang dan mencicipi masakan khas Belitung yang bernama Gangan. Gangan adalah sejenis sop ikan yang dimasak dengan bumbu kunyit dan nanas. Kalau menurut saya sih ketara rasa nanasnya daripada rasa kunyit nya πŸ™‚ Di rumah makan Mabai, kita juga sudah bisa melihat indahnya laut pulau Belitung. Biru, jernih dengan langit putih biru yang cerah πŸ™‚

Tidak jauh dari Mabai, sampailah di Tanjung Tinggi. Batu-batuannya besar dan tersebar. Air pantainya tenang, pasirnya pun putih. Mulailah kami naik dari batu yang satu ke batu yang lain demi photo session yang (wajib) bagus πŸ˜€ Ini dia beberapa hasilnya πŸ™‚

tanjung tinggi

tanjung tinggi

Jalanan di Belitung cukup besar, beraspal, bersih dan minim lampu lalu lintas πŸ™‚ Mobil atau motor yang bersliweran juga tidak banyak, tenaaaang sekali πŸ˜€ Lepas dari Tanjung Tinggi, kami tiba di Kampung Daun, sebuah lokasi yang sedang dikembangkan oleh Belitung Island. Disini mereka menyediakan kursi malas yang tentunya kami manfaatkan, secara matahari sedang terik maksimal, terlalu panas untuk beraktivitas di air (alasaaaannn……takut gosong aja sebetulnya πŸ˜€ ). Ketika matahari mulai bersahabat, saatnya canoeing!

Saya pada awalnya ragu buat mencoba karena saya…..tidak bisa berenang…… πŸ˜€ Tetapi setelah melihat Agung dan Robert wira wiri pakai kano dan setelah didorong-dorong buat nyobain (rugiiii….udah jauh-jauh datang kok ngga mencoba), saya pun turun mencoba. Saya semakin mantap mencoba karena melihat Robert yang (ternyata) berani dan baik-baik saja selama canoeing….secara kan dia juga ngga bisa berenang πŸ˜€ Ternyata asyik juga ya canoeing itu. Terasa semakin asyik karena saya tidak harus terus menerus mendayung, ada Agung yang stand by untuk mendayung di belakang ha…ha…ha…. πŸ˜€

canoeing at kampung daun

rainbow at kampung daun

Lelah canoeing, saatnya memburu sunset yang (banyak orang bilang) indah di Belitung. Referensi dari Mas Vicky (guide kami) dan setelah berembug, kami pun menuju Tanjung Binga untuk menyaksikan terbenamnya sang matahari. Jembatan dermaga di Tanjung Binga cukup panjang dengan dihiasi lampu penerangan cantik. Beberapa kapal penangkap ikan bersandar disana, menanti waktu untuk melaut. Sayangnya, banyak awan yang menutupi matahari sore itu sehingga tidak begitu tampak proses terbenamnya. Walau begitu, suasana damai menyaksikan matahari menuju peraduannya tetap terasa πŸ™‚

tanjung binga

sunset at tanjung binga

Setelah makan malam di rumah makan Dynasty, kami pun kembali ke penginapan untuk beristirahat.

Oh iya, catatan : buat saya Belitung ini damai sekali karena (salah satunya) belum ada satupun Indomaret atau Alfamart yang berdiri! πŸ™‚

(bersambung)

Trip to Jekardah – FWA#8

Yippieee….akhirnya si anak kecil ngerasain naik pesawat terbang!! *emak lebay mulai beraksi* πŸ˜€

Iyah, weekend kemarin, kami sekeluarga berangkat ke Jakarta karena sepupu saya ada yang menikah, sekalian Alin nengokin eyang buyutnya. Persiapan trip nya sudah sejak akhir maret lalu, dari booking pesawat, booking penginapan dan printilan-printilan lainnya. Si anak kecil pun sudah excited dari awal karena tahu akan pergi beramai-ramai, akan bertemu si Ayah disana dan yang pasti karena akan berenang di hotel a.k.a mandi di bathtub ha…ha…ha…. sounds kampring? Ngga papa….. πŸ˜€

Cari-cari tiket murah dengan jam tjantik, akhirnya kami booking Garuda Indonesia Air Asia untuk berangkat dan Garuda Indonesia Lion Air untuk pulang. *wahai Garuda Indonesia, hargamu sungguh tidak tjantik untuk kami πŸ˜€ * Penginapan pun di booking dari akhir Maret di Acacia. Berhubung booking nya jauh-jauh hari, lumayan lah dapat early birds πŸ™‚ *emak irit bangga nian*

So, bagaimana kesan dan pesan si anak kecil dengan pengalaman pertamanya ini? Excited, pasti! Happy, pasti! Ditambah eneg-eneg sedikit deh pas awal take off (secara si emak lupa bawain permen buat diemut *sigh* ). Overall, dia senang πŸ™‚ Ngoceh melulu selama perjalanan πŸ™‚ Bahkan pas landing nya si Lion jelek (ngga tahu kenapa ya, sebagian besar landing nya Lion Air – selama saya terbang dengan maskapai tersebut – selalu tidak mulus), Alin ikutan heboh seseruan aja berasa kayak lagi main di timezone kali ya, sementara saya deg-degan.

on plane, prepare for take off

seriyus baca pamflet keadaan darurat :)

Bagaimana dengan hotelnya? Kami baru pertama kali menginap disini. Hotel yang termasuk lama ya, beberapa furniture nya sudah tua. Bath tub nya juga tidak begitu mulus. Tetapi kami cukup puas dengan pelayanannya, staff hotel ramah dan sangat membantu. Menu sarapan di resto nya juga variatif dan cocok dengan lidah πŸ™‚ Kolam renangnya (swimming pool not bath tub ya πŸ˜€ ) memuaskan si anak kecil (secara saya ngga ikutan berenang πŸ™‚ ). Lokasi hotel strategis, dekat dengan minimarket (ibu-ibu banget yah πŸ˜€ ), dekat dengan jajanan-jajanan seadanya. Dengan renovasi, saya rasa hotel ini akan lebih menyenangkan πŸ™‚

Bagaimana dengan acara resepsinya? Berjalan lancar. Si penganten baru tampak sumringah πŸ™‚ . Photo booth yang disediakan pun tidak mungkin disia-siakan. Berfoto gila lah kami seperti ini πŸ˜€ πŸ˜€

gelo

Trip to Yogya 2012

Buru-buru segera taktiktuk cerita tentang liburan ke Yogya nih, keburu penyakit malas-nya datang πŸ˜€ (padahal saya masih punya PR cerita tentang liburan ke Malang 1 tahun yang lalu….yep! 1 tahun yang lalu a.k.a sudah kadaluarsa kaliii…. 😦 )

Seperti tahun-tahun sebelumnya, liburan besar keluarga dilakukan di bulan November, berdekatan dengan ulang tahun Alin, si anak kecil. Tahun ini pun kami lakukan hal yang sama. Berhubung ulang tahun Alin bertepatan dengan long weekend Tahun Baru Islam, maka perjalanan-pun dilakukan di saat itu, which is minggu lalu.

Pilihan liburan Alin antara ke kebun binatang atau ke pantai. Pilihan awalnya pengen ke Taman Safari di Puncak, Bogor. Namun setelah menimbang-nimbang enggannya bepergian darat sejauh itu, maka bargain ke Alin bagaimana kalau liburan kali ini pergi ke Yogya yang jaraknya lebih dekat. Dengan iming-iming akan berkunjung ke pantai, si anak kecil pun setuju. Yes! πŸ˜€

So, ini dia itinerary nya πŸ™‚

Jumat, 16/11/12

Setelah sarapan, sekitar pukul 08.00, kami berangkat menuju Yogyakarta. As usual, rombongan lenong yang berangkat, bersembilan orang. Lewat dari terminal Bawen, kita memutuskan masuk ke ring road Ambarawa. Eh, itu view sepanjang ring road oke banget euy…., masih serba hijau dan rawa pening tampak di depan mata (maklum, baru sekarang berkesempatan lewat sana πŸ™‚ ) Sepanjang perjalanan, Alin bobo nyenyak dan baru terbangun ketika di ring road Yogyakarta. Tiba di Yogya sekitar 11.30, saya dan Alin pun di “dampar” kan di McD Sudirman. Alin makan siang di McD, yang lainnya berangkat shalat Jumat. Setelah Alin beres makan, yang tuwa-tuwa pun lanjut makan siang di Top Java, sekitaran Samirono. Nostalgia ceritanya, RM Top Java itu salah satu jujugan makan pada saat masih kinyis-kinyis jadi mahasiswa dulu πŸ˜€

Pukul 14.00, kami beranjak menuju hotel. Pada bulan Oktober yang lalu, saya sudah hunting penginapan via sini dan sini tentang penginapan yang homy di Yogya. Lihat-lihat komentar juga di sini, akhirnya saya jatuh cinta dengan Hotel Rumput πŸ™‚ Saya lakukan booking via telepon langsung ke hotelnya. Kalau dilihat dari website-nya, saya suka dengan eksterior dan interiornya seraya berharap semoga aslinya memang seapik foto-foto itu πŸ˜€ Daaaan…. ternyataaaa….. itu hotel memang bagus!! Sesuai dengan yang saya bayangkan πŸ™‚

Daaan, si anak kecil sudah tidak tahan ingin berenang melihat kolam renang tepat di depan kamar yang kami tempati. Setelah membereskan barang-barang di kamar, langsung deh nyemplung ke kolam renang πŸ˜€ Yang lain beristirahat, Alin ditemani ayahnya asyik berenang.

Malamnya, kami keluar penginapan untuk makan malam. Setelah putar-putar di daerah jalan Kaliurang, kecantolnya malah di Resto Sagan. Ruangannya oke, feels like home. Menunya beragam, dari seafood sampai steak juga ada.

Sabtu, 17/11/2012

Alin semalaman tidur nyenyak dan menjelang subuh, sudah terbangun. Dia terbangun dengan perasaan excited karena hari ini kami akan jalan-jalan ke pantai πŸ˜€

Selesai sarapan, ada kejutan buat si anak kecil. Yup! Dia berulang tahun hari ini. 4 tahun. Yippie….. Acara tiup-tiup lilin, potong kue dan berdoa. Kebetulan di hotel kemarin, terlihat beberapa anak kecil juga yang sedang menginap di sana. So, beberapa pieces kue ulang tahun dibagikan ke anak-anak yang ada di hotel Rumput. Sekitar jam 8 pagi, perjalanan menuju pantai pun dimulai.

Dari referensi beberapa teman dan googling di internet (terbukti kaaan, emaknya anak kecil ini sahabatan abis sama mbah gugel :D), pantai Indrayanti banyak direkomendasikan. Maka kesanalah kami menuju. Perjalanan ditempuh kurang lebih 1,5 jam dengan lancar dan cuaca yang cerah. Tiba di pantai Indrayanti, ternyata sudah ramai sekali pengunjungnya. Banyak bus pariwisata dan mobil-mobil luar kota yang parkir indah di sana. Tapi, kita masih kebagian spot tikar dan payung pantai. Alin ditemani ayah dan oom-oom-nya langsung cebar cebur aja itu lihat pantai. Ombaknya besar, pasirnya putih dan banyak karang besar di kanan-kiri pantai. Berhubung panasnya bukan main, saya ngga ikutan main air (sekali doang pas awal menggandeng Alin ke tepi pantai dengan hasil celana basah karena tidak memperkirakan tinggi ombak 😦 ). Sekitar setengah jam bermain air (dibonusi menelan air laut), Alin minta mandi dan ganti baju.

Sekitar jam 11.30, capcuzz menuju Pantai Baron untuk makan siang. Nangkring makan di salah satu kios makan, Mutiara. Pesanannya ya ngga jauh-jauh dari seafood. Udang goreng mentega-nya maknyuss! Udangnya terasa manis karena masih segar…fresh from the oven, kalau orang Jowo bilang he..he..he.. Alin mah kacau makannya. Secara dia rada picky, cuma makan nasi doang 😦

Jam 13.30 perjalanan kembali ke hotel. Alin sukses tepar tertidur di mobil dan baru terbangun ketika tiba di hotel. Dia langsung dijejali nasi dan sup krim-nya KFC setelah mandi sore πŸ˜€

Malamnya, saya, ayahnya Alin dan Alin menghadiri acara Reuni Akbar Marching Band UGM di Wisma Kagama. Yep! As alumni-nya sana, ajang ini menjadi salah satu wadah silaturahmi anggota dan para senior alumni. Senang bisa bertemu dengan teman-teman seperjuangan zaman baheula πŸ˜€ seraya memperkenalkan Alin dengan Marching Band πŸ™‚

Salah satu yang berkesan adalah welcome drink-nya. Wedang jahe!! Kalau buat orang lain mah wedang jahe biasa saja yah, tetapi kalau buat kami, wedang jahe sangat berkesan. Wedang jahe adalah minuman yang diberikan oleh Mbah Gadjah Belang saat proses pelantikan anggota baru MB UGM setelah melewati rangkaian Latihan Dasar. Pelatikan tersebut biasanya diselenggarakan di area Kaliurang, yang pasti dengan hawa dinginnya. So, wedang jahe itu identik dengan rasa hangat dan nyaman πŸ™‚

Makanan dan minuman yang disajikan malam itu pun membuat kami semua bernostalgia, salah satunya adalah angkringan. Kalau yang belum tahu apa itu angkringan, silakan datang ke Yogya ya πŸ™‚ Yep! Angkringan adalah tempat nongkrong-nya anak-anak MB UGM saat saya dulu aktif. Biasanya setelah selesai latihan, kami akan beramai-ramai ke angkringan. Angkringan sangat bersahabat dengan kantong mahasiswa :p Di angkringan pula, diskusi dan rapat bisa dilakukan lho, termasuk juga pedekate ke sesama teman…ha..ha..ha.. \=DΒ  Jadi, gimana ngga bernostalgia tuh dengan adanya angkringan di acara reuni kemarin ;;)

Beberapa penampilan dari section pun disajikan. Sayangnya kami tidak bisa menyaksikan semua berhubung si anak kecil sudah terkantuk-kantuk. Sekitar jam 8.30, pamitan deh ke teman-teman πŸ™‚

Minggu, 18/11/2012

Si anak kecil bangun pagi lagiiii! Mau berenang katanyah πŸ˜€

Usai berenang, mandi dan sarapan, kami check out dari hotel. Mampir tilik bayi teman saya, Ekan, di dekat pusat Dagadu. Lalu dilanjutkan dengan berburu bakpia di daerah Pathuk. Ramai sekali hari itu secara long weekend kan ya. Puas borong bakpia, kami melanjutkan perjalanan mengunjungi oom dan tante saya yang tinggal di Kaliurang km 9.

Nah, karena sudah di daerah Kaliurang, bablaslah kami ke atas, menuju Boyong Kalegan untuk makan siang. Ehh….pas nunggu makanan datang, hujan deras pun mengguyur. Deras sederas-derasnya (plus angin pula). Sempat berpindah ke beberapa saung, akhirnya kami menempati lokasi di aula yang bebas dari tempias air. Menu makanan kembali ke seafood lagi yah πŸ™‚ Usai makan, hujan reda. Melihat beberapa tamu yang sedang mendayung gethek, Alin pun minta naik gethek pula. Siapa yang mendayung? Ayahnya lah… πŸ˜€

Puas naik gethek, saatnya capcuss pulang. Perjalanan pulang merambat karena hujan deras kembali menerpa. Menjelang magrib-pun kami tiba di rumah.

Yup! Liburan telah usai…..saatnya kembali ke aktivitas normal…..dan saatnya merencanakan liburan tahun depaaaan….. πŸ˜€

Enjoy these picture… πŸ™‚