Trip to Jekardah – a short weekend gateaway

— late post —

Setelah usai membaca buku biografinya Pak Jonan, sang direktur KAI, saya pun tergelitik untuk menggunakan kembali fasilitas kereta api, sambil memberikan pengalaman ber-kereta api ke Alin, si anak kecil. Kami pun mencuri-curi salah satu weekend di bulan Januari kemarin untuk bepergian dengan kereta api πŸ™‚ Judulnya “a short weekend getaway

12/01/14

Alin tanpa pakai acara rewel bangun dengan sukarela ketika saya bangunkan dia di jam 03.00. Iyah, jam 03.00 pagi, karena jadwal kereta berangkat jam 05.30. Dengan semangat pula, byar byur mandi dan berpakaian. Kami bepergian bertiga, saya, Alin dan Adit, adik saya. Ayahnya Alin sudah menunggu di Jakarta sementara Uti akan menyusul dari Semarang dengan menggunakan kendaraan sendiri (kebetulan juga akan mengantar Eyang Buyut yang lebih suka perjalanan darat menggunakan mobil).

Kereta Agro Muria berangkat tepat waktu! Pada awal perjalanan, ada sambutan dari crew KA kepada penumpang melalui pengeras suara yang ada di masing-masing gerbong. Sambutannya mirip dengan ketika pramugari melakukan safety demo di pesawat terbang (tanpa safety demo tentunya πŸ™‚ ). Feel different!

Bagaimana si anak kecil sepanjang perjalanan? Sampai dengan stasiun Tegal, masih enjoy lah dia, setelah itu mulai gelisah. “Masih lama ngga Bunda, sampainya?”, “Masih berapa menit lagi sampai di Jakarta?”, “Ini sudah mau sampai ya Bunda?”, pertanyaannya seputaran hal yang sama dan berkali-kali πŸ˜€ Lepas dari stasiun Cirebon pun saya memintanya untuk tidur. Awalnya dia menolak, tetapi the power of emak, “memaksa” dia untuk rebahan….dan tidur beneran deh! Lha iya lah yaw, bangun jam 3 pagi, sekitar jam 10.30 sudah pasti kantuknya πŸ™‚

20140112_102342Sekitar pukul 12.00, kereta api tiba di stasiun Gambir. Si Ayah sudah menunggu di stasiun, makan siang di Soto Kriuk di stasiun lalu kami pun langsung capcus ke hotel. Saya memilih hotel Ibis Tamarin yang relatif dekat kemana-mana (baca: 7 eleven, emak-emak yang sangat butuh dekat dengan minimarket πŸ˜€ ). Ibis Tamarin juga menjadi pilihan karena dekat dengan Sabang dimana kamu mau makan apa saja, ada di sana πŸ˜€ Tiba waktu makan malam, saatnya berkeliaran di jalan Sabang.Β Kopitiam Oey tentu tidak bisa saya lewatkan πŸ™‚

Roti Telor Belanda @ Kopitiam Oey

Roti Telor Belanda @ Kopitiam Oey

20140112_171456

Anak kecil dengan Milo Dinosarus-nya

13/01/14

Si Ayah ulang tahun hari ini! Tapi acara tiup lilinnya mau dilakukan di rumah Eyang Buyut di Rawamangun. Pagi setelah sarapan, kami pun pergi menuju Rawamangun. Acara tiup-tiup lilin cantik, hari ini kami akan berpetualang ke…. Taman Mini Indonesia Indah!!! Yay! Terakhir kali saya ke TMII pada saat study tour SMA, 18 tahun yang lalu aja gitu. Jadi penasaran seperti apa TMII yang sekarang.

Alhamdulillah, lalu lintas padat lancar. Tiba di TMII jam 10.00. Wahana pertama yang kami kunjungi adalah Kereta Gantung yang mengitari TMII. Tidak perlu ditanyakan lagi bagaimana riangnya Alin naik kereta gantung.

20140113_103850Setelah menikmati satu putaran kereta gantung, kami kemudian mulai menjelajahi anjungan-anjungan nusantara. Salah satu anjungan yang menarik perhatian adalah anjungan Sumatera Barat. Yup, rumah gadang nya yang tampak megah pernuh warna benar-benar eye catching sekali.

20140113_110402 20140113_110633

Kemudian kami melanjutkan kunjungan ke Istana Anak. Di dalam istana, ada semacam pendopo atau aula yang biasanya dipakai untuk atraksi pertunjukan. Hanya saja pada waktu kami di sana, tidak ada jadwal pertunjukan. Di Istana Anak juga terdapat museum wayang.

20140113_111713 20140113_112340

Tempat terakhir yang kami kunjungi sebelum pulang adalah Museum Ilmu Pengetahuan & Teknologi. Alin tertarik sekali ketika berkunjung di museum ini. Di beberapa spot di halaman museum terdapat alat-alat peraga sains yang menarik buat anak-anak. Tidak terkecuali Alin tentunya πŸ™‚ Pengunjung hari itu tidak terlalu ramai sehingga kami lebih leluasa untuk mencoba bereksperimen dengan peraga-peraga yang disediakan.

20140113_121755Tidak semua wahana kami kunjungi di TMII karena waktu yang sudah terlalu siang dan Uti pun harus segera menemani Eyang Buyut. Lain waktu, rasanya bisa dijadwalkan kembali kunjungan ke TMII nya πŸ™‚

14/01/14

It’s time to go home….

Si Ayah tetap tinggal di Jakarta, sementara kami pulang menuju Semarang dengan menggunakan mobil (yang dibawa Uti saat berangkat sebelumnya). Sempat mampir beli telur asin di Brebes πŸ™‚ dan mampir bertemu Eyang di Pekalongan sebelum akhirnya tiba di rumah.

Very short weekend gateaway and we’re sooo happy… πŸ™‚

Advertisements

Menjadi Anak TK A…..

…. adalah hal yang membanggakan bagi Alin, si anak kecil πŸ™‚

Bangganya beneran dan (ada kecenderungan) untuk pamer hihihihi….. Merasa sudah yang paling gedhe aja kelakuannya πŸ™‚

Dan hal tersebut pun tidak disia-siakan oleh si emak yang bijaksana ini πŸ˜€

Dengan menggunakan alasan bahwa sudah menjadi kakak TK A, maka si emak pun :

  • Meminta si anak kecil makan lebih cepat, karena kalau jadi kakak TK A kan sudah mulai ikutan ekstra (semester ini si anak kecil ikutan ekstra lasy dan menggambar). Kalau ikutan ekstra, tenaga harus ditambah. Makannya harus lebih cepat supaya makanannya cepat berubah jadi tenaga dan Alin mudah belajar ekstranya.
  • Ditambah dengan kesadaran dari si anak kecil, sepakat untuk tidak lagi minum susu dari botol. Yup, sampai umur segini, dia masih minum susu dari botol dot πŸ˜€ Nah, mumpung lagi bangga jadi kakak TK, kita pun perkuat bahwa minum susu dari botol itu punyanya adek bayi, bukan kakak TK. Jalan sekitar 2 bulan ini, dia lepas botol kalau mau tidur di malam hari. Untuk tidur siang, masih bergantung ke botol. Tidak apa, saya akan lakukan bertahap πŸ™‚
  • Mulai sering mengajak si anak kecil membantu di dapur. Bisa saat memasak atau mencuci piring. Nah, secara si anak kecil merasa ingin menjadi orang dewasa (melakukan hal yang sama dengan apa yang saya lakukan), tentunya dia melakukan dengan senang hati. Terkadang, diam-diam, dia ambil dingklik (kursi kayu kecil) ke wastafel dapur dan mencuci gelasnya sendiri (dimana setelah itu pasti harus ganti baju karena kecipratan air dari keran πŸ˜€ )
  • Meminta si anak kecil tidak mudah menangis alias cengeng πŸ™‚ Zaman dahulu (halah! zaman PG kok ya berasa zaman dahulu πŸ˜€ ), setiap kali bangun tidur siang, pasti akan disertai dengan tangisan (karena masih mau tidur padahal waktu tidur siang sudah cukup). Nah, mulai TK ini, frekuensi menangis nya memang sudah mulai berkurang πŸ™‚
  • Melatih dan membiasakan si anak kecil untuk berkata jujur. Yah, secara anak kecil yah, kalau lagi ada salah pasti ada rasa takut untuk mengaku. Takut dimarahi. Dan dasarnya si anak kecil ini (sepertinya) punya bakat berimajinasi sehingga mudah untuk membuat cerita a.k.a ngeles πŸ™‚ Saya mesti belajar lebih bersabar pastinya.
  • Memotivasi si anak kecil untuk belajar bermain sepatu roda, sepeda dan berenang. Dulunya dia sudah pernah mencoba tetapi ngga rutin. Nah, dengan senjata sebagai kakak TK A, mulailah muncul minat untuk bisa bermain sepatu roda, bersepeda dan berenang πŸ™‚
  • Bagaimana dengan latihan calistung? Hehehehe….saya termasuk emak penganut, calistung seharusnya diajarkan pada saat SD, maka memang tidak ada waktu khusus untuk belajar membaca dan berhitung. Sejauh ini, pengenalan huruf dan angka, saya lakukan sambil beraktivitas sehari-hari, ketika bepergian atau ketika bermain. Alin saat ini sudah tahu angka dan beberapa huruf. Terkadang karena dia merasa ingin menjadi seperti orang dewasa (secara anak TK A gitu πŸ™‚ ), suka menulis huruf-huruf di bukunya. Menulis asal sih, belum bisa terbaca πŸ™‚

Pastinya masih akan ada agenda-agenda berikutnya menggunakan senjata anak TK A.

Si emak masih memutar otak untuk menemukan modifikasi perilaku apa lagi yang bisa digunakan dengan senjata ini πŸ˜€ Tentunya modifikasi perilaku yang baik yah πŸ™‚

Pyaaarrr…… – FWA#9

Pada waktu Alin berulang tahun yang ke 2, dia mendapatkan hadiah celengan beruang dari Tante Nofa. Celengan ini terdiri dari 3 bagian, kepala, badan dan kaki dan baru mulai digunakan sekitar 2 tahun yang lalu. Sejak sekitar pertengahan 2011, setiap kali Alin mendapatkan atau menemukan uang receh/logam, ia bertugas untuk memasukkannya ke celengan beruang. Celengan beruang ini sebetulnya sudah penuh di akhir 2012 kemarin namun memang tidak langsung dibongkar. Jadi ketika celengan beruang penuh, koin-koin yang baru dimasukkan ke celengan angry bird, goodie bag dari teman Alin yang berulang tahun beberapa bulan yang lalu πŸ™‚

Nah, hari kamis pas liburan Isra’ Mi’raj kemarin, akhirnya celengan beruang pun kami bongkar πŸ™‚

alin dan celengan beruang

Enaknya celengan ini adalah setelah dibongkar, celengan masih bisa digunakan untuk menyimpan koin yang baru lagi karena untuk membongkarnya cukup dengan membuka kenop yang ada di bawah masing-masing bagian.

Saya yang membuka kenopnya (karena memang cukup sulit juga untuk membukanya) lalu Alin yang mengeluarkan koin-koin di dalamnya. Setelah semua koin keluar a.k.a tersebar di tikar, saya meminta Alin untuk mengelompokkan masing-masing nominal. Ternyata yah, di celengan beruang-nya Alin terdapat uang logam dari jaman jadul (jadulnya saya tapinya yah πŸ™‚ ) sampai yang terbaru dan juga koin-koin mainan Game Fantasia πŸ˜€ Nominal terkecil yang ditemukan adalah Rp. 25,- sampai yang terbesar Rp. 1000,-.

bongkar

Nah, setelah terbagi-bagi sesuai nominal. kami pun mulai menyusunnya per nominal 10 keping lalu direkatkan dengan selotip. Alin kebagian untuk membagi-bagi menjadi 10 keping, lalu saya dan si Mbak kebagian untuk merekatkan dengan selotip. Yah, tapinya karena anak kecil, ngga betah lama-lama dia buat membagi-bagi 10 keping itu. Ketika beberapa 10 kepingan sudah terekat selotip, Alin pun memainkan satuan kepingan itu dan dia jadikan…..pagar sapi πŸ˜€ Iyah, dia membayangkan memiliki sapi yang dikelilingi oleh pagar uang logam πŸ™‚ Sehingga belum sampai setengah total koin dibagi-bagi, saya dan si Mbak mengambil alih untuk membagi-bagi dan merekatkan keping uang logam sementara si anak kecil sibuk menceritakan sapi imajinasinya πŸ˜€ πŸ˜€

coins

Setelah semua terekatkan, ternyata ada beberapa keping uang logam yang tidak mencapai 10 keping per nominal. Uang-uang itu oleh Alin dimasukkan kembali ke dalam celengan beruangnya. So….berapakah jumlah uang logam Alin di celengan beruangnya? Jumlahnya seratus sepuluh rebu sodara-sodara πŸ˜€ πŸ˜€ Jadi, tabungan Alin selama 2 tahun di celengan beruang berjumlah Rp. 110.000,- (tidak termasuk uang logam yang kita masukkan kembali ke celengan yah). Sedikit? Ngga papa…..memang kami tidak mentargetkan nominal yang besar. Sejauh Alin sudah terbiasa untuk menyimpan uang receh di celengan, target kami tercapai! πŸ™‚ πŸ™‚

Lalu apa yang akan Alin lakukan dengan uang logam yang sudah dibongkar? Tentunya uang-uang itu akan dimasukkan ke tabungan. Kebetulan Alin sudah kami bukakan tabungan junior sejak dia bayi dulu. Sekarang saya perlu merencanakan waktu kapan Alin akan menyetorkan uang itu. Kemungkinannya sih di sekitar akhir bulan ini atau awal bulan depan ketika liburan sekolah berlangsung πŸ™‚

Hand, Foot and Mouth Disease (HMFD)

Pernah dengar istilah penyakit Flu Singapore?

Sekitar setahun yang lalu, pertengahan April 2012, badan Alin menjadi lebih hangat daripada biasanya dan berlanjut dengan flu ringan (hidungnya srat srut tapi tidak ada ingus yang keluar). Lalu muncul bercak-bercak merah di sekitar mulutnya. Secara dia masih riang gembira sukacita dan tidak menampakkan rasa sakit, saya pikir dia hanya flu saja dan bercak merah itu adalah karena biang keringat. Saya pun tenang-tenang saja. Sampai hari ketiga badannya masih hangat dan bercaknya semakin banyak, ke dokter Herawati Juslam-lah saya menuju.

Belum lagi Alin diminta berbaring, setelah mendengar cerita gejala-gejala dari saya, bu dokter menyampaikan kecurigaannya kalau Alin terkena Flu Singapore. Ketika Alin berbaring dan diperiksa lebih lanjut, dokter Hera pun semakin yakin menetapkan kalau penyakitnya memang Flu Singapore. Terus terang, itulah kali pertama saya berkenalan dengan penyakit ini.

Jadi apa itu Flu Singapore? Berikut ringkasan dari hasil googling waktu itu dan penjelasan dokter Hera

Flu Singapore adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang bernama Enterovirus. Penyakit ini termasuk dalam penyakit Tangan, Kaki dan Mulut (wong Londo bilang Hand, Foot and Mouth Disease a.k.a HFMD). Jadi bercak-bercak merah (akibat si virus itu) munculnya di sekitar tangan, kaki dan organ mulut. Flu SingaporeΒ  sifatnya menular melalui kontak langsung dan rentan bagi anak-anak balita (kalau sudah gedhe-an katanya sih tubuh sudah kebal terhadap virus itu). Dari awal gejala sampai sembuh biasanya memakan waktu seminggu sampai 10 hari-an. Hanya saja selama sakit, disarankan sebaiknya si anak “istirahat” dari acara bermain dengan teman-temannya karena penularannya termasuk cepat.

Gejalanya seperti apa? Mirip seperti yang Alin alami waktu itu. Ada demam, flu dan muncul bercak-bercak merah di kaki atau tangan atau mulut. Di beberapa anak malah katanya bisa panen sariawan sehingga menjadi sulit makan (panen sariawan tentunya ngga enak banget buat makan atau menelan yah 😦 ).

HFMD 2012Tuuuh….kelihatan kan bercak-bercak merah di sekitar mulutnya. Foto ini diambil pas kita lagi otw ke dokter Hera πŸ™‚

Menurut dokter Hera, saya tidak perlu panik karena penyakit ini bisa disembuhkan, apalagi waktu itu Alin kondisinya tidak terlalu parah. Sariawannya sedikit dan tidak besar sehingga memang Alin masih beraktivitas makan dengan normal (normal lama tetep siiih….. πŸ™‚ ). Dan kebetulan juga di bulan itu, kasus flu singapore lagi banyak di Semarang….that’s why dokter Hera simsalabim bisa menebak di awal yah πŸ™‚

Pulang dari dokter Hera, saya googling tentang penyakit ini sembari laporan sama ayahnya Alin. Eeeeh….secara juga belum tahu apa itu flu singapore, si Ayah nyeletuk iseng deh, “Apa mungkin virusnya dari Singapore, kan Bunda baru pulang dari sana kemarin (kebetulan 2 minggu sebelum Alin sakit, saya memang baru pulang dari Singapore), mungkin ada tas atau bawaannya yang kurang bersih“. Waaaah……saya langsung es-mo-si dong ya dan menjawab sekecap, “Ayah gugling dulu deh apa itu flu singapore” …… *cieeee……si emak berubah jadi emak macan* πŸ˜€

Alhamdulillah setelah meliburkan diri dari sekolah sekitar seminggu, Alin sembuh dan bisa beraktivitas normal kembali.

Nah, itu kejadian sudah setahun yang lalu, kenapa juga cerita-cerita sekarang?

Saya cerita disini sekarang karena…..di sekolah lagi mewabah flu singapore niiiih……huhuhuhu….. 😦 😦

Selama 2 minggu kemarin, sudah ada 3 anak playgroup yang kena flu singapore. Saya jadi khawatir juga….masih cari-cari info, apakah seorang anak bisa kena flu singapore lagi kalau sebelumnya sudah pernah kena?

Mudah-mudahan ngga lah ya……

Akhir Minggu Ini

Dua hari ini si Mbak (yang menemani Alin kalau saya pergi bekerja) mendadak harus pulang kampung karena keluarga yang dia titipi anaknya tiba-tiba keberatan dititipi anak. Makanya si Mbak minta izin untuk pulang mengurusi masalah itu dulu. Daaaan….suddenly, I feel like thousand butterflies playing around on my stomach deh….. Saya jadi berpikir macam-macam yang selalu diawali dengan “jangan-jangan” . Iyah, sejak awal tahun ini, sudah 3 kali saya gonta-ganti Mbak *sigh* Saya jadi rada paranoid aja kalau bakal keulang lagi kejadian gonta-ganti Mbak *sigh*

Pikiran yang macam-macam (baca : kebanyakan negatif) itu ternyata mempengaruhi perilaku dan mimik wajah saya juga rupanya. Saya berubah menjadi “no-fun-mama” , jadi gampang ngomel *sigh* Si anak kecil pun sepertinya menyadari perubahan saya. Dan dia pun ikut berubah!

Berubah yang bagaimana?

Karena ngga ada si Mbak, saya dan si anak kecil pun mandi barengan supaya menghemat waktu. Nah pas mandi ini, tiba-tiba dia bilang dia akan mandi sendiri jadi saya diminta untuk melihatnya saja, check kalau ada yang kurang dari proses mandinya (yaaa…..saya tetap akhirnya turun menyabuni juga sih πŸ™‚ ). Setelah selesai mandi, dia duduk handukan di atas tutup kloset sambil menunggu saya selesai giliran mandi. Kalau hari biasa, semua prosesi mandinya dilakukan oleh saya/Mbak.

Ketika berpakaian, dia mengatakan ke saya kalau dia sudah bisa pakai baju sendiri jadi saya tidak perlu memakaikannya. Dia minta saya untuk melihatnya dan membantu kalau dia merasa kesulitan (biasanya pas pakai kaos dan akan memasukkan tangannya πŸ™‚ ) Kalau hari biasa, berpakaiannya dia ya saya/Mbak yang lakukan.

Nah, tadi siang, tiba-tiba hujan gerimis turun. Saya pun belepotan angkat-angkat jemuran di samping. Eh….si anak kecil tiba-tiba ikutan lari dan bilang, “Alin aja yang angkat Bunda….Alin aja….” Dan kami berdua pun bersama-sama mengangkat jemuran itu. Biasanya? Dia mah cuek aja, tetap sibuk sama mainannya πŸ™‚

Ketika kebelet mau pipis, yang biasanya mesti ditemani ke kamar mandi, dua hari ini bisa dengan mandiri ke kamar mandi. Termasuk ceces (istilah kami cuci tangan-cuci kaki-cuci muka-gosok gigi menjelang tidur), hari ini dia bersikukuh melakukannya sendiri.

Menjelang tidur malam ini, dia pun secara mandiri menyiapkan susu untuk diminumnya. Ekstra dengan susu milo yang disiapkannya di samping meja tempat tidur. “Kalau malam Alin bangun, Alin mau minum Milo“, begitu ujarnya. Dan, yang beginian ini baru terjadi hari ini πŸ™‚

Senang dong dengan perubahan barunya Alin? IYA! Saya senang dan rada takjub juga. Cumanya ketika barusan saya melihatnya tidur, terselip sedikit penyesalan karena sedikit banyak si anak kecil ini kena imbas “no-fun-mama” juga 😦  Kok ya saya mudah habis sabar dua hari ini 😦

Hmmm….mudah-mudahan besok saya bisa lebih baik lagi, lebih sabar, ngga gampang tersulut, lebih enjoy lagi lah dengan kondisi apapun itu (still trying……)

I love you Alin…..maafin Bunda ya sudah jadi “no-fun-mama” dua hari ini….. *ciyum dan peyuk Alin*

Election Day

Hari minggu ini warga Jawa Tengah sedang merayakan pesta demokrasi (terdengar seperti pelajaran PMP ya….ehh…..PPKn maksudnya…. πŸ˜€ ) a.k.a pemilihan gubernur πŸ™‚

Sekitar pukul 9 pagi kami berangkat menuju TPS (yang kebetulan tidak terlalu jauh dari rumah), saya, Alin, Eyangkung dan Eyangti. Tiba di TPS ternyata masih sepi lho…., jadi tidak menunggu antrian terlalu panjang, kami bisa melakukan “coblosan”.

Si anak kecil mah excited banget lihat saya dan eyang nya dapat kertas lalu “ngumpet” di bilik πŸ˜€ Dia ikutan saya ke bilik dan mulai lah wawancara penasarannya dia ke saya πŸ˜€ Dari yang nanyain mau ngapain ke bilik, nanyain itu (lihat foto-foto calgub) namanya siapa saja, nanyain kok ada paku di meja bilik… endebra endebre lah….. πŸ˜€ πŸ˜€ Tapi syukurlah…..dia tidak spontan seperti biasanya untuk menyerukan nomor berapa yang saya coblos ha..ha…ha… πŸ˜€

Setelah nyoblos kan kita harus nyelupin jari ke cup tinta. Kembali excited nih si anak kecil sampai akhirnya dia ikutan nyelupin kelingkingnya di tinta….. Yay! Alin is officially (fake) voting πŸ˜€

pilgub jateng 2013Pilih yang mana yaaa? πŸ™‚

di depan TPS

officially :)

He’ll never give up on you…ever — Toy Story 3 quote

Gara-gara komentarnya Bebe di postingan ini tentang Toy Story 3 yang sad ending, beberapa minggu lalu saya pun baru benar-benar menyimak film itu. Iyah, ternyata memang sad ending karena akhirnya Andy harus berpisah dengan Woody dan mainannya yang lain. Satu quote yang “touchy” buat saya adalah ucapan Andy ketika akan memberikan Woody ke Bonnie di akhir cerita

Now Woody, he’s been my pal for as long as I can remember. He’s brave, like a cowboy should be. And kind, and smart. But the thing that makes Woody special, is he’ll never give up on you… ever. He’ll be there for you, no matter what

Melted banget ngga sih? Karena saya hafal cerita Toy Story 1 dan 2 (gara-gara keseringan ditonton Alin juga sih πŸ™‚ ), jadi bisa ikutan mbrambang melihat scene akhir Toy Story 3 (Alin sih biasa aja ekspresinya, mungkin karena belum ngeh dengan kata-katanya Andy πŸ™‚ )

Ini cuplikannya…..