Trip to Belitung Islands – 2

Day 2 – 10/05/13

Hari ini acara kami adalah……keliling-keliling pulau!!

Yup, kami akan seharian mengelilingi pulau dengan menggunakan kapal yacht sederhana😀

Perjalanan diawali dari naik kapal di Tanjung Kelayang. Semua orang bergembira karena pagi ini cuaca sangat cerah dan berharap tetap terang sampai perjalanan kembali.

Sebetulnya jarak antar pulau di Belitung tidak terlalu jauh (paling jauh sekitar 15 menit) sehingga kami bisa melihat gugusan pulau-pulau itu ketika sedang menjelajahi laut. Salah satunya adalah Batu Garuda. Samudra Pasific tenang hari ini. Langit pun terang dengan awan biru dan putih yang indah🙂

DSC_0163

Kurang lebih 10 menit berjalan dari Tanjung Kelayang, sampailah kami di Pulau Pasir. Pulau ini tidak berpenghuni dan hanya berisi hamparan pasir putih. Biasanya pulau Pasir akan bisa dikunjungi bila air laut surut. Kebetulan sekali, hari ini pulau Pasir tampak dan kami bisa bermain disana. Bermain apa? Foto-foto (pastinya!😀 ) dan hunting bintang laut! Iyah, di sini banyak sekali Patrick dan teman-temannya. Bintang lautnya serupa, berwarna nuansa merah muda. Bagus sekali🙂

Pulau Pasir

Star fish at Pulau Pasir

Puas potoh-potoh di Pulau Pasir, perjalanan berlanjut ke Pulau Lengkuas. Nah, pulau Lengkuas ini yang terkenal dengan mercu suar nya. Pulau Lengkuas adalah pulau terluar di bagian utara Belitung. Batu-batuan besarnya banyak dan tersebar. Tiba disana, mulailah kami naik turun gunung batu mencari photo spot yang apik. Hanya saja disini kami harus tetap memakai alas kaki ketika masuk ke air karena karangnya tajam-tajam. Beberapa batunya juga kasar karena banyak kerang-kerang yang sudah mati yang menempel di bebatuan itu. Pulau Lengkuas seringkali digunakan sebagai lokasi pemotretan pre-wedding.

pulau Lengkuas

pulau lengkuas

Kami makan siang di pulau Lengkuas. Hari ini ramai sekali, beberapa rombongan tour berbarengan dengan jadwal kami rupanya. Ada group yang mengadakan team building, ada juga pasangan yang melakukan pemotretan pre-wedding serta beberapa group lainnya. Betul-betul ramai siang ini di pulau Lengkuas. Setelah makan siang, sebetulnya kami ditawari untuk naik ke mercu suar yang tingginya sekitar 60 meter itu untuk mendapatkan view maksimal laut Samudra Pasific dan pulau-pulau di sekitar pulau Lengkuas, tetapi kami sepakat menolak karena membayangkan harus menaiki ratusan anak tangga! Dan kesininya, saya rada menyesal juga kenapa ngga dilakoni itu naik ke mercu suar (setelah melihat beberapa hasil foto yang diambil dari atas mercu suar)😦

mercu suar pulau lengkuas

mercu suar 60 meter

Sekitar jam 1 siang kami pun kembali berlayar menuju lokasi snorkeling yang tidak jauh dari pulau Lengkuas. Awalnya saya membayangkan bahwa lokasi snorkeling itu ya di pinggir-pinggir pulau (dimana kita masih bisa nginjak pasir deh), ternyata lokasinya di tengah laut (dimana itu pasti dalem!! ). Saya kembali maju mundur maju mundur buat snorkeling. Kenapa? 1) Saya tidak bisa berenang! 2) Saya belum pernah snorkeling! 3) Lautnya pasti dalem! Tetapi setelah diajari dan diyakinkan oleh Agung dan mas Vicky bagaimana bernafas dan bahwa kami akan tetap safe karena menggunakan life vest, saya dan mbak Dian pun memberanikan diri buat nyemplung. Bagaimana dengan Robert? Dia juga ngga bisa berenang, tapi dia sudah pernah snorkeling, jadi ya bisa nyemplung sendiri.

Ketika saya nyemplung pun, saya tetap berpegangan ke Agung (karena hanya dia yang saya kenal dan tahu pasti bisa berenang dengan baik!😀 ) Sementara mbak Dian di assist mas Vicky. Sementara Robert sudah sliweran sana sini sambil sesekali nanya ke saya, “Belum berani lepas sendiri? ” *Robert minta disenggol pakai bulu babi kayaknya deh*😀😀 Dan sodara-sodara, snorkeling itu ternyata asyik ya (selama kita tidak panik!). Saya bisa lihat karang-karang di bawah laut dan beberapa ikan kecil yang berdatangan (karena kita sebar-sebarin remah roti🙂 ) Tapi katanya Agung dan Robert, ikan-ikannya masih lebih banyak dan lebih berwarna yang di Bunaken. Ngga papa sih, saya sudah happy bisa snorkeling untuk pertama kali. Yippie….🙂

snorkeling

Kami beranjak naik ke kapal setelah langit mulai gelap dan gerimis datang. Hiyaah…..hujan deras pun tiba. Sempat menunggu di kapal sekitar setengah jam karena pulau-pulau terdekat tidak tampak. Setelah itu kapal pun berjalan setelah bapak perahu bisa melihat pulau. Kapal berjalan masih dalam kondisi hujan menuju pulau Burung. Nah di pulau Burung ini terdapat beberapa cottage yang disewakan. Pulau ini pulau yang (katanya) digunakan sebagai lokasi syuting film The Philospher yang dimainkan Cinta Laura. Kami hanya berteduh di salah satu pondok dan tidak bisa berfoto-foto ria secara hujan masih deras😦

Perjalanan berlanjut menuju Pulau Babi. Pulau ini tidak berpenghuni. Berpasir putih dengan bebatuan besar dan terdapat beberapa pohon disana. Sementara yang lain asyik berenang, saya sibuk mencari kerang-kerang lucu yang tersebar di tepian pantainya. Disini juga tidak ada photo session karena masih gerimis kecil (sayang kamera dan sayang hape kalau dipakai hujan-hujanan😀 )

Sekitar pukul 16.00, kami tiba di pulau terakhir yang kami kunjungi. Pulau Batu Berlayar. Kenapa namanya Batu Berlayar? Karena di pulau ini terdapat batu-batu besar yang bentuknya seperti layar, makanya diberi nama Batu Berlayar. Kita bisa snorkeling disini, tetapi hati-hati, di beberapa tempat terdapat bulu babi. Berhubung ini adalah pulau terakhir dari rangkaian island hopping hari ini dan cuaca yang mulai cerah, session potoh-potoh pun dimulai😀

Dalam perjalanan pulang menuju Tanjung Kelayang, kelapa muda fresh pun disajikan untuk kami. Complete!😀

Dalam keadaan masih basah (tetapi sudah tidak kuyup), kami langsung menuju Mie Belitung Atep. Makanan khas Belitung yang wajib dicoba. Mie Belitung ini mirip-mirip mie Ongklok-nya Wonosobo. Kuahnya agak kental. Isinya ada mie, kentang, tahu, udang dan emping. Endeus sodara-sodara….secara dimakannya juga dalam kondisi lapar teramat sangat sih ya😀

mie belitung

===================================================

Day 3 – 11/05/13

Pagi ini terasa lebih terik dari sebelumnya. Setelah sarapan seadanya di penginapan, kami pun berburu Suto Belitong, dan terdamparlah kami di Warkop Mak Janah. Suto Belitong mirip-mirip lontong kari dengan tambahan bihun, daging sapi dan emping. Rasanya cucok juga di lidah🙂

Kenyang dengan suto, kami menuju ke Rumah Adat. Rumah asli Belitung adalah rumah panggung. Di rumah adat ini isinya cukup lengkap. Dari meja kursi tamu, perkakas-perkakas dapur, perkakas kerja, ranjang pengantin dan pernik khataman Quran. Lagu daerah pun diperdengarkan bagi pengunjung rumah adat.

rumah adat

Pendaratan berikutnya adalah Danau Kaolin. Danau Kaolin dulunya adalah tambang kaolin (sejenis tanah liat) yang sempat menjadi mata pencaharian utama masyarakat Belitung. Tambang itu kemudian menyisakan lubang-lubang besar berisi air yang menyerupai danau. Konon katanya, ketika cuaca terang (baca:terik), maka air danau akan berwarna biru tosca. Paduan warna air dengan batuan putih dan pohon-pohon yang tumbuh di sekitarnya akan memunculkan pemandangan indah yang sering kali diincar oleh para fotografer. Sayang sekali, saat kami kesana, langitnya lagi mendung. Namun, walau viewnya ngga maksimal, danau ini tetap tampak unik🙂

danau kaolin

Berteduh sebentar di kantor Belitung Island, kami pun melanjutkan perjalanan ke Tanjung Pendam. Main air lagi? Nggaaaa….. Kami hanya nangkring di salah satu booth makanan yang menjual empek-empek. Iya, sebetulnya kami ingin mencicipi empek-empek mama Rio yang khas Belitung, tetapi mama Rio baru buka berjualan di sore hari😦

Pukul 12.00 kami diantar ke penginapan untuk beristirahat sebentar sebelum check out pukul 13.00. Capcus langsung menuju bandara yang ternyata masih tutup pada jam itu. Iyah, ternyata bandara hanya buka menjelang waktu-waktu jam terbang maskapai. Karena pesawat kami dijadwalkan boarding puku 15.30, jadilah bandara baru buka menjelang pukul 15.00🙂

Secara keseluruhan, kami semua senang dan menikmati petualangan kali ini. Perjalanan kali ini semakin membukakan mata saya bahwa Indonesia memang benar-benar indah. Ketika infrastruktur bisa dikelola dengan baik sehingga terjangkau (bak fasilitas, waktu, biaya dan sebagainya), menjelajahi Indonesia akan terasa lebih menantang🙂

bye belitung

6 thoughts on “Trip to Belitung Islands – 2

  1. Mit, tolong bilang kalo aslinya sebagus fotonya plis plis plissss
    Bilang kalo kamu ga edit fotonya bilaaaanggg *dramatisasi sinetron*
    Tapi udah yang banyak yang bilang nih belitung bagus, aku belum ada waktunya. Huuuu
    Apalagi pake tambahan Mie lagi!!! Obviously my next destination!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s