Trip to Belitung Island – 1

Tidak terasa ternyata sudah setahun lebih dari trip terakhir bersama teman-teman kantor, saatnya eksekusi trip yang baru di tahun ini🙂

Yep! Ke Pulau Belitung lah tujuan kami kali ini dan inilah petualangan kami di negeri Laskar Pelangi🙂

Day 1 — 09/05/13

Karena tidak ada penerbangan langsung dari Semarang ke Tanjungpandan maka kami pun harus transit ke Jakarta lebih dahulu. Penerbangan dari Semarang menggunakan maskapai AirAsia menuju Jakarta kemudian lanjut dengan maskapai Sriwijaya Air untuk penerbangan menuju Tanjungpandan. Oh iya, sebelum tahun 2013, kalau tidak salah hanya 2 maskapai saja yang melayani penerbangan rute Jakarta – Tanjungpandan, yaitu Sriwijaya Air dan Batavia Air. Namun kemudian Batavia dinyatakan pailit sekitar awal 2013, rute yang dimiliki Batavia Air pun diambil oleh Citilink. Kemudian per bulan Mei ini, Garuda pun ikut meramaikan rute Jakarta – Tanjungpandan. Belitung semakin mudah dicapai dan semakin ramai sepertinya yah🙂

Kami tiba di Bandara Hanandjoeddin menjelang pukul 12.00. Cuaca agak berawan ketika kami mendarat. Walaupun tidak terlalu besar, bandara Hanandjoeddin cukup bersih. Modelnya mirip-mirip seperti bandara Supadio Pontianak.

Setelah beres dengan bagasi, guide dari Belitung Island pun sudah menanti kami. Ya, untuk trip kali ini, kami menggunakan jasa tour guide dan menemukan Belitung Island sebagai tour yang banyak direferensikan orang🙂 Dari bandara, kami check in di Grand Pelangi untuk menyimpan koper sebelum memulai kunjungan-kunjungan. Hotel Grand Pelangi adalah hotel bintang 3 yang cukup nyaman dan bersih. Kamarnya luas, air berfungsi baik dengan view laut di belakang hotel. Selesai check in, petualangan pun dimulai🙂

Tujuan pertama adalah rumah makan Mabai, di sekitar Tanjung Tinggi, untuk makan siang dan mencicipi masakan khas Belitung yang bernama Gangan. Gangan adalah sejenis sop ikan yang dimasak dengan bumbu kunyit dan nanas. Kalau menurut saya sih ketara rasa nanasnya daripada rasa kunyit nya🙂 Di rumah makan Mabai, kita juga sudah bisa melihat indahnya laut pulau Belitung. Biru, jernih dengan langit putih biru yang cerah🙂

Tidak jauh dari Mabai, sampailah di Tanjung Tinggi. Batu-batuannya besar dan tersebar. Air pantainya tenang, pasirnya pun putih. Mulailah kami naik dari batu yang satu ke batu yang lain demi photo session yang (wajib) bagus😀 Ini dia beberapa hasilnya🙂

tanjung tinggi

tanjung tinggi

Jalanan di Belitung cukup besar, beraspal, bersih dan minim lampu lalu lintas🙂 Mobil atau motor yang bersliweran juga tidak banyak, tenaaaang sekali😀 Lepas dari Tanjung Tinggi, kami tiba di Kampung Daun, sebuah lokasi yang sedang dikembangkan oleh Belitung Island. Disini mereka menyediakan kursi malas yang tentunya kami manfaatkan, secara matahari sedang terik maksimal, terlalu panas untuk beraktivitas di air (alasaaaannn……takut gosong aja sebetulnya😀 ). Ketika matahari mulai bersahabat, saatnya canoeing!

Saya pada awalnya ragu buat mencoba karena saya…..tidak bisa berenang……😀 Tetapi setelah melihat Agung dan Robert wira wiri pakai kano dan setelah didorong-dorong buat nyobain (rugiiii….udah jauh-jauh datang kok ngga mencoba), saya pun turun mencoba. Saya semakin mantap mencoba karena melihat Robert yang (ternyata) berani dan baik-baik saja selama canoeing….secara kan dia juga ngga bisa berenang😀 Ternyata asyik juga ya canoeing itu. Terasa semakin asyik karena saya tidak harus terus menerus mendayung, ada Agung yang stand by untuk mendayung di belakang ha…ha…ha….😀

canoeing at kampung daun

rainbow at kampung daun

Lelah canoeing, saatnya memburu sunset yang (banyak orang bilang) indah di Belitung. Referensi dari Mas Vicky (guide kami) dan setelah berembug, kami pun menuju Tanjung Binga untuk menyaksikan terbenamnya sang matahari. Jembatan dermaga di Tanjung Binga cukup panjang dengan dihiasi lampu penerangan cantik. Beberapa kapal penangkap ikan bersandar disana, menanti waktu untuk melaut. Sayangnya, banyak awan yang menutupi matahari sore itu sehingga tidak begitu tampak proses terbenamnya. Walau begitu, suasana damai menyaksikan matahari menuju peraduannya tetap terasa🙂

tanjung binga

sunset at tanjung binga

Setelah makan malam di rumah makan Dynasty, kami pun kembali ke penginapan untuk beristirahat.

Oh iya, catatan : buat saya Belitung ini damai sekali karena (salah satunya) belum ada satupun Indomaret atau Alfamart yang berdiri!🙂

(bersambung)

2 thoughts on “Trip to Belitung Island – 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s