Hai Kamu!

Hai Kamu!

Masih ingatkah ketika menemani aku pergi interview ke kota Cirebon 9 tahun yang lalu. Kota yang sama-sama belum pernah kita kunjungi. Menginap di salah satu hotel melati di sebelah terminal yang ternyata hanya menyediakan kasur double bed. Sama-sama kita makan di salah satu tenda pecel lele di dekat terminal saking butanya kita akan kota itu. Kamu pun setia menunggui aku ketika interview di salah satu kantor. Kamu rela kehausan karena aku lupa meninggalkan air mineral untuk minummu. Dan kamu lakukan semua itu dengan tulus hati…..

Hai Kamu!

Masih ingatkah ketika pertama kali aku mulai nge-blog, hmmmm….sekitar 8 tahun yang lalu…sementara kamu sudah menjadi blogger sukses karena blogmu dibaca banyak orang dan kamu mendapatkan teman yang banyak dari blogging. Bahkan kamu pun sempat kopi darat dengan teman-teman blogger mu yang lain ketika kamu main ke Jakarta, sementara aku masih pemula sekali di bidang blogging. Betapa senangnya hatiku ketika kamu menuliskan komentar atas salah satu postinganku saat itu, membuat aku merasa diperhatikan, membuat aku semakin bersemangat untuk mengikuti jejakmu….

Hai Kamu!

Masih ingatkah kamu, 8 tahun yang lalu, ketika kamu mulai sering keluar masuk rumah sakit karena gangguan ginjalmu yang mulai menggejala kembali. Kamu jalani hemodialysis beberapa hari sekali namun tidak sekali pun kesakitan dan penderitaan tampak di wajahmu. Namun begitu, kamu tetap menjalankan kewajibanmu dengan baik. Kamu tetap pelan-pelan menyusun skripsimu, bertemu dengan dosen pembimbingmu dan mencari referensi. Hari-hari di rumah sakit lebih banyak kamu lalui dengan ditemani ibu, berdikusi tentang hidup dan apapun dengan ibu. Bahkan ibu pun mengakui belajar hal banyak darimu…..

Hai Kamu!

Masih ingatkah, 7 tahun yang lalu, ketika kamu menjemputku selepas test tertulis seleksi pegawai Bank Indonesia. Penat dan lelah badanku, kamu pun mengajukan usul untuk makan siang di Seven Eleven di kawasan Undip. Itu tempat favoritmu, kamu suka sekali jajan disana. Kita pesan nasi goreng dan minuman dingin. Mungkin karena hawa siang itu yang memang terik dan panas, kamu pun memesan tambahan 1 gelas juice alpukat….

Hai Kamu!

Masih ingatkah, sore selepas kita makan siang itu, aku pun bergegas kembali ke Cirebon karena jatah cutiku yang terbatas. Kamu menyempatkan mengambil afdruk pasfoto yang akan digunakan untuk mendaftar ujian skripsi sebelum setelah itu mengantarku ke agen bus Coyo. Bus ku berangkat dan kamu pun pulang ke rumah….

Hai Kamu!

Tahukah kamu betapa terkejutnya aku ketika keesokan harinya ibu mengabarkan bahwa kamu sesak malam itu dan dibawa ke rumah sakit namun peralatan UGD saat itu tidak bisa mengatasi, lalu kamu pun dibawa ke rumah sakit lain namun kamu terlanjur pingsan dan koma….

Hai Kamu!

Tahukah kamu, aku mendoakanmu dari jauh. Kesibukanku membuat aku tidak bisa segera menjengukmu kala itu. Baru di hari ke 8 aku pulang dan menemuimu. Tercekat leherku melihat kondisimu. Menyapamu dengan suara parau hanya mempercepat turunnya air dari mataku. Membacakan Yassin untukmu hanya dalam hati karena sungguh aku tak mampu bersuara. Sesekali aku melihat grafik di monitor di samping bed-mu tiba-tiba berubah. Dokter berkata bahwa kamu menyadari kehadiranku, bahwa kamu mencoba untuk berkomunikasi. Dan aku semakin tercekat. Maafkan aku baru menemui sekarang, batinku berbisik lirih.

Dokter berkata bahwa kondisimu menurun, sudah lebih dari seminggu dalam keadaan koma. Beberapa sel batang otak pun mulai rusak. Kalaupun suatu saat kamu sadar dari koma, lumpuh adalah menjadi option pasti disamping penurunan-penurunan fungsi tubuh lainnya. Dokter memberikan pilihan kepada kami, dan kami memilih untuk tetap berjuang bersamamu.

Di hari ke 9 sore, aku pun harus kembali ke Cirebon. Aku tidak bisa lama-lama mengambil izin. Berat rasanya namun ibu berkata, “Satu sakit tidak berarti semua harus sakit. Satu sakit berarti yang lain harus sehat dan tetap hidup dengan baik. Show must go on

Hai Kamu!

Tahukah kamu, pada hari ke 10 pagi, atasanku menanyakan bagaimana kabarmu karena entah kenapa malam sebelumnya beliau memimpikan kamu. Aku pun segera menanyakan kabar ke rumah sakit. Kondisimu membaik, tekanan darah, denyut nadi, jantung membaik dan ada gerakan jari tangan. Hatiku senang mendengarnya…..sampai di pukul 16.30….. ketika ibu menelepon, “Ta, bisa pulang sore ini? Anung barusan pergi“…..

=========================================================================

Hai Kamu!

Hari ini ulang tahunmu. 12 April! Genap 30 tahun usiamu. Bila kamu ada disini, Alin pasti dengan senyum mengembang lebar akan membawakan roti tart coklat dengan lilin tertancap lalu berkata, “Selamat Ulang Tahun Oom Anung…..

Ya, selamat ulang tahun adikku, Anung. Tiuplah lilin-lilin ulang tahun di Sana bersama malaikat-malaikat penjagamu.

Rest in Peace, my lil’ brother…..

2 thoughts on “Hai Kamu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s