Rememberance NH Dini

Sejak saya kecil, bila ada orang bertanya kepada saya, “Apa hobby-mu?”

Saya akan otomatis menjawab, “Membaca”

Seperti yang pernah saya posting disini, saya memang sukaaaa sekali sama buku-buku. Diperhatikan baik-baik ya…..suka sama buku! Which is beda dengan suka membaca buku he..he..he.. *terus mulai menyalahkan waktu yang terasa kurang buat membaca*😀

Nah, secara gentleman harus saya akui, hobby membaca buku, beneran terjadinya justru ketika di masa-masa SMP – SMA. Saat SMP dan SMA, saya adalah member perpustakaan di sekolah (haizzzz….semua murid ya pasti member perpustakaan sekolah kan ya :D) dan member perpustakaan kabupaten (iyes, kalau ini mah ngga semua orang bisa otomatis jadi member kaaaan…. *sedikit jumawa*😀 ) Teyuuuus….buku-buku yang saya baca bukan komik-komik, tapi karya sastra. Dulu zaman ada film Siti Nurbaya, Sengsara Membawa Nikmat, Salah Asuhan (aiiiiihhh…..ketahuan banget ya saya hidup di zaman apah😀 ), saya pun membaca buku-buku itu (dan sampai sekarang saya adalah penganut prinsip bahwa buku lebih “bercerita” daripada film-nya🙂 )

Salah satu penulis yang saya suka karyanya saat saya SMA adalah NH Dini. Saya mengenal karya NH Dini dari perpustakaan sekolah dan perpustakaan kabupaten. Beberapa bukunya yang sempat saya baca waktu itu adalah Pada Sebuah Kapal, Pertemuan Dua Hati, La Barka, Namaku Hiroko, Tirai Menurun, Padang Ilalang di Belakang Rumah, Langit dan Bumi Sahabat Kami dan Sekayu. Kalau saya pikir-pikir sekarang, berat sekali bacaan saya waktu itu. Tapi entah kenapa, saya betah membaca karya NH Dini berjam-jam di rumah daripada membaca buku pelajaran (banyak kembarannya mah kalau begini😀 ). Rata-rata bukunya NH Dini lebih dari 100 halaman, bercerita tentang masa penjajahan jepang dan lebih banyak menggambarkan tentang hal-hal yang terkait gender. Makin kesini, kalau lebih diperhatikan, buku-bukunya NH Dini sepertinya banyak terinspirasi dari pengalaman hidup pribadinya — dimana saya belum bisa menangkap keterkaitan hal-hal itu saat SMA. Saat itu yang saya tahu dan rasakan hanya, NH Dini penulis yang hebat, ceritanya daleeem banget🙂

Dari sekian buku yang pernah saya baca itu, buku yang paling saya suka adalah Namaku Hiroko dan Pada Sebuah Kapal. Waaaah…..jadi pengen baca lagi buku-buku ituuuuuh….. *tergoda untuk hunting di onlenbuksop* *kayak masih sempat aja baca buku*😀

Jadi penasaran juga sih, kira-kira zaman sekarang, anak-anak remaja (atau orang gedhe a.k.a dewasa) masih ada yang baca bukunya NH Dini ngga ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s