Trip to Singapore – 4

Senin, 2 April 2012

Setelah sarapan di stasiun MRT Geylang (akhirnya menemukan menu nasi hainan lumayan di dekat penginapan :)), kami melenggang di sepanjang Orchard Street, menuju Lucky Plaza, hunting for another ”three for ten”. Iyaa….oleh-oleh berasa masih kurang aja ituh. Mbakyu yang satu ini malah sempat nge-borong coklat macam-macam juga tuh di Lucky Plaza. En yu nou….ngeborong di pagi hari itu sangat tidak disarankan. Kenapa? Karena pagi-pagi barang bawaannya jadi buanyaaak ya bo’, sampai-sampai tas doraemon pun harus dikeluarkan. En yu nou egein….secara mister-nya cuma satu, dia deh kebagian keseringan disuruh bawa-bawa itu tas doraemon ha..ha..ha..ha.. *diselepet si mister*

Puas ngeborong, kami beranjak menuju Singapore Botanical Garden. Perjalanan MRT-nya dekat sih, cuma ketika turun di gerbang Botanical (kalau tidak salah melalui Melati Gate – dekat dengan stasiun MRT), ternyata perjalanan masuknya (which is harus berjalan kaki) itu jauh sekali, Jenderal! Tetap terasa senang karena hawanya sejuk, pohon-pohon dimana-mana, teduh penuh udara segar🙂

Sampai di gerbang masuk Orchid Garden, kami bertiga pun masuk dan mulai berpetualang di kebun anggrek kebanggaan warga Singapore ini. Yup! Si Mister tidak cukup tertarik buat ikutan masuk di kebun anggrek, selain karena sudah pernah dan tidak tertarik, dia sudah cukup kelelahan harus membawa tas doraemon😀

Well, tentang orchid garden ini, saya patut acungkan jempol. Indah dan oke banget! Kebunnya luas, jenis anggreknya banyak, berwarna-warni dan dipelihara dengan baik. Saya bukan penggemar tanaman, tetapi menjelajahi kebun anggrek ini membuat saya senang dan takjub. Disetiap sudut ditata dengan baik sehingga membuat orang nyaman berjalan dan menikmati dengan tenang.

Di kebun ini, ada satu bangunan semacam aula kecil bernama VIP Orchid Garden. Didalamnya terpampang bagaimana melakukan hibrida anggrek, memelihara anggrek sampai dengan macam-macam anggrek eksklusif yang disandingkan dengan sinonim tokoh atau tokoh inspirasi anggrek tersebut. Profesional sekali!

Di sisi lain ada area bernama Celebrity Orchid Garden. Di area taman ini, berisi hibrida-hibrida anggrek baru yang diberi nama sesuai nama para tokoh yang berkunjung ke sana sebagai bentuk kehormatan telah bersedia hadir di taman tersebut.

Terdapat pula Tan Hoon Siang Mist House, sebuah area tertutup berisi jenis-jenis anggrek langka yang sedang dibudidayakan. Cakep-cakep euy….🙂

Tidak terasa kurang lebih satu jam mengelilingi kebun anggrek yang indah itu, saya yang bukan penggemar bunga saja merasa PUASS!!, apalagi si ibu satu ini dan yang ini, yakin bener deh kalau mereka merasa PUAAAASSSSS!!! secara mereka berdua tuh penggemar berat tanam-tanaman😀

Usai makan siang, saatnya menuju…..Universal Studio!! Yay!

Oke…oke….ke Universal Studio ini bukan untuk bermain di wahananya lho ya. Tujuan utamanya adalah nonton Song of The Sea🙂

Nah, secara Song of The Sea baru akan dimainkan setelah langit gelap, sementara kami sudah sampai di Universal Studio pukul 4 sore waktu sono, akhirnya sejenak end up di Coffee Bean.

Jam 7, kami beranjak menuju lokasi. Belum begitu ramai sehingga lumayan bisa dapat tempat duduk yang pas lurus dengan tengah panggung. Sambil menunggu acara dimulai, session foto pun dibuka😀 Secara lokasinya dipinggir laut, foto-foto pun bertema sunset gitu deh :D  Jam 7 waktu sono pun itu langit masih terang yah. Meredup perlahan dan akhirnya sekitar jam 8 kurang, acara dimulai.

Wew! Pertunjukannya oke, saya suka ini. Ceritanya apa, nonton sendiri deh ya hehehe….nggak mau dianggap spoiler ntar ah!😀 Yang pasti, pertunjukkannya digarap dengan profesional, dikemas menarik dan heboh. Agak sulit juga untuk ngejepret gambar, secara mereka bergerak terus (alasan mah itu, padahal saya nya aja yang ngga expert ngambil gambar🙂 ), jadi gambar seadanya saja ya. Pertunjukkannya cuma setengah jam saja, tapi puas nontonnnya.

Puas menyaksikan Song of The Sea, kami mampir di food court Food Republic di Vivo City. . Food Republic Food Court yang terletak di lantai 3 Vivo City ini merupakan salah satu unit bisnis yang dikelola group-nya Bread Talk. Stall nya banyak, dekorasi/lay out nya menggambarkan tentang perkampungan zaman kuno. Interiornya dikemas dengan menarik, cuma tidak sempat foto-foto karena badan sudah terasa lelah sekali dan saat itu sedang ramai pengunjung. Well, it’s our last dinner, soalnyah besok pagi kita sudah pencar buat pulang di kota masing-masing😦

to be continued…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s