Exotic Trip to Bangkok — part 1

(Notes : tulisan ini pernah di posting di blog saya yang lain pertengahan tahun 2011 dan telah dilakukan editing untuk posting di blog ini :)  )

Akhirnya setelah “dipaksa” menabung setahun, akhirnya datang juga waktu berlibuuurr…..

Dimulailah trip kami menuju kota eksotik….BANGKOK….

DAY 1

Dikarenakan dari Semarang tidak ada penerbangan langsung ke Bangkok maka kami bertiga (saya, Agung dan Nofa) akan berangkat melalui Surabaya. Dengan penerbangan Sriwijaya pagi ke Surabaya, kami harus menunggu di Juanda selama kurang lebih 4 jam. Ngga bisa kemana-mana juga karena waktu jedanya nanggung sekali ya. Dan lebih ngga bisa kemana-mananya lagi karena roda koperku lepas….hiyaaa…..lepas…., sepertinya karena ketimpa-timpa di bagasi deh hiks…hiks… Untunglah ada teman yang baik (read : Agung dengan sangat baik hatinya mau menumpangkan koperku di atas kopernya)

Sekitar setengah empat sore, lepas landas deh ke udara. Dan tahukah apa yang kami lakukan selama penerbangan hampir 4 jam itu? Awalnya bobok bentar (setelah cape mondar mandir di bandara pas nungguin tadi kan). Terus dilanjutkan dengan ngutak atik sudoku. SUDOKU? Iyaah, saya iseng banget beli buku sudoku, ternyata berguna juga ya… Tapi oh tapi….ternyata lama-lama pusing… .bukan pusing muterin angka-angka itu tapi pusing karena baca sambil jalan *hadeh, ternyata ngga di mobil ngga di pesawat, sama sajah*. Akhirnya buku sudoku-nya dimainin Nofa.

Apa yang saya lakukan? Bermain tebak-tebakan nama hewan dengan agung. Huwaaa….mainan anak-anak itu? Iyaah, yang kita ngasih berapa huruf, terus teman kita tebak huruf sampai nanti ketebak itu hewan apa? Hahahaha…..mati gaya beneran sepertinya….,tapi tetap seru lho…

Akhirnya sekitar jam tujuh gitu, abang pilot woro-woro kalau sebentar lagi akan mendarat di airport Suvarnabhumi, Bangkok. Ahayy….era mati gaya akan segera berakhir.

Landing position...

Setelah turun, ngurus di imigrasi, ngambil bagasi, kita sudah ditunggu sama tour guide kita, yang bernama Chong Vit. Makan malam di salah satu restoran *petualangan lidah menyusuri aneka tom yum pun dimulai*, langsung check in di Miramar Hotel, Bangkok. Sempatkan mampir di seven eleven buat cari camilan dan starter pack nomor lokal sebelum akhirnya tepar kelelahan.

==================================

SNAPSHOT

Miramar Hotel Bangkok

Terletak di 777 Mahachai Road, Wangburaphapirom, Phanakorn, Bangkok

Hotelnya cukup bersih, interiornya ok. Cuma sayangnya, resepsionisnya tidak menguasai bahasa inggris *salting kalau pas kita tanya-tanya*, liftnya terlalu sempit *hanya muat 4 orang tanpa bawa koper lho ya*, menu breakfast biasa saja *tidak ada sesuatu yang spesial*. Enaknya lagi, hotel ini cukup dekat dengan chinatown dan dekat dengan warung pad thai enak di Bangkok *kata si tour guidenya lho*. Here is the picture of Miramar Hotel (taken from www.miramarbangkok.com)

Miramar Hotel, Bangkok

==================================

DAY 2

Semua diwajibkan jam 8 pagi sudah standby untuk berangkat. So, jam 7 pagi, kami sudah turun buat sarapan. Daaann saya hanya sarapan roti oleh selai dan teh manis sajah, karena menunya tidak ada yang menarik lidah untuk mencoba *tumbeeennn….* Di saat sarapan inilah, kita bertemu dengan teman-teman dari embarkasi lainnya (read : dari Jakarta, Bandung dan Medan). Lepas kangen gitu ceritanyah he..he..he..

Jam 8, kita sudah check out menujuuuu…..PATTAYA…..,here we come….

Setelah menempuh perjalanan 2 jam, sampailah kami di Pattaya.

Terminal pertama adalah BEE FARM PATTAYA. Disini kami diberikan penjelasan tentang peternakan lebah, macam-macam lebah dan produk-produk yang dihasilkan dari lebah. Kami diajarkan juga bagaimana membedakan madu yang asli dengan madu palsu. Kemudian ternyata madu itu juga ada tingkatan kualitasnya *baru tahu kalau kualitas madu tergantung dari jenis bunga yang dihisapnya, bukan dari jenis lebahnya* Terminal pertama ini cukup edukatif juga ternyata.

Setelah lunch di Payamaimung Resturant *dan tom yum kedua pun dilahap*, saatnya bermain berandai-andai di MINI SIAM.

Mini Siam ini berisi miniatur dari tempat-tempat terkenal baik dari Thailand maupun dari seluruh dunia. Jadi, disitu ada miniatur Temple of the Emerald Buddha, Jembata sungai Khwae, menara Eiffel, patung Liberty, patung Merlion, menara Pisa, Colosseum, Sphinx dan lain-lain. Di setiap miniatur tertera keterangan mengenai bangunan tersebut. Lagi-lagi edukatif bukan? Kayaknya anak-anak bakalan senang kalau diajak kesini karena miniaturnya buanyaaaakk sekali, arealnya luas (bisa lari-larian sepuasnya) dan indah.

Kami yang orang dewasa saja heiboh bergaya berfoto di setiap miniatur *ralat : hanya orang dewasa yang narsis kali ya*. Setelah cukup lelah menyusuri setiap jengkal dari taman mini versi thailand ini *halah*, rehat sejenak di kantin dan lanjut jalaan….

Kemanakah setelah itu? Kami mengunjungi PATTAYA FLOATING MARKET….

Nah, kalau floating market yang ini, buatan manusia…floating market yang asli ada di Bangkok. Pattaya floating market sangat luas *keluh kesah yang sempat kesasar di dalamnya*. Banyak pondok-pondok yang menjual souvenir dan makanan khas thailand. Selain itu, juga ada perahu-perahu yang berlayar dan merapat di ”semacam” dermaga, menjajakan sajian-sajian khas. Salah satu sajian yang cukup khas adalah ketan mangga *dan sayangnya kelewatan untuk saya coba*, yang katanya enak banget. Lalu ada juga makanan-makanan ekstrim, seperti jangrik goreng, kecoak goreng dan ulat goreng *nulisnya sambil bergidik inih* dan tentu saja big NO buat saya coba he..he…he… Oiya, perahu-perahu yang berlayar itu bisa disewa lho, untuk memutari area floating market. Satu perahu bisa menampung untuk 4-5 orang. Nah, kembali ke cuplikan saya kalau sempat kesasar. Sebetulnya di sepanjang tapak jalan, sudah diberi tanda panah. Tanda panah hijau berarti kembali ke pintu masuk, tanda panah merah berarti menuju keluar / EXIT. Sayangnyah saudara-saudara, hal itu baru disadari setelah kejadian kesasar… *ngelap keringat*  (silakan kunjungi www.pattayafloatingmarket.com )

foot step

Perjalanan dilanjutkan ke Mike Shopping Mall, sambil melangkah sedikit ke belakang Mall, sampailah kita di Pattaya Beach. Yang namanya pantai ya pasti panas di siang hari, jadi kami hanya berjalan menyusuri trotoar di pinggir pantai.

Menurut saya, pantai Pattaya biasa saja, tidak begitu bersih juga. Mungkin yang tampak paling mencolok adalah transaksi s**s sering terjadi, bahkan di siang hari, kita bisa dengan mudah menangkap ”momen-momen” itu di pinggir pantai *sambil merutuk kenapa aku harus menyaksikan itu semua* hehehe….

Setelah makan malam sore di Kinari Resto *menu tom yum ketigah*, kami beranjak ke Alcazar untuk nonton Cabaret Show. Cabaret show yang ini berisi pertunjukan tarian dari para waria selama 1.5 jam. Tarian-tariannya dibuat dengan tema yang berbeda-beda. Ada pertunjukan budaya thailand, budaya korea, budaya melayu, budaya china, budaya arab, budaya amerika. Tapi memang penarinya semua waria. Pertunjukan yang atraktif.

Alcazar Cabaret Show

Lepas cabaret show, saatnya check in di Baron Beach Hotel. Sebelum istirahat, kami sempatkan untuk jalan lagi ke pantai Pattaya. Pengen tahu aja, kalau malam suasananya seperti apa. Aiiihhh….ternyata tetap panas (read : sumuk). Berasa ngga ada angin euy… Nah, karena ngga kepanasan matahari, baru deh kita potoh-potoh di pinggir pantai *aneh juga sebenarnya, foto di pantai kok malam-malam*. Oiya, kalau malam, keramaian terjadi di bar-bar yang ada di sepanjang pantai Pattaya.

==================================

SNAPSHOT

Baron Beach Hotel

Terletak hanya beberapa meter dari Pantai Pattaya.

Hotelnya cukup bersih dengan interior yang modern. Banyak patchwork, lebih pas kalau disebut boutique hotel. Ada kolam renang dengan bangku-bangku untuk berjemur. Liftnya kecil tapinya :p Di setiap kamar dilengkapi dengan balkon *senangnya dapat kamar dengan balkon pool view*. Menu breakfast cukup variatif. Resepsionisnya bisa bahasa Inggris he..he..he.. please visit www.baronbeach.com

==================================

DAY 3

Hoaahhhmmm….. bangun…bangun….

Seperti biasa, jam 7 sudah standby di resto hotel buat makan pagi. Nah, kali ini baru deh mau makan nasi plus sayurnyah. Tapi memang saya perlu hati-hati melototin judulnya menu karena terkadang ada makanan yang tidak boleh dikomsumsi untuk muslim.

Jam 8, saatnya check out…dadah baron beach…., dimanakah terminal pertama kami pagi ini?

PATTAYA GEMS GALLERY..… *backsound Billionaire-nya Bruno Mars membahana*

Yuhuuu….sightseeing batu-batu permata yuks *baru berani ngajakin lihat-lihat sajah*. Gems Gallery sebenarnya ada di beberapa tempat. Bedanya, yang di Pattaya ini, ada fasilitas touring melihat proses terjadinya batu mulia, pengolahan dan produk jadinya. Modelnya seperti istana boneka di Dufan gitu. Kami belajar secara visual dan auditory, dengan harapan masuk semua ilmu-ilmu itu di ingatan kita.  Selesai putar-putar “belajar” kami digiring ke salah satu spot pengolahan batu mulia menjadi perhiasan. Setelah itu, masuk deh ke galeri produk-produk berlian-intan-permata….*cliiing….gemerlaap* Apa saja yang aku lakukan disitu? Ini yah : belajar, mengamati, beli intan permata, foto-foto….next destination please….

Pattaya Gems Gallery

THAI CULTURAL SHOW HOUSE. Apa agendanya?

Satuh…, nonton show tarian dan permainan tradisional Thailand, termasuk Thai boxing

Duah…., nonton elephant show

Tigah…., makan siang

Last but not the least…., foto-foto lah ya…

Yang paling berkesan mah acara foto-foto nonton pertunjukan gajah. Gajahnya pintar-pintar lho. Ada show gajah lagi main sepak bola *backsound Waka-waka*, gajah naik sepeda, gajah main panser, gajah menari dan yang paling aku suka….gajah menggambar dengan menggunakan cap di kaos. Kaosnya dijual sih, 200B satu piece nya.


Dari rumah budayanya Thailand, kita menuju LASER BUDDHA. Laser Buddha ini adalah gambar Buddha ukuran raksasa yang dibuat dari tembakan laser ke sebuah bukit. Laser Buddha ini berwarna emas. Magnificent….

Marih kita lanjutkan perjalan menuju SUPHATTRA LAND. Apa acara kita disini? Makan buah sepuasnyaa….

Nyam...nyam...@Suphattra Land

Iya, Suphattra Land adalah kebun buah dimana pengunjung boleh makan buah sepuasnya. Secara Thailand terkenal dengan kualitas buahnya (tentu tidak asing dengan Pepaya Bangkok, Jambu Bangkok, Durian Bangkok dll), ini saatnya kita buktikan rasa asli langsung dari kebunnya. Pada saat kunjungan kami cukup banyak buah yang disediakan. Ada rambutan yang ukurannya cukup besar, manis dan ngelotok *ngiler mengingatnya*. Ada durian yang sempat dicicipi, tapi menurutku masih lebih enak durian Indonesia atau durian Malaysia deh :p Ada mangga yang manis dan enak sekali. Ada buah naga yang katanya *karena aku ngga cicip* enak juga. Belimbing, pepaya, duku dan salak. Nah, untuk yang salak ini, bentuknya lucu, lonjong gitu tapi bersisik seperti salak pada umumnya. Tapi, rasanyaaa…..katanya *sekali lagi karena aku ngga cicip* kecut aneh gitu….*untung ngga cicip ya*. Nah, kalau disini, Agung jadi menggila gitu….dan menjadikan Suphattra Land sebagai tempat paling berkesan selama tour ini.

Setelah puas mencuci mulut dan perut dengan buah-buahan segar itu, kami kembali menempuh perjalanan menuju kota Bangkok. Sempat mampir di salah satu lokasi penjualan dried food yang cukup besar. Disini dijual penganan khas thailand seperti manisan buah kering, kering kacang teri, kering kepiting *nah lho*, wafer yang terbuat dari buah, dodol buah, snack fish sampai ikan asin yang besar-besar. Dried food bisa dijadikan buat buah tangan pulang ke tanah air, jadi jangan segan untuk berbelanja disini ya…. *ngiklan*

Sampai di Bangkok, langsung menuju Royal Dragon Resto, sebuah restoran seafood yang unik. Pernah meraih rekor dunia sebagai restoran terluas. Yang unik lagi adalah cara penyajiannya. Pada saat kami makan malam disana, ada pertunjukan pelayan yang terbang sambil membawa makanan. Menarik yang lainnya, menu kita malam itu, tidak ada tom yum….hahahaha…., tapi yang lucu justru kita menemukan ada pecel sayur di menu kita….

dinner at royal dragon

Kenyang makan pecel sayur *lagi-lagi lebay*, saatnya window shopping (tapi yang mau shopping beneran juga boleh he..he..he..) di SIAM PARADISE NIGHT BAZAAR. Tempatnya cukup luas, bersih dengan barang-barang souvenir yang lucu dan unik. Dari tas, sandal, kaos, sarung bantal, baju dan pernik-pernik lainnya tertata rapi. Harga masih bisa ditawar lho *pencerahan bagi teman yang hobi nawar*. Siam Paradise Night Bazaar ini baru soft opening di Desember 2010, it’s newbie…. FYI, bagi kebanyakan orang Thailand, Siam Paradise adalah pengganti dari Suan Lum Night Bazaar yang ditutup tahun lalu karena krisis politik saat itu.

Siam Night Bazaar

Kembali check in ke Miramar Hotel, kami pun bersiap lagi untuk hunting pad thai di dekat hotel yang (katanya tour guide) paling enak se kota Bangkok. Jalan kaki kurang lebih 5 menit, sampailah kita di sana. Jangan tanya namanya apa ya, karena semua tulisan menggunakan tulisan Thailand (yang ternyata sebenarnya masih saudaraan sama huruf Honocoroko-nya Jawa). Kita pun sempat kesulitan untuk berkomunikasi dengan pelayan karena mereka memang benar-benar hanya bisa berbahasa Thai. Menikmati sepiring pad thai dan juice jeruk asli benar-benar melengkapi akhir hari itu. (to be con’t….)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s