Selfie oh selfie…..

image

Yaaaaaahhhh……sesekali kami ketularan trend selfie kayak begitu tuh…. Yup, sekarang lagi nge-trend nih si selfie. Ditambah dengan teknologi gadget yang mendukung kamera 360, makin ramai saja dunia per-selfie-an yah….hehehehe…..

Kolase foto-foto selfie saya dan Alin, setelah saya analisa lagi (halah!) ternyata memiliki kesamaan motif. Motif kenapa kami foto selfie saat itu. Ini yah, diurutkan dari atas kanan sesuai arah jarum jam.

Pic 1 — Saya dan Alin pose selfie waktu menunggu antrian parkiran di salah satu pusat perbelanjaan. Hari itu sangat ramai dan kami mengantri cukup lama untuk masuk kesana :)

Pic 2 — kami pose selfie selepas Alin latihan mewarnai dalam rangka ikutan lomba mewarna Pen Connector nya Faber Castel. Menunggu dijemput nih ceritanya….lama banget euy….pose-pose selfie deh daripada manyun (kelihatan kan tuh Alin sudah pasang muka manyun gara-gara kelamaan nunggu) :D

Pic 3 — pose selfie nya di rumah nih. Saya baru tiba di rumah sepulang kerja. Sambil menunggu air mendidih (buat mandi), kita gaya-gayaan pose selfie deh tuuuh….. :D

Pic 4 — ini pas lagi liburan di Bali pertengahan tahun kemarin. Pagi-pagi tuh, sudah selesai sarapan, mau cao, tapi pak driver belum datang. Kami menunggu di lobby hotel….sambil pose-pose selfie (except ayahnya Alin yah :D )

Pic 5 — masih berlokasi di Bali, tepatnya di Joger. Namanya pun musim liburan yah, Joger pun ikutan penuh sesak pengunjung. Setelah saya dan Alin nemuin yang dicari, giliran si ayah yang bertugas antri di kasir. Saya dan Alin pun bergegas keluar untuk menunggu di luar. Ternyata antrian kasir pun maha hebat lamanya, mulai deh kami lucu-lucuan pose selfie di depan Joger (yang mana lumayan membuat Alin terjaga dari rasa kantuk yang mulai menyerang :) )

Nah, jadi modus selfie-nya saya dan Alin lebih karena RASA BOSAN SAAT MENUNGGU. Supaya ngga kerasa, jadinya ya selfie-selfie-an begitu *wink* (ehem…ehem…memangnya ngga ada cara lain buat ngilangin bosan menunggu Bu…..hihihihi…..)

Selfie oh selfie…., lepas dari pro atau kontra, menurut saya silakan saja, selama tidak berlebihan dan tidak mengganggu orang lain kan yah :)

“Alin, ayo kita foto (selfie) lagi….pas lagi bosan menunggu tapinya yah:D :D

Mike’s everywhere….. – Alin’s 5th birthday bash

Yay! Alin sudah 5 tahun aja gitu….  

Seperti tahun lalu, ulang tahun kali ini temanya anti mainstream dengan apa yang lagi booming. Tahun lalu pas booming tema ulang tahun Angry Birds, Alin lebih pilih Madagascar. Tahun ini pas booming si imut minion-minion, Alin lebih pilih Monster University. Jadilah prakarya kita tahun ini adalah Monster University.

Dari sebulan sebelumnya, saya sudah booking tanggal di sekolahan (secara pas bulan November, yang ulang tahun tuh banyak banget!). Terus mulai berimajinasi mau bikin apa tahun ini.

Untuk masalah cake dan goodie bag, saya tetap pasrahkan ke Kiky, teman saya. Kalau tahun lalu pakai bikin menara cupcake, tahun ini cake ulang tahun biasa dengan tema Mike Wazowsky. Goodie bag pun simple saja, wooden penstand (dengan personalisasi karakter Mike/Sulley dan nama masing-masing anak), cake in jar dan susu.

Saya dan Alin membuat undangan dan pennant. Undangan dibuat bentuk wajahnya Mike Wazowsky. Lalu Alin memberikan warna pada lingkaran mata Mike dengan teknik connectornya Faber Castell. Amplop undangannya pun dibuat sendiri dan diberi stiker nama dengan menggunakan aplikasi Momen Share yang lagi booming saat ini. Untuk pennant, saya dapat idenya dari sini nih. Menggunakan kain felt, dibentuk sesuai dengan pola dan si anak kecil membantu untuk tempel menempel menggunakan lem UHU. Simple sih tapi makan waktu hampir sebulan untuk membuatnya. Lha gimana lagi kalau saya baru bisa membuatnya di waktu-waktu yang sela. Sempat terpikir untuk membuat pinata (kebayang serunya di kelas kalau ada pinata), tapi yah….mengukur kemampuan diri sendiri dan waktu, nggak sempat bo’…..

So….hari senin, 18 November kemarin, acara pun berlangsung.

Acara berjalan lancar, Alin happy, teman-temannya pun happy…

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Menjadi Anak TK A…..

…. adalah hal yang membanggakan bagi Alin, si anak kecil :)

Bangganya beneran dan (ada kecenderungan) untuk pamer hihihihi….. Merasa sudah yang paling gedhe aja kelakuannya :)

Dan hal tersebut pun tidak disia-siakan oleh si emak yang bijaksana ini :D

Dengan menggunakan alasan bahwa sudah menjadi kakak TK A, maka si emak pun :

  • Meminta si anak kecil makan lebih cepat, karena kalau jadi kakak TK A kan sudah mulai ikutan ekstra (semester ini si anak kecil ikutan ekstra lasy dan menggambar). Kalau ikutan ekstra, tenaga harus ditambah. Makannya harus lebih cepat supaya makanannya cepat berubah jadi tenaga dan Alin mudah belajar ekstranya.
  • Ditambah dengan kesadaran dari si anak kecil, sepakat untuk tidak lagi minum susu dari botol. Yup, sampai umur segini, dia masih minum susu dari botol dot :D Nah, mumpung lagi bangga jadi kakak TK, kita pun perkuat bahwa minum susu dari botol itu punyanya adek bayi, bukan kakak TK. Jalan sekitar 2 bulan ini, dia lepas botol kalau mau tidur di malam hari. Untuk tidur siang, masih bergantung ke botol. Tidak apa, saya akan lakukan bertahap :)
  • Mulai sering mengajak si anak kecil membantu di dapur. Bisa saat memasak atau mencuci piring. Nah, secara si anak kecil merasa ingin menjadi orang dewasa (melakukan hal yang sama dengan apa yang saya lakukan), tentunya dia melakukan dengan senang hati. Terkadang, diam-diam, dia ambil dingklik (kursi kayu kecil) ke wastafel dapur dan mencuci gelasnya sendiri (dimana setelah itu pasti harus ganti baju karena kecipratan air dari keran :D )
  • Meminta si anak kecil tidak mudah menangis alias cengeng :) Zaman dahulu (halah! zaman PG kok ya berasa zaman dahulu :D ), setiap kali bangun tidur siang, pasti akan disertai dengan tangisan (karena masih mau tidur padahal waktu tidur siang sudah cukup). Nah, mulai TK ini, frekuensi menangis nya memang sudah mulai berkurang :)
  • Melatih dan membiasakan si anak kecil untuk berkata jujur. Yah, secara anak kecil yah, kalau lagi ada salah pasti ada rasa takut untuk mengaku. Takut dimarahi. Dan dasarnya si anak kecil ini (sepertinya) punya bakat berimajinasi sehingga mudah untuk membuat cerita a.k.a ngeles :) Saya mesti belajar lebih bersabar pastinya.
  • Memotivasi si anak kecil untuk belajar bermain sepatu roda, sepeda dan berenang. Dulunya dia sudah pernah mencoba tetapi ngga rutin. Nah, dengan senjata sebagai kakak TK A, mulailah muncul minat untuk bisa bermain sepatu roda, bersepeda dan berenang :)
  • Bagaimana dengan latihan calistung? Hehehehe….saya termasuk emak penganut, calistung seharusnya diajarkan pada saat SD, maka memang tidak ada waktu khusus untuk belajar membaca dan berhitung. Sejauh ini, pengenalan huruf dan angka, saya lakukan sambil beraktivitas sehari-hari, ketika bepergian atau ketika bermain. Alin saat ini sudah tahu angka dan beberapa huruf. Terkadang karena dia merasa ingin menjadi seperti orang dewasa (secara anak TK A gitu :) ), suka menulis huruf-huruf di bukunya. Menulis asal sih, belum bisa terbaca :)

Pastinya masih akan ada agenda-agenda berikutnya menggunakan senjata anak TK A.

Si emak masih memutar otak untuk menemukan modifikasi perilaku apa lagi yang bisa digunakan dengan senjata ini :D Tentunya modifikasi perilaku yang baik yah :)

Safety card….safety flight

ready for take off

Ini adalah kali kedua aku naik pesawat terbang.

Sama seperti pengalaman yang pertama, aku masih suka mengamati kertas yang terselip di kantong kursi depanku.

Gambar-gambarnya banyak, aku suka.

Ada tulisan-tulisannya juga sih, tapi aku belum mengerti karena aku belum bisa membaca.

Karena aku tidak mengerti, aku bertanya ke Bunda dan Bunda menerangkan satu persatu gambar yang ada disana.

Cerita yang aku ingat ada tentang seat belt, pelampung, masker, pintu pesawat dan lampu.

Semua tentang keselamatan penumpang, kata Bunda.

Bunda bilang padaku untuk selalu melihat kertas itu setiap kali aku naik pesawat terbang.

Lalu Bunda juga berpesan padaku untuk selalu memperhatikan bila oom dan tante pramugari memperagakan sesuatu sebelum terbang

Aku masih belum mengerti mengapa aku harus membaca kertas itu dan kenapa aku perlu memperhatikan oom dan tante pramugari

Yang aku tahu, apa yang Bunda katakan padaku pasti baik untukku. Mungkin nanti kalau aku sudah jadi kakak TK B, aku akan mengerti.

Sambil menunggu aku jadi kakak TK B, aku akan mengikutinya.

*postingan ini diikutkan pada project #PeopleAroundUs nya @aMrazing *

Rayuan Pulau Dewata

Postingannya telat euy…… :D

Mau cerita-cerita liburan kenaikan kelas kemarin. Liburan kemarin sudah kami rencanakan dari awal tahun. Kalau biasanya liburan keluarga di bulan November (bertepatan dengan ulang tahunnya si anak kecil), mulai tahun ini, bakalannya sih ikut aliran mainstream. Liburan di bulan Juni-Juli pas liburan anak sekolah, secara Alin sudah mulai sekolah kan yah :)

Akhirnya tahun ini, kami bisa mengeksekusi liburan ke Pulau Dewata :D Berikut cerita perjalanannya…

Day 1 – 03/07/13

Berhubung bakalan terbang berdua dengan Alin (si Ayah berangkat langsung dari Palembang ke Bali), saya pun memilih penerbangan langsung dari Semarang ke Bali yang notabene hanya ada 1 maskapai, yaitu Wings Air pagi. Berangkat pukul 06.00 dari Semarang, tiba di Ngurah Rai pukul 09.40 waktu sana. Kami dijemput Pak Ardhika (rental mobil langganan kantor si Ayah) lalu mencari tempat untuk sarapan pagi. Sarapan pagi ini penuh nuansa paksaan karena Alin sedang ngantuk hebat (dia bangun pukul 03.00 soalnyah :D) sehingga semakin sulit untuk makan. Selesai sarapan, kami pun menuju ke toko Krisna :D Yeeep….belum apa-apa sudah cari oleh-oleh aja gitu yah. Pertimbangannya sih lebih karena saya tidak mau repot di hari terakhir untuk cari oleh-oleh. Lagipula penerbangan si Ayah baru tiba pukul 12.30, jadi putar-putarnya di sekitaran bandara saja :)

Nah, begitu kita masuk ke halaman toko Krisna, si anak kecil langsung sumringah. Gara-gara apa? Patung Krisna!! Serial Little Krisna adalah salah satu film kesukaannya Alin. Jadi selama di toko Krisna, Alin cengar cengir senang melihat banyak patung dan foto Krisna bertebaran. Ngga ketinggalan pula untuk foto di patung Krisna yang di depan dong yah :D

Krisna

Setelah menjemput Ayah, kami pun menuju ke penginapan terlebih dahulu untuk check in dan istirahat siang. Untuk penginapan kali ini, saya tertarik dengan promonya Kuta Central Park Hotel di area Kuta. Promo early bird nya sungguh menawan bagi emak-emak seperti saya ini :D Lokasinya bukan di pusat Kuta sehingga suasananya tenang. Kamarnya cukup luas dan bersih. Kebetulan kami mendapatkan kamar tepat di depan kolam renang. Disana juga tersedia playground yang tertata apik. Sarapan pagi nya pun cukup enak ditambah dengan pelayanan hotel yang ramah dan menyenangkan.

KCP 1

KCP Playground

KCP 2

Siang itu saya berharap Alin bisa tidur siang (karena dari bangun dini hari, dia belum tidur sama sekali) tapi harapan tinggal harapan. Alin sangat excited, bersemangat dengan liburannya kali ini sehingga berulang kali bertanya kapan mau jalan-jalannya :D

Sekitar jam 4 sore, kami pun beranjak dari hotel mencoba mengejar matahari tenggelam di Tanah Lot. Ternyata oh ternyata, jalanannya macet banget. Setelah menempuh separoh jalan, si anak kecil mulai gaduh gelisah karena tidak segera sampai. Sempat tergoda untuk kembali ke Kuta saja dan membatalkan tujuan Tanah Lot, tapi kok sayang juga yah kalau tidak jadi ke Tanah Lot. Akhirnya sembari tetap mengajak Alin bermain, perjalanan pun dilanjutkan.

Alhamdulillah, Tanah Lot masih rezeki kami untuk melihatnya. Suasana masih cukup terang. Tidak sampai turun ke Pura Tanah Lot karena battery si anak kecil mulai melemah. Alin sempat menangis ngambek karena berulang kali diminta Ayahnya untuk foto. Dia sedang bad mood :) Jadilah, foto-foto di Tanah Lot absen dari senyuman si anak kecil :) Kami tidak mendapatkan pemandangan matahari tenggelam yang oke karena langit setengahnya mendung. Walau begitu, rasanya sudah cukup senang bisa sampai di sini :)

Sunset @ tanah lot

Ketika langit mulai menggelap, kami pun bergegas pergi dari Tanah Lot. Saatnya makan malam! Saya cukup penasaran dengan warung made dan berniat untuk mencobanya. Perjalanan kembali terasa lebih lama, merambat habis di jalanan :D Setelah kurang lebih 2 jam, kami tiba di Warung Made di Seminyak. Sempat khawatir tidak dapat tempat (karena situasinya sedang ramai dan bertepatan dengan jam makan malam), akhirnya tidak menunggu begitu lama, tersedia satu meja dengan 4 kursi di dekat panggung yang biasanya digunakan untuk pertunjukan tarian Bali. Bagaimana dengan makanan-makanannya? Saya waktu itu pesan banana pancake (yang ternyata size nya sepiring lebar) sementara Ayah pesan nasi goreng (yep! Jauh-jauh kesini, pesannya nasi goreng :D ). Rasa makanannya biasa saja yah buat lidah antik saya :) Pertunjukan tarian nya yang cukup menarik si anak kecil, sampai dia mendekat ke panggung dan jongkok di pinggir sambil menikmati tarian tradisional Bali itu :)

Warung Made

============================================================================================

Day 2 – 04/07/2013

Si anak kecil tampaknya memang sangat bersemangat di liburan kali ini. Dia bangun pagi-pagi karena ingin mencoba playground yang ada di hotel. Saya menemaninya bermain sebentar sebelum kemudian mengajaknya mandi pagi dan sarapan. Hari ini, acaranya adalah bermain air :D

Yep! Kami akan bermain di New Kuta Greenpark yang terletak di daerah Pecatu. Kenapa ngga main di waterboom yang di Kuta saja yang lebih dekat? Saya memang tidak memilih ke sana karena tiket masuknya mahal yaaaa….secara yang bakalan main cuma Alin sama Ayah dan palingan juga main cemplung-cemplung biasa serta pastinya tidak akan semua wahana dicoba, makanya emak yang bijaksana ini berpikir not worth it lah :D Atas petunjuk mbah gugel ketika saya mencari wahana air yang sesuai dengan kebutuhan kami (cieee….) muncullah nama waterboom yang ini :)

Tempatnya apik dan tertata rapi. Di sana disediakan loker penyimpanan dan kamar ganti plus kamar mandi yang cukup banyak dan bersih. Terdapat pula saung-saung di seputaran kolam yang bisa disewa, hanya saja untuk fasilitas snack dan minuman tidak banyak pilihan. Hari itu, cuacanya terang dengan angin yang cukup kencang (sampai membuat beberapa payung meja goyah dan jatuh). Seperti yang diduga, Alin hanya bermain dengan menggunakan ban, naik turun tangga dan menunggu ember tumpah :D Setelah 1,5 jam, Alin minta mandi dan ganti baju.

NKG

NKG 2

Ketika kami berjalan menuju pintu gerbang keluar, ternyata kami mendapatkan ada wahana flying fox dan trampoline. Setengahnya penasaran, kami mampir ke wahana trampoline. Kebetulan saat tiba disana, sedang ada anak laki-laki yang bermain trampoline. Melihat dan mendengar jejeritan seru si anak laki-laki itu, Alin pun tertarik untuk mencoba trampoline. Eeaaa…..jadilah dia main trampoline :D

trampoline

Nah, lepas dari New Kuta Greenpark ini, battery si anak kecil melemah. Kecapekan. Dia tidur sepanjang jalan kami menuju Uluwatu. Rencana awal, kami ingin menghabiskan waktu sampai sore di Uluwatu karena ingin melihat pertunjukan Tari Kecak. Namun ketika tiba di Uluwatu, Alin menjadi tambah rewel mengeluhkan rasa capeknya. Walhasil, saat kami berjalan menuju Pura Uluwatu, dia minta digendong, tidak mau jalan kaki. Bergantianlah saya dengan si Ayah menggendong Alin :) Tiba di Pura Uluwatu pun, kami tidak bisa terlalu lama. Alin kembali merengek ingin masuk di mobil. Rewel sekali lah dia sore itu :( Rencana menonton Tari Kecak rupanya harus ditunda dulu untuk trip berikutnya :)

Dalam perjalanan kembali ke Kuta, kami melewati jalur Sanur. Iyah, saya pengen mencoba cupcake Beecup yang katanya enyaak. Sempat bingung juga mencarinya karena ternyata tempatnya kecil. Masuk ke cakeshop-nya, disambut ramah oleh mbak-owner-yang-saya-lupa-namanya. Di etalase cake, ada berbagai macam cupcakes dengan beraneka ragam rasa. Alin langsung menunjuk mau cupcake coklat! Setelah bingung mau pilih yang mana saja, kami keluar dari sana dengan membawa selusin cupcake aneka rasa :) Si anak kecil pun langsung melahap cupcake coklatnya di perjalanan :)

beecup

nom nom

============================================================================================

Day 3 – 05/07/2013

Setelah kemarin bermain di air, hari ini kita akan bermain-main di…. KEBUN BINATANG! Yay!!!

Kebun binatang adalah satu lokasi yang wajib dikunjungi Alin setiap liburan. Kali ini, kami akan mengunjungi Bali Safari & Marine Park yang berada di daerah Gianyar.

Tiba di sana sekitar pukul 10 WITA. Cukup kesiangan sebetulnya gara-gara mesti ambil pesanan Pia Legong yang antriannya ampuuuuun banget! Saya dapat informasi pia Legong ini dari teman kantor yang mati-matian promosiin kalau ini adalah pia terlezat yang pernah ada :D Jadilah saya ikutan pesan disamping dia memang juga mau pesan. FYI, kami pesan melalui telepon tepat sebulan sebelum saya berangkat liburan. Dan memang seperti itulah seharusnya, pesan sebulan sebelumnya. Bersyukurlah saya mengikuti saran teman tadi karena ketika saya datang untuk mengambil pesanan pia, di depan tokonya, sudah mengular antrian orang yang akan membeli pia Legong secara langsung (semacam walk in customer gitu yah). Ada lebih dari 50 orang kalau dihitung. Dan sodara-sodara, tokonya baru buka belum ada 30 menit ituh *sigh* Rasanya pia Legong bagaimana? Silakan bisa mencoba sendiri-sendiri yaaaah…. *berbau sponsor* :D :D

Setelah selesai urusan pia, barulah kami menuju ke Bali Safari. Setelah membeli tiket, kami kemudian masuk menuju shuttle kereta yang mengantarkan kami ke pos awal petualangan taman safari ini. Selain melihat-lihat binatang yang ada, kami juga sempat menyaksikan pertunjukan pengenalan binatang dan pertunjukan gajah. Alin cukup terkesima dengan gajah sehingga dia meminta untuk diperbolehkan memberi makan gajah. Kebetulan memang ada satu wahana yang memfasilitasi pengunjung untuk memberi makan gajah. Taman safarinya tidak terlalu besar (bila dibandingkan dengan Batu Secret Zoo di Malang) sehingga sekitar 1 jam, hampir semua binatang sudah kami lihat (kami tidak menjamah Mara River Safari Lodge yah).

bali safari

mamam gajah

Berkeliling dengan berjalan kaki membuat perut mulai bernyanyi. Dan di Uma Restaurant lah perut kami berlabuh he..he..he.. :D Uma Restaurant adalah salah satu pondok makan yang ada di Bali Safari. Kami memilih di Uma karena dekat dengan Fun Zone, yang akan kami datangi setelah makan siang.

Uma Resto

Usai makan, kami menuju Fun Zone, lokasi wahana-wahana permainan berada. Di sana terdapat climbing car, komedi putar, spinning coaster, flume ride dan water park. Alin sebenarnya berminat untuk bermain di water park, tetapi saya memang tidak sarankan karena hari sudah terlalu siang. Kalau memang mau main air, toh setelah ini, pantai Kuta sudah menanti :)

Iyes! Pantai Kuta menjadi tujuan kami sore itu. Dan disinilah, Alin berpuas-puas ria bermain air sambil berusaha membuat istana dari pasir (dimana susah sekali yah bikin istana dari pasir basah hanya dengan menggunakan tangan :D )

Kuta

kuta 2

Puas bermain air, kami mampir di toko Joger dan mampir membeli nasi pedas Bu Andika yang berada tepat di depan toko Joger :) Yup, hari ketiga ditutup dengan huhahuha gara-gara nasi pedas itu :D

joger

nasi pedas bu andika

==========================================================================================================

Day 4 – 06/07/2013

Liburan telah usaiiii…….

Hari ini kami harus meninggalkan pulau Dewata. Sebetulnya masih banyak lagi tempat yang ingin dikunjungi, tapi apa daya, waktu memang terbatas. Rasanya perlu dijadwalkan trip Pulau Dewata tahap 2 ini mah…. #kode hahahaha….. :D

Untuk kepulangan, kami memilih penerbangan dari Denpasar menuju Yogyakarta. Jadi liburannya dilanjutkan dengan liburan di Yogyakarta selama …. 3 jam saja :D :D

Tidak sabar menunggu liburan tahun depan….. :D :D

Praja Muda Karana

Selamat Hari Pramuka!!

Telat euy postingannya tapi ngga apa apa lah ya, masih tetap pada semangat dirgahayu nya Praja Muda Karana :)

Kenapa saya semangat banget dengan hari Pramuka?

Yup, saya semangat karena jadi ingat zaman ‘keemasan’ aktif di Pramuka ketika masih duduk di bangku SMP dan SMA. Bukan hanya aktif pas kelas 1 nya saja ya (which is dulu Pramuka adalah ekskul wajib buat setiap siswa kelas 1 kan…..), tapi juga berlanjut ke kelas 2 dan 3.

Pas SD sih ikutan Pramuka nya biasa saja, senang bisa main-main sama teman, ikutan persami di sekolah dan seseruan (baca: merinding disko) kalau sudah waktunya jerit malam  :D

Nah, pas SMP, ceritanya saya pindahan sekolah nih (kenaikan kelas 1 ke kelas 2). Di sekolah baru, teman baru, lingkungan baru, pelajaran baru (saya pindah dari sumatera ke jawa tengah yang TERNYATA ada pelajaran bahasa Jawa sebagai muatan lokal….. *sigh*), membuat saya ekstra beradaptasi. Beruntungnya saya bertemu dengan teman-teman yang baik, salah satunya bernama Ayiek. Dari Ayiek lah, saya kemudian diajak untuk ikutan ekskul Pramuka dan mulai aktif di bidang itu. Masa-masa Pramuka di SMP memang lebih menarik daripada waktu SD. Acara Persami tetap dilakukan di sekolah tetapi kita ada games Mencari Jejak dimana semua regu berlomba-lomba menyelesaikan tugas dan membaca sandi di setiap pos untuk menuju pos-pos berikutnya. Menariknya kegiatan Pramuka masa SMP mungkin juga karena saya bertemu dengan teman-teman baru yang mengasyikan :)

Lepas SMP, masuklah ke SMA. Saya menjalani Pramuka di kelas 1 sebagai ekskul wajib. Gojlokan Persami buat kelas 1 mulai terasa lebih ‘seram’ buat saya. Lebih ke penempaan mental kalau yang saya rasakan. Saya bukan orang yang pemberani, namun tempaan-tempaan itu entah bagaimana membuat saya semakin tertarik dengan ekskul ini. Rasa kebersamaan juga terasa kental di setiap kegiatan (semacam esprit de corps yang saya juga dapatkan di UKM Marching Band ketika kuliah nantinya). Ketertarikan ini yang membuat saya meneruskan ekskul Pramuka di kelas 2.

Tidak hanya aktif di Gugus Depan SMA, saya juga mulai tertarik untuk bergabung di Pramuka Teritorial (Gugus Depan Pramuka yang tingkatnya ada di Kabupaten/Kotamadya – menghimpun Gudep-Gudep dari sekolah-sekolah se Kabupaten/Kodya). Di Pramuka Teritorial ini saya mendapatkan lebih banyak wawasan dan tempaan tentunya sampai akhirnya pada kelas 2 SMA, saya dipercaya menjadi Pradana Putri di sana. Pradana adalah istilah untuk ketua di organisasi Pramuka. Setiap Gudep memiliki 2 ambalan, ambalan putra dan ambalan putri, sehingga ketuanya pun ada 2, Pradana Putra dan Pradana Putri.

Selama masa aktif di kepengurusan ambalan, saya pun sempat ikutan di Satuan Karya (Saka) Bhayangkara. Jadi, di beberapa instansi departemen juga memiliki semacam Pramuka yang dikelola oleh instansi departemen tersebut yang bernama Saka. Misalnya Saka Bakti Husada milik Dinas Kesehatan, Saka Bahari milik Kelautan, Saka Wanabakti milik Dinas Kehutanan dan beberapa lainnya. Nah, Saka Bhayangkara ini adalah Saka milik Kepolisian. Jadilah kami yang aktif di Saka Bhayangkara juga diajari tentang sistem keamanan di masyarakat, pengaturan lalu lintas dan lain-lain. Oh iya, kalau pas lagi lebaran ataupun natal, biasanya kan sering kita lihat ada anak-anak muda berseragam Pramuka ikut mengatur lalu lintas didekat posko-posko polisi, yup, mereka adalah anggota Saka Bhayangkara yang bertugas membantu pengaturan lalu lintas. Yup (lagi), saya pernah juga bertugas yang sama saat itu :) (notes: buat saya, ngga gampang lho meniup peluit dengan benar :D )

Pramuka banyak berperan membentuk pribadi saya menjadi lebih terbuka, berhati-hati, percaya diri dan tentunya menambah banyak wawasan dan pertemanan. Menyenangkan sekali pernah menjadi bagian dari kegiatan-kegiatan itu :)

“Kami Pramuka Indonesia…..
manusia Pancasila…..
setiaku kudharmakan….
dharmaku kubaktikan….
agar jaya Indonesia…..Indonesia tanah airku…..
kami jadi pandumu…..” (hymne Pramuka)